Kisah Al-Ala' Bin Hadhrami yang Doanya Dikabulkan Allah

loading...
Kisah Al-Ala Bin Hadhrami yang Doanya Dikabulkan Allah
Doa orang saleh bernama Al-Ala bin Al-Hadhrami yang dikabulkan Allah ketika berperang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran. Foto/Ist
Ada satu kisah hikmah diceritakan oleh Founder Daarut Tauhiid KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam bukunya "Asmaul Husna Jilid 2". Kisah ini bercerita tentang doa orang saleh bernama Al-Ala' bin Al-Hadhrami yang dikabulkan Allah ketika berperang.

Al-Ala' bin Al-Hadhrami adalah sahabat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan merupakan utusan Islam untuk menyebarkan dakwah ke daerah Bahrain dan Qatar di masa Khalifah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Aa Gym menukil kisah ini dari Kitab Hilyatul 'Auliya, mahakarya ulama besar Abu Nu'aim Al-Asbahanny, sebuah kisah dari Sahm bin Munjab. (Baca Juga: Spirit Al-Waliy: Allah Sebaik-baik Tempat Bersandar)

Dia berkata, "Dalam peperangan di wilayah Darain --nama sebuah tempat di sekitar Bahrain--, Al-Ala' bin Al-Hadhrami hadir bersama kami. Pada waktu itu, Al-Ala' memanjatkan tiga macam doa. Ketiga doa itu dikabulkan Allah Ta'ala.

"Ketika kami berjalan bersama-sama, tibalah kami di suatu tempat. Kami mencari air untuk berwudhu tetapi kami tidak mendapatkannya. Lalu, Al-Ala' bin Al-Hadhrami berdiri untuk mengerjakan salat dua rakaat kemudian berdoa: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Wahai Yang Mahatinggi lagi Maha Agung. Sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu yang sedang dalam perjalanan untuk memerangi musuh-Mu. Turunkanlah hujan kepada kami agar kami dapat minum, juga berwudhu dari hadas. Jika kami telah meninggalkan tempat itu, janganlah ada seorang pun yang Engkau beri jatah dari air hujan itu.'



Belum jauh jarak perjalanan yang kami tempuh, kami tiba di sebuah sungai deras yang airnya berasal dari air hujan; Dia berkata, "Kita berhenti di sungai ini dulu untuk minum."

Aku mengisi bejanaku, lalu sengaja meninggalkannya di tempat itu. Aku berkata, "Aku akan lihat, apakah betul permohonannya dikabulkan? Kemudian, kami berjalan kurang lebih satu mil. Aku berkata kepada teman-temanku, "Aku lupa, bejanaku tidak terbawa."

Aku kembali lagi ke tempat itu. Aku pun mendapati seolah-olah di sekitar daerah itu tidak pernah turun hujan. Selanjutnya, aku ambil bejanaku dan aku bawa serta.



Setelah kami sampai di Darain, kami mendapati di hadapan kami terbentang sungai yang menghalangi antara kami dan pasukan musuh. Ketika itu Al-Ala' memanjatkan doa lagi: "Wahai Allah, Zat Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Lembut, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung. Sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu, kami dalam perjalanan memerangi musuh-Mu, bukalah jalan untuk kami menuju musuh-Mu."
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَّمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ‌ؕ قَلِيۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَۙ
Dan Al-Qur'an bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

(QS. Al-Haqqah:41)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video