Akhirnya, Nabi Musa Dibikin Telanjang Bulat di Depan Laki-Laki Kaumnya
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:50 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
NABI Musa AS sangatlah pemalu . Di kalangan Bani Israil kaum lelaki biasa mandi bersama-sama dan dalam kondisi telanjang bulat. Namun Musa lebih memilih sendiri karena malu menunjukkan auratnya kepada sesama lelaki kaumnya. (Baca juga: Taurat Anggap Nabi Luth Berzina dengan Dua Putrinya, Al-Qur'an dan Hadis Mengoreksi )
Kalangan bani Israil lalu menebar gosip. Tingkah Musa digunjingkan karenanya. Mereka menggosipkan Musa punya penyakit yang perlu ditutupi.
"Musa tidak tertutup seperti itu kecuali karena cacat yang ada di kulitnya, bisa penyakit sopak, bisa karena kedua buah pelirnya besar atau penyakit lainnya," begitu hadis riwayat Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah RA .
Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menceritakan tuduhan dusta ini menyakiti Musa dan Allah tidak rela hal itu terjadi pada Rasul-Nya. "Gosip busuk seperti ini bisa mengurangi kepercayaan pada orang yang diangkat oleh Allah sebagai Rasul. Seorang Rasul di mata manusia haruslah tampil sebagai contoh sempurna tak ada yang menodainya. Tidak pada bentuk ciptaannya dan tidak pula pada perilakunya," tuturnya. (Baca juga: Batu Membawa Bajunya, Nabi Musa: Wahai Batu Bajuku, Wahai Batu Bajuku! )
Batu Terbang
Allah berkehendak membebaskan Musa dari tuduhan dusta yang dialamatkan kepadanya oleh orang-orang pendusta dan bodoh.
Suatu hari Musa pergi mandi sendiri seperti biasanya. Musa meletakkan bajunya di atas batu. Ketika Musa selesai mandi, dan dia ingin mengambil bajunya, batu itu terbang membawa bajunya.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Dinilai Ingin Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024
Padahal batu itu tidak memiliki kemampuan untuk bergerak, apalagi terbang. Batu adalah benda mati, tetapi Allah membuatnya bisa terbang dengan cara yang tidak kita ketahui demi hikmah yang diinginkan-Nya, yaitu membebaskan Musa dari gosip buruk yang ditujukan kepadanya.
Kejadian tiba-tiba ini mengejutkan Musa, maka dia berlari mengejar batu sambil memanggilnya, "Bajuku, wahai batu. Bajuku, wahai batu."
Batu itu membawa pergi pakaian Musa, sebuah pemandangan yang unik. Musa seorang Nabi yang mulia, seorang pemalu yang terhormat berlari dengan telanjang mengejar batu yang membawa bajunya.
Baca juga: Petisi Dukungan KAMI Bentuk Protes Perlakuan Polisi ke Syahganda dkk
Hingga ketika batu itu sampai di permukaan Bani Israil, mereka melihat Musa yang sehat dan sempurna, tanpa cacat. Luruhlah kebohongan yang dihembuskan oleh orang-orang bodoh.
Batu itu berhenti. Musa mengambil pakaiannya dan memakainya. Musa mengambil tongkatnya. Dia memukuli batu itu seperti orang yang sedang kesal dan marah terhadap seseorang yang durhaka, lalim lagi bengal.
Kalangan bani Israil lalu menebar gosip. Tingkah Musa digunjingkan karenanya. Mereka menggosipkan Musa punya penyakit yang perlu ditutupi.
"Musa tidak tertutup seperti itu kecuali karena cacat yang ada di kulitnya, bisa penyakit sopak, bisa karena kedua buah pelirnya besar atau penyakit lainnya," begitu hadis riwayat Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah RA .
Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menceritakan tuduhan dusta ini menyakiti Musa dan Allah tidak rela hal itu terjadi pada Rasul-Nya. "Gosip busuk seperti ini bisa mengurangi kepercayaan pada orang yang diangkat oleh Allah sebagai Rasul. Seorang Rasul di mata manusia haruslah tampil sebagai contoh sempurna tak ada yang menodainya. Tidak pada bentuk ciptaannya dan tidak pula pada perilakunya," tuturnya. (Baca juga: Batu Membawa Bajunya, Nabi Musa: Wahai Batu Bajuku, Wahai Batu Bajuku! )
Batu Terbang
Allah berkehendak membebaskan Musa dari tuduhan dusta yang dialamatkan kepadanya oleh orang-orang pendusta dan bodoh.
Suatu hari Musa pergi mandi sendiri seperti biasanya. Musa meletakkan bajunya di atas batu. Ketika Musa selesai mandi, dan dia ingin mengambil bajunya, batu itu terbang membawa bajunya.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Dinilai Ingin Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024
Padahal batu itu tidak memiliki kemampuan untuk bergerak, apalagi terbang. Batu adalah benda mati, tetapi Allah membuatnya bisa terbang dengan cara yang tidak kita ketahui demi hikmah yang diinginkan-Nya, yaitu membebaskan Musa dari gosip buruk yang ditujukan kepadanya.
Kejadian tiba-tiba ini mengejutkan Musa, maka dia berlari mengejar batu sambil memanggilnya, "Bajuku, wahai batu. Bajuku, wahai batu."
Batu itu membawa pergi pakaian Musa, sebuah pemandangan yang unik. Musa seorang Nabi yang mulia, seorang pemalu yang terhormat berlari dengan telanjang mengejar batu yang membawa bajunya.
Baca juga: Petisi Dukungan KAMI Bentuk Protes Perlakuan Polisi ke Syahganda dkk
Hingga ketika batu itu sampai di permukaan Bani Israil, mereka melihat Musa yang sehat dan sempurna, tanpa cacat. Luruhlah kebohongan yang dihembuskan oleh orang-orang bodoh.
Batu itu berhenti. Musa mengambil pakaiannya dan memakainya. Musa mengambil tongkatnya. Dia memukuli batu itu seperti orang yang sedang kesal dan marah terhadap seseorang yang durhaka, lalim lagi bengal.
Lihat Juga :