Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah dan Bebalnya Bani Israil
Rabu, 03 Januari 2024 - 19:48 WIB
loading...
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah bisa dibilang jadi salah satu yang paling populer, karena dianggap sebagai mukjizat luar biasa. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah bisa dibilang jadi salah satu yang paling populer, karena dianggap sebagai mukjizat luar biasa. Terlepas dari itu ada pula kisah Bani Israil yang mempersulit diri di masa kenabian Musa AS.
Dalam Al Qur'an telah dijelaskan berbagai kisah-kisah nabi dan rasul dengan berbagai mukjizat yang dimiliki. Dengan mempercayai dan mengetahui kisah ini tentu jadi salah satu bentuk mengimani nabi dan rasul bagi umat muslim.
Artinya: "Sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari dan pukullah laut itu untuk menjadi jalan yang kering bagi mereka tanpa rasa takut akan tersusul dan tanpa rasa khawatir (akan tenggelam)." Firaun dengan bala tentaranya lalu mengejar mereka (Musa dan pengikutnya), tetapi mereka (Firaun dan bala tentaranya) digulung ombak laut (yang dahsyat) sehingga menenggelamkan mereka. Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi (mereka) petunjuk," (QS. Taha: 77-79)
Kisah itu berawal dari semakin banyaknya pengikut Nabi Musa AS yang membuat Firaun murka. Firaun kemudian memerintahkan tentaranya untuk mengejar dan membunuh Nabi Musa AS.
Mengetahui dirinya yang sedang dalam bahaya, Nabi Musa AS dan pengikutnya lalu melarikan diri. Sayangnya mereka harus menemui jalan buntu karena terpojok di tepi Laut Merah.
Kala itu Nabi Musa AS sempat kebingungan, mengingat pasukan Firaun sudah semakin dekat. Dari situlah Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya. Atas kuasa Allah, Laut Merah tersebut terbelah hingga membentuk jalan.
Nabi Musa dan Pengikutnya lantas melewati jalan tersebut. Rupanaya tentara Firaun juga mengikuti jalan yang sama dan terus mengejar Musa.
Setelah Nabi Musa AS dan pengikutnya sampai ke seberang, dipukulkan lagi tongkat itu ke laut oleh Nabi Musa yang membuat Firaun bersama tentaranya tenggelam di Laut Merah.
Keponakan-keponakan orang yang meninggal tersebut lantas ingin mengetahui sebab kematiannya. Mereka lantas bertanya kepada Nabi Musa AS supaya dapat menemukan pelaku pembunuhannya.
Para kaum Bani Israil itu lantas meminta Nabi Musa AS untuk bertanya kepada Allah SWT. Setelah menanyakan hal tersebut kepada Allah SWT, Nabi Musa menyampaikan jika mereka (kaum Bani Israil) harus menyembelih sapi betina.
Dari situ kaum Bani Israil ini justru seakan tidak percaya pada nabinya sendiri dan tidak langsung melakukan perintah tersebut. Mereka lantas meminta ciri-ciri sapi betina yang dimaksud.
Nabi Musa AS lalu menjawab, sapi betina yang berwarna kuning tua sedikit kemerahan, yang menyenangkan bagi orang-orang yang memandang. Jawaban ini pun belum membuat mereka berhenti bertanya.
Dalam Al Qur'an telah dijelaskan berbagai kisah-kisah nabi dan rasul dengan berbagai mukjizat yang dimiliki. Dengan mempercayai dan mengetahui kisah ini tentu jadi salah satu bentuk mengimani nabi dan rasul bagi umat muslim.
Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah
Kisah Nabi Musa AS membelah laut merah ini dijelaskan dalam Al Quran Surat Taha ayat 77-79. Allah SWT Berfirman :وَلَقَدْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًاۙ لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰى (77) فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ (78) وَاَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهٗ وَمَا هَدٰى (79)
Artinya: "Sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari dan pukullah laut itu untuk menjadi jalan yang kering bagi mereka tanpa rasa takut akan tersusul dan tanpa rasa khawatir (akan tenggelam)." Firaun dengan bala tentaranya lalu mengejar mereka (Musa dan pengikutnya), tetapi mereka (Firaun dan bala tentaranya) digulung ombak laut (yang dahsyat) sehingga menenggelamkan mereka. Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi (mereka) petunjuk," (QS. Taha: 77-79)
Kisah itu berawal dari semakin banyaknya pengikut Nabi Musa AS yang membuat Firaun murka. Firaun kemudian memerintahkan tentaranya untuk mengejar dan membunuh Nabi Musa AS.
Mengetahui dirinya yang sedang dalam bahaya, Nabi Musa AS dan pengikutnya lalu melarikan diri. Sayangnya mereka harus menemui jalan buntu karena terpojok di tepi Laut Merah.
Kala itu Nabi Musa AS sempat kebingungan, mengingat pasukan Firaun sudah semakin dekat. Dari situlah Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya. Atas kuasa Allah, Laut Merah tersebut terbelah hingga membentuk jalan.
Nabi Musa dan Pengikutnya lantas melewati jalan tersebut. Rupanaya tentara Firaun juga mengikuti jalan yang sama dan terus mengejar Musa.
Setelah Nabi Musa AS dan pengikutnya sampai ke seberang, dipukulkan lagi tongkat itu ke laut oleh Nabi Musa yang membuat Firaun bersama tentaranya tenggelam di Laut Merah.
Kisah Bebalnya Bani Israil
Kisah ini terdapat dalam buku Ibnu Katsir berjudul "Qashashul Anbiya". Kisah bermula ketika terdapat orang tua renta dari kaum Bani Israil yang meninggal akibat terbunuh.Keponakan-keponakan orang yang meninggal tersebut lantas ingin mengetahui sebab kematiannya. Mereka lantas bertanya kepada Nabi Musa AS supaya dapat menemukan pelaku pembunuhannya.
Para kaum Bani Israil itu lantas meminta Nabi Musa AS untuk bertanya kepada Allah SWT. Setelah menanyakan hal tersebut kepada Allah SWT, Nabi Musa menyampaikan jika mereka (kaum Bani Israil) harus menyembelih sapi betina.
Dari situ kaum Bani Israil ini justru seakan tidak percaya pada nabinya sendiri dan tidak langsung melakukan perintah tersebut. Mereka lantas meminta ciri-ciri sapi betina yang dimaksud.
Nabi Musa AS lalu menjawab, sapi betina yang berwarna kuning tua sedikit kemerahan, yang menyenangkan bagi orang-orang yang memandang. Jawaban ini pun belum membuat mereka berhenti bertanya.
Lihat Juga :