Taurat Anggap Nabi Luth Berzina dengan Dua Putrinya, Al-Qur'an dan Hadis Mengoreksi
Senin, 19 Oktober 2020 - 06:39 WIB
loading...
Patung garam di dekat Laut Mati, Yordania. Kawasan ini diyakini sebagai bekas kota Sodom dalam kisah Nabi Luth. Foto/Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
NABIYULLAH Luth adalah salah seorang Nabi dan Rasul Allah yang menghadapi suatu kaum yang berhati dan bertabiat keras. Mereka memiliki penyimpangan akidah sekaligus penyimpangan perilaku seksual. Penyimpangan mereka termasuk suatu keanehan dalam sejarah manusia. (Baca juga: Alasan Mengapa Nabi Yunus Kabur dan Marah kepada Allah Ta'ala )
Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak Subhanahu wa Ta’ala dari Ibnu Abbas berkata, "Manakala utusan-utusan Allah datang kepada Luth, Luth mengira mereka adalah para tamu yang menemuinya. Maka Luth meminta mereka untuk mendekat dan mereka duduk di dekatnya.
Luth menghadirkan tiga orang putrinya. Luth menyuruh putri-putrinya agar duduk di antara para tamu dan kaumnya. Maka kaumnya datang dengan tergopoh-gopoh. Ketika Luth melihat mereka, dia berkata, 'Inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku terhadap tamuku ini." (QS. Hud: 78).
Kaumnya menjawab, "Bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS. Hud: 79).
Luth berkata, "Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolakmu atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat, tentulah aku lakukan." (QS. Hud: 80)
Lalu Jibril menengok kepadanya dan berkata, "Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan mampu mengganggumu." (QS. Hud: 81).
Ibnu Abbas berkata, "Lalu Jibril menghapus penglihatan mereka, maka mereka pulang dengan lari tunggang langgang sampai mereka keluar kepada orang-orang yang berada di pintu. Mereka berkata, 'Kami datang kepada kalian dari sisi orang yang paling mahir sihirnya. Dia telah menghapus penglihatan kami.’
Maka mereka lari tunggang langgang sampai mereka masuk di sebuah desa. Pada malam hari desa itu diangkat sampai ia berada di antara langit dan bumi, sehingga mereka mendengar suara-suara burung di udara. Kemudian desa itu dijungkirbalikkan, lalu keluarlah angin kencang kepada mereka. Barangsiapa terkena angin itu, pastilah ia mati. Dan barangsiapa yang kabur dari desa tersebut, maka ia akan dikejar oleh angin tersebut yang berubah menjadi batu yang akan membunuhnya."
Ibnu Abbas melanjutkan, "Lalu Luth pergi dengan ketiga putrinya. Ketika dia sampai di tempat begini-begini di kota Syam, putrinya yang besar meninggal, maka keluarlah darinya mata air yang bernama Wariyah. Luth terus berjalan hingga tiba di tempat yang dikehendaki oleh Allah, dan putrinya yang termuda mati, maka memancarlah dari sisinya mata air yang diberi nama Ra'ziyah. Putri Luth yang masih hidup adalah yang tengah."
Hadis ini diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak Alas Shahihain, 2/375, dalam Kitab Tafsir (tafsir surat Hud). Hakim berkata, "Ini adalah hadis shahih di atas syarat Syaikhain, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya." Tashih-nya disetujui oleh Dzahabi.
Hakim berkata, "Mungkin saja ada yang menyangka bahwa hadis ini dan yang sejenisnya tergolong mauquf, padahal sebenarnya bukan. Karena jika seorang sahabat menafsirkan tilawah, maka ia adalah musnad (bersanad) menurut Syaikhain."
Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak Subhanahu wa Ta’ala dari Ibnu Abbas berkata, "Manakala utusan-utusan Allah datang kepada Luth, Luth mengira mereka adalah para tamu yang menemuinya. Maka Luth meminta mereka untuk mendekat dan mereka duduk di dekatnya.
Luth menghadirkan tiga orang putrinya. Luth menyuruh putri-putrinya agar duduk di antara para tamu dan kaumnya. Maka kaumnya datang dengan tergopoh-gopoh. Ketika Luth melihat mereka, dia berkata, 'Inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku terhadap tamuku ini." (QS. Hud: 78).
Kaumnya menjawab, "Bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS. Hud: 79).
Luth berkata, "Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolakmu atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat, tentulah aku lakukan." (QS. Hud: 80)
Lalu Jibril menengok kepadanya dan berkata, "Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan mampu mengganggumu." (QS. Hud: 81).
Ibnu Abbas berkata, "Lalu Jibril menghapus penglihatan mereka, maka mereka pulang dengan lari tunggang langgang sampai mereka keluar kepada orang-orang yang berada di pintu. Mereka berkata, 'Kami datang kepada kalian dari sisi orang yang paling mahir sihirnya. Dia telah menghapus penglihatan kami.’
Maka mereka lari tunggang langgang sampai mereka masuk di sebuah desa. Pada malam hari desa itu diangkat sampai ia berada di antara langit dan bumi, sehingga mereka mendengar suara-suara burung di udara. Kemudian desa itu dijungkirbalikkan, lalu keluarlah angin kencang kepada mereka. Barangsiapa terkena angin itu, pastilah ia mati. Dan barangsiapa yang kabur dari desa tersebut, maka ia akan dikejar oleh angin tersebut yang berubah menjadi batu yang akan membunuhnya."
Ibnu Abbas melanjutkan, "Lalu Luth pergi dengan ketiga putrinya. Ketika dia sampai di tempat begini-begini di kota Syam, putrinya yang besar meninggal, maka keluarlah darinya mata air yang bernama Wariyah. Luth terus berjalan hingga tiba di tempat yang dikehendaki oleh Allah, dan putrinya yang termuda mati, maka memancarlah dari sisinya mata air yang diberi nama Ra'ziyah. Putri Luth yang masih hidup adalah yang tengah."
Hadis ini diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak Alas Shahihain, 2/375, dalam Kitab Tafsir (tafsir surat Hud). Hakim berkata, "Ini adalah hadis shahih di atas syarat Syaikhain, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya." Tashih-nya disetujui oleh Dzahabi.
Hakim berkata, "Mungkin saja ada yang menyangka bahwa hadis ini dan yang sejenisnya tergolong mauquf, padahal sebenarnya bukan. Karena jika seorang sahabat menafsirkan tilawah, maka ia adalah musnad (bersanad) menurut Syaikhain."
Lihat Juga :