Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Sesudah itu datang pula Ismah bin Khalid ad-Dibbi membawa dua buah keranjang, salah satunya berisi kuda dari emas dengan pelana dari perak, mulut dan lehernya dihiasi batu yakut dan zamrud yang ditatah dengan perak, begitu juga kekangnya, dan penunggang kuda terbuat dari perak bermahkotakan permata. Dalam keranjang yang sebuah lagi berisi unta terbuat dari perak dengan kain wol penutup punggung dan perut dari emas berikut tali kendalinya yang juga dari emas.
Semua itu ditatah dengan batu yakut dengan patung seorang laki-laki di atasnya terbuat dari emas bermahkotakan permata. (Baca juga: Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia )
Di gedung-gedung besar di Mada'in pasukan Muslimin menemukan juga keranjang-keranjang yang disegel dengan timah, yang dikira berisi makanan, tetapi ternyata adalah bejana-bejana dari emas dan perak yang seragam.
Di tempat-tempat itu juga mereka menemukan tidak sedikit kapur barus, yang karena banyaknya mereka mengiranya garam. Setelah dibuat adonan baru diketahui karena rasanya yang pahit.
Orang-orang Arab itu tidak tergoda dengan barang-barang mewah tersebut. Masing-masing yang memperoleh barang rampasan itu menyerahkannya kepada kolektor sampai nanti Sa’ad sendiri memberikan pendapatnya.
Sesudah itu Qa'qa' bin Amr yang datang membawa pedang-pedang Kisra dan raja-raja yang lain dan menyerahkannya kepada Sa’ad, oleh Sa’ad ia disuruh memilih. la memilih pedang Heraklius, yang lain ditinggalkan. Ketika ada laki-laki datang kepada kolektor itu membawa sebuah botol yang sangat berharga, kolektor itu dan beberapa orang yang berada di tempat itu menanyakan: Dari semua yang ada pada kita, kita tidak melihat yang semacam ini atau yang mirip dengan ini.
Mereka menanyakan lagi laki-laki itu: "Adakah yang sudah Anda ambil?"
"Tidak," katanya. "Kalau tidak karena Allah, tidak akan saya serahkan ini kepada kalian."
Mereka menanyakan lagi tentang siapa dia? "Tidak akan saya beritahukan kepada kalian, agar kalian tidak memuji saya, tetapi yang saya puji hanya Allah dan saya sudah akan senang dengan karunia-Nya."
Tetapi Sa’ad segera tahu siapa orang itu dan yang semacamnya. Kemudian ia berkata: "Angkatan bersenjata itu sangat berpegang teguh pada amanat. Kalau tidak karena veteran Badar sudah berlalu, tentu saya katakan bahwa pada mereka itulah ciri-ciri khas veteran Badar." (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba )
Semua itu ditatah dengan batu yakut dengan patung seorang laki-laki di atasnya terbuat dari emas bermahkotakan permata. (Baca juga: Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia )
Di gedung-gedung besar di Mada'in pasukan Muslimin menemukan juga keranjang-keranjang yang disegel dengan timah, yang dikira berisi makanan, tetapi ternyata adalah bejana-bejana dari emas dan perak yang seragam.
Di tempat-tempat itu juga mereka menemukan tidak sedikit kapur barus, yang karena banyaknya mereka mengiranya garam. Setelah dibuat adonan baru diketahui karena rasanya yang pahit.
Orang-orang Arab itu tidak tergoda dengan barang-barang mewah tersebut. Masing-masing yang memperoleh barang rampasan itu menyerahkannya kepada kolektor sampai nanti Sa’ad sendiri memberikan pendapatnya.
Sesudah itu Qa'qa' bin Amr yang datang membawa pedang-pedang Kisra dan raja-raja yang lain dan menyerahkannya kepada Sa’ad, oleh Sa’ad ia disuruh memilih. la memilih pedang Heraklius, yang lain ditinggalkan. Ketika ada laki-laki datang kepada kolektor itu membawa sebuah botol yang sangat berharga, kolektor itu dan beberapa orang yang berada di tempat itu menanyakan: Dari semua yang ada pada kita, kita tidak melihat yang semacam ini atau yang mirip dengan ini.
Mereka menanyakan lagi laki-laki itu: "Adakah yang sudah Anda ambil?"
"Tidak," katanya. "Kalau tidak karena Allah, tidak akan saya serahkan ini kepada kalian."
Mereka menanyakan lagi tentang siapa dia? "Tidak akan saya beritahukan kepada kalian, agar kalian tidak memuji saya, tetapi yang saya puji hanya Allah dan saya sudah akan senang dengan karunia-Nya."
Tetapi Sa’ad segera tahu siapa orang itu dan yang semacamnya. Kemudian ia berkata: "Angkatan bersenjata itu sangat berpegang teguh pada amanat. Kalau tidak karena veteran Badar sudah berlalu, tentu saya katakan bahwa pada mereka itulah ciri-ciri khas veteran Badar." (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba )
Lihat Juga :