Inilah Dosa yang Lebih Besar Daripada Zina
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" kata Nabi Musa dengan rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril .
"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" (Baca Juga: Hati-hati, Ternyata Panca Indera pun Bisa Melakukan Zina )
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Nabi Musa penasaran.
"Orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa menyesal.Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina ," kata Jibril.
Mendengar penjelasan ini, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa salat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Allah, bahkan seolah-olah menganggap Allah tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Allah pasti menerima kedatangannya.
Perlu diingat, meskipun dosa meninggalkan salat lebih besar daripada zina bukan berarti zina dianggap remeh. Islam mengingatkan agar manusia menjauhi zina karena termasuk kategori dosa besar di samping syirik dan membunuh anak (karena khawatir miskin). "Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)." (QS Al-Israa: 32)
Seseorang yang melakukan zina , maka hilanglah sifat-sifat mulia dari dirinya dan dicabutlah nur keimanannya. Na'udzubillahi min dzalik. Semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari kedua perkara ini. (Baca Juga: 17 Dosa Besar yang Harus Diketahui Umat Islam )
Sumber:
1. Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad karya Syeikh Zinuddin Al Maribariy.
2. Buku 30 Kisah Teladan karya KH Abdurrahman Arroisy
"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" (Baca Juga: Hati-hati, Ternyata Panca Indera pun Bisa Melakukan Zina )
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Nabi Musa penasaran.
"Orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa menyesal.Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina ," kata Jibril.
Mendengar penjelasan ini, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa salat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Allah, bahkan seolah-olah menganggap Allah tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Allah pasti menerima kedatangannya.
Perlu diingat, meskipun dosa meninggalkan salat lebih besar daripada zina bukan berarti zina dianggap remeh. Islam mengingatkan agar manusia menjauhi zina karena termasuk kategori dosa besar di samping syirik dan membunuh anak (karena khawatir miskin). "Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)." (QS Al-Israa: 32)
Seseorang yang melakukan zina , maka hilanglah sifat-sifat mulia dari dirinya dan dicabutlah nur keimanannya. Na'udzubillahi min dzalik. Semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari kedua perkara ini. (Baca Juga: 17 Dosa Besar yang Harus Diketahui Umat Islam )
Sumber:
1. Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad karya Syeikh Zinuddin Al Maribariy.
2. Buku 30 Kisah Teladan karya KH Abdurrahman Arroisy
(rhs)
Lihat Juga :