Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:01 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
ALANGKAH agung dan mulianya kemenangan itu! Inilah kota Kisra . Dan inilah pula Ruang Sidang Istananya. Mereka yang datang adalah orang-orang Semenanjung Arab yang tandus dan gersang. Mereka berjalan penuh kagum di sela-sela taman-taman Istana, di antara taman bunga yang merekah dan pohon-pohon yang tinggi-tinggi, berbagai macam buah-buahan — kurma dan anggur. (Baca juga: Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit )
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " melukiskan belum pernah mata mereka melihat yang semacam ini. Dari kebun-kebun itu mereka berpindah ke serambi, yang membuat mereka bertambah kagum melihat isi di dalamnya — ukiran-ukiran yang begitu indah dan cermat di luar yang dapat mereka lukiskan.
Perabot-perabot rumah, yang di Damsyik pun tak ada yang dapat dibandingkan. Pelbagai permadani dari sutera Persia dianyam dengan emas dan perak, dan segala kemewahan dan kenikmatan hidup terkumpul semua dalam Ruang Sidang Istana itu — karya-karya seni yang begitu indah dari segenap penjuru di Timur. (Baca juga: Hadapi Muslim, Pasukan Persia Anggap Berperang dengan Jin )
Bagi Sa’ad bin Abi Waqqash dan sahabat-sahabat tak dapat berbuat lain daripada rasa syukur itu kepada Allah yang telah memberikan kemenangan kepada mereka. Dengan demikian Sa’ad mengadakan salat syukur kepada Allah, salat kemenangan, delapan rakaat dengan satu kali salam.
Setelah itu ia memerintahkan anak buahnya agar membawa keluarga pasukan Muslimin dari Hirah dan kota-kota serta desa-desa lain di Irak ke Mada'in.
Sa’ad tinggal di Istana Kisra itu, dan Ruang Sidang Istana dijadikannya musala. Patung-patung yang ada di dalamnya dibiarkannya tidak terusik di tempatnya. Buat apa pula diusik yang hanya merupakan hiasan yang memperindah Istana dan tempat-tempat lain di dalam serarribi, kendati Ruang Sidang Istana itu diutamakan lebih indah dan lebih cemerlang. Dinding Istana dihiasi dengan ukiran-ukiran dari dasar di bawah sampai ke kolong-kolong kubah. Dinding yang tampak dari luar putih metah dibiarkan polos. (Baca juga: Pasukan Muslim Kepung Kota Bahrasir, Ajakan Damai Raja Persia Ditolak )
Dalam lemari-lemari Kisra itu Sa’ad bin Abi Waqqas menemukan penuh dengan harta, pakaian yang mahal-mahal, bermacam-macam alat rumah tangga dan bejana, barang-barang lain yang nilainya tak mungkin dapat dilukiskan dengan kata-kata dan angka.
Dalam pada itu Sa’ad sudah mengirim pasukannya untuk mengejar Raja Yazdigird dan mereka yang lari bersamanya ke Hulwan. Mereka berhasil menyusul dan membawa kembali sebagian mereka berikut barang-barang bawaannya, yang ternyata nilainya melebihi harta yang ada di dalam Istana. Dan di dalam gedung-gedung sekitar Istana di Mada'in itu pasukan Muslimin juga menemukan barang-barang berharga dengan nilai yang dapat membingungkan daya khayal mereka, dan segalanya menunjukkan kemewahan penghuninya, dan yang hanya dikenal oleh Persia. (Baca juga: Pasukan Muslim Merangsek ke Ibu Kota, Sejumlah Komandan Kompi Persia Tewas )
Disebutkan pula bahwa di tempat-tempat penyimpanan Kisra itu Sa’ad menemukan tiga triliun dinar, dan barang-barang berharga di Istana yang sudah tak terhitung nilainya. Dan mereka yang berangkat mengejar Kisra membawa kembali sebuah mahkota bertatahkan mutu manikam, mutiara dan permata, dan pakaian dari sutera bersulam emas dan bertatahkan permata. Yang bukan sutera, yang juga bersulam, di samping mutiara Kisra, adalah pedang dan baju besinya yang juga dihiasi permata.
Haekal melanjutkan, ketika Qa'qa' bin Amr mengejar seorang Persia dan berhasil membunuhnya, ia menemukan dari orang itu dua kopor besar berisi beberapa pedang, baju-baju besi milik Kisra, Heraklius, raja Turki dan raja-raja lain yang pernah diperangi dan memerangi Persia.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " melukiskan belum pernah mata mereka melihat yang semacam ini. Dari kebun-kebun itu mereka berpindah ke serambi, yang membuat mereka bertambah kagum melihat isi di dalamnya — ukiran-ukiran yang begitu indah dan cermat di luar yang dapat mereka lukiskan.
Perabot-perabot rumah, yang di Damsyik pun tak ada yang dapat dibandingkan. Pelbagai permadani dari sutera Persia dianyam dengan emas dan perak, dan segala kemewahan dan kenikmatan hidup terkumpul semua dalam Ruang Sidang Istana itu — karya-karya seni yang begitu indah dari segenap penjuru di Timur. (Baca juga: Hadapi Muslim, Pasukan Persia Anggap Berperang dengan Jin )
Bagi Sa’ad bin Abi Waqqash dan sahabat-sahabat tak dapat berbuat lain daripada rasa syukur itu kepada Allah yang telah memberikan kemenangan kepada mereka. Dengan demikian Sa’ad mengadakan salat syukur kepada Allah, salat kemenangan, delapan rakaat dengan satu kali salam.
Setelah itu ia memerintahkan anak buahnya agar membawa keluarga pasukan Muslimin dari Hirah dan kota-kota serta desa-desa lain di Irak ke Mada'in.
Sa’ad tinggal di Istana Kisra itu, dan Ruang Sidang Istana dijadikannya musala. Patung-patung yang ada di dalamnya dibiarkannya tidak terusik di tempatnya. Buat apa pula diusik yang hanya merupakan hiasan yang memperindah Istana dan tempat-tempat lain di dalam serarribi, kendati Ruang Sidang Istana itu diutamakan lebih indah dan lebih cemerlang. Dinding Istana dihiasi dengan ukiran-ukiran dari dasar di bawah sampai ke kolong-kolong kubah. Dinding yang tampak dari luar putih metah dibiarkan polos. (Baca juga: Pasukan Muslim Kepung Kota Bahrasir, Ajakan Damai Raja Persia Ditolak )
Dalam lemari-lemari Kisra itu Sa’ad bin Abi Waqqas menemukan penuh dengan harta, pakaian yang mahal-mahal, bermacam-macam alat rumah tangga dan bejana, barang-barang lain yang nilainya tak mungkin dapat dilukiskan dengan kata-kata dan angka.
Dalam pada itu Sa’ad sudah mengirim pasukannya untuk mengejar Raja Yazdigird dan mereka yang lari bersamanya ke Hulwan. Mereka berhasil menyusul dan membawa kembali sebagian mereka berikut barang-barang bawaannya, yang ternyata nilainya melebihi harta yang ada di dalam Istana. Dan di dalam gedung-gedung sekitar Istana di Mada'in itu pasukan Muslimin juga menemukan barang-barang berharga dengan nilai yang dapat membingungkan daya khayal mereka, dan segalanya menunjukkan kemewahan penghuninya, dan yang hanya dikenal oleh Persia. (Baca juga: Pasukan Muslim Merangsek ke Ibu Kota, Sejumlah Komandan Kompi Persia Tewas )
Disebutkan pula bahwa di tempat-tempat penyimpanan Kisra itu Sa’ad menemukan tiga triliun dinar, dan barang-barang berharga di Istana yang sudah tak terhitung nilainya. Dan mereka yang berangkat mengejar Kisra membawa kembali sebuah mahkota bertatahkan mutu manikam, mutiara dan permata, dan pakaian dari sutera bersulam emas dan bertatahkan permata. Yang bukan sutera, yang juga bersulam, di samping mutiara Kisra, adalah pedang dan baju besinya yang juga dihiasi permata.
Haekal melanjutkan, ketika Qa'qa' bin Amr mengejar seorang Persia dan berhasil membunuhnya, ia menemukan dari orang itu dua kopor besar berisi beberapa pedang, baju-baju besi milik Kisra, Heraklius, raja Turki dan raja-raja lain yang pernah diperangi dan memerangi Persia.
Lihat Juga :