Taurat Anggap Nabi Luth Berzina dengan Dua Putrinya, Al-Qur'an dan Hadis Mengoreksi
Senin, 19 Oktober 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Kisah di Taurat
‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menyatakan siapa yang membaca Taurat, maka dia mendapati banyak peristiwa tentang Luth dengan alur cerita yang jelas. Dia akan mendapati bahwa Al-Qur'an membenarkan banyak kejadian dan peristiwanya. Hanya saja, di dalamnya terdapat penyimpangan-penyimpangan, dan sebagian di antaranya tampak sepele, sedangkan yang lainnya termasuk penyimpangan yang besar dan berbahaya. (Baca juga: Al-Qur'an dan Hadis Koreksi Penyelewengan Kisah Nabi Yunus di Taurat )
Di antara penyelewengan ini adalah klaim mereka bahwa Malaikat yang mampir di rumah Ibrahim dan mereka memakan suguhan makanan yang dihidangkan Ibrahim kepada mereka.
Ibrahim menghidangkan – sebagaimana dikatakan oleh Taurat – daging anak sapi bakar dengan susu yang berbusa. Para Malaikat makan hidangan Ibrahim tersebut. (Safar Takwin, Ishah 18 poin 8)
Baca juga: Penggembala Jadi Raja 40 Tahun, Lantaran Bertemu Nabi Yunus
"Manakala para Malaikat datang kepada Luth, mereka juga makan roti dan madu yang dihidangkan." (Safar Takwin, Ishah 19 poin 3)
Firman Allah membantah dan membatalkan klaim ini. Firman-Nya, "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami ( Malaikat-Malaikat ) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira. Mereka mengucapkan, 'Salaman' (selamat).
Ibrahim menjawab, 'Salamun' (selamatlah). Maka tidak lama kemudian, Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah(Malaikat-Malaikat) yang diutus kepada kaum Luth'." (QS Hud: 69-70)
Para Malaikat tidak menjulurkan tangan mereka ke makanan, sehingga Ibrahim merasa aneh dengan sikap mereka, maka terbersit rasa takut dari diri mereka.
Orang-orang yang tidak makan makanan tamu biasanya adalah para musuh yang datang menginginkan keburukan. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan tentang jati diri mereka kepada Ibrahim. Jelaslah alasan mereka, karena tabiat para Malaikat adalah tidak makan dan tidak minum. (Baca juga: Kisah Imam Hasan Al-Bashri dan Perempuan yang Bebas dari Azab Kubur )
Koreksi
Di antara penyimpangan Taurat yang dikoreksi oleh Al-Qur'an adalah bahwa jumlah Malaikat lebih dari dua, tidak seperti yang dinyatakan oleh Taurat bahwa Malaikat hanya dua saja. Di antara poin yang diakui kebenaran oleh hadis adalah bahwa Luth meletakkan putri-putrinya di antara para tamunya dan kaumnya ketika mereka masuk ke rumahnya.
Taurat menyebutkan bahwa Luth keluar kepada kaumnya di luar rumah dan menutup pintu di belakangnya. (Baca juga: Benarkah 'Nun' Ikan yang Telan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang? )
Penyimpangan Taurat yang paling berbahaya adalah apa yang dinisbatkan kepada Nabiyullah Luth secara dusta dan palsu. Mereka mengklaim bahwa Luth yang menghabiskan seluruh umurnya untuk memerangi perbuatan keji telah berzina dengan kedua putrinya.
‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menyatakan siapa yang membaca Taurat, maka dia mendapati banyak peristiwa tentang Luth dengan alur cerita yang jelas. Dia akan mendapati bahwa Al-Qur'an membenarkan banyak kejadian dan peristiwanya. Hanya saja, di dalamnya terdapat penyimpangan-penyimpangan, dan sebagian di antaranya tampak sepele, sedangkan yang lainnya termasuk penyimpangan yang besar dan berbahaya. (Baca juga: Al-Qur'an dan Hadis Koreksi Penyelewengan Kisah Nabi Yunus di Taurat )
Di antara penyelewengan ini adalah klaim mereka bahwa Malaikat yang mampir di rumah Ibrahim dan mereka memakan suguhan makanan yang dihidangkan Ibrahim kepada mereka.
Ibrahim menghidangkan – sebagaimana dikatakan oleh Taurat – daging anak sapi bakar dengan susu yang berbusa. Para Malaikat makan hidangan Ibrahim tersebut. (Safar Takwin, Ishah 18 poin 8)
Baca juga: Penggembala Jadi Raja 40 Tahun, Lantaran Bertemu Nabi Yunus
"Manakala para Malaikat datang kepada Luth, mereka juga makan roti dan madu yang dihidangkan." (Safar Takwin, Ishah 19 poin 3)
Firman Allah membantah dan membatalkan klaim ini. Firman-Nya, "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami ( Malaikat-Malaikat ) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira. Mereka mengucapkan, 'Salaman' (selamat).
Ibrahim menjawab, 'Salamun' (selamatlah). Maka tidak lama kemudian, Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah(Malaikat-Malaikat) yang diutus kepada kaum Luth'." (QS Hud: 69-70)
Para Malaikat tidak menjulurkan tangan mereka ke makanan, sehingga Ibrahim merasa aneh dengan sikap mereka, maka terbersit rasa takut dari diri mereka.
Orang-orang yang tidak makan makanan tamu biasanya adalah para musuh yang datang menginginkan keburukan. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan tentang jati diri mereka kepada Ibrahim. Jelaslah alasan mereka, karena tabiat para Malaikat adalah tidak makan dan tidak minum. (Baca juga: Kisah Imam Hasan Al-Bashri dan Perempuan yang Bebas dari Azab Kubur )
Koreksi
Di antara penyimpangan Taurat yang dikoreksi oleh Al-Qur'an adalah bahwa jumlah Malaikat lebih dari dua, tidak seperti yang dinyatakan oleh Taurat bahwa Malaikat hanya dua saja. Di antara poin yang diakui kebenaran oleh hadis adalah bahwa Luth meletakkan putri-putrinya di antara para tamunya dan kaumnya ketika mereka masuk ke rumahnya.
Taurat menyebutkan bahwa Luth keluar kepada kaumnya di luar rumah dan menutup pintu di belakangnya. (Baca juga: Benarkah 'Nun' Ikan yang Telan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang? )
Penyimpangan Taurat yang paling berbahaya adalah apa yang dinisbatkan kepada Nabiyullah Luth secara dusta dan palsu. Mereka mengklaim bahwa Luth yang menghabiskan seluruh umurnya untuk memerangi perbuatan keji telah berzina dengan kedua putrinya.
Lihat Juga :