Abu Nawas Jadi Korban Mimpi Baginda, Dendam pun Tak Bisa Dicegah
Selasa, 03 November 2020 - 06:38 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
URUSAN mimpi memang bisa menjadi masalah. Apalagi kalau pejabat tinggi yang bermimpi. Semua bisa jadi tak masuk akal dan kelewatan. Begitu juga yang terjadi di era Khalifah Harun Ar-Rasyid .
Sebelumnya, ada kasus Qadhi (Kadi) yang memaksa pemuda Mesir untuk melamar putrinya dengan seluruh harga yang ia miliki. Pemaksaan itu dasarnya adalah mimpi si pemuda itu. (Baca juga: Santri-Santri Demo Anarkis di Malam Hari, Abu Nawas Jadi Provokator )
Akibatnya, pemuda Mesir itu bangkrut dan mendadak menjadi miskin. Untung Abu Nawas menyelamatkannya, sehingga pemuda itu bisa pulang ke Mesir dan membawa kembali hartanya.
Nah, kini giliran Abu Nawas yang menjadi korban. Pelakunya bukan sembarang orang. Dia adalah Baginda Raja.
Lihatlah, Abu Nawas yang tidak berdaya. Ia hanya tertunduk sedih mendengarkan penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titah langsung Baginda Raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa dicegah. Kata mereka semalam Baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya. (Baca juga: Ditawari Jadi Menteri Oleh Baginda, Abu Nawas Malah Konsultasi dengan Burung )
Maka ia pun memerintahkan pekerja untuk membuktikan mimpinya itu. Hasilnya, mimpi hanyalah kembang tidur saja. Tak ditemukan emas dan permata di rumah Abu Nawas. Hal yang membuat Abu Nawas sangat kesal bahkan dendam, jangankan mengganti kerugian, meminta maaf pun Baginda tidak lakukan.
Lama Abu Nawas memeras otak, mencari cara membalas dendam. Ia ingin mencari muslihat yang setimpal. Makanan yang dihidangkan oleh istrinya tidak dimakan karena nafsu makannya lenyap. Malam pun tiba, namun Abu Nawas tetap tidak beranjak. Keesokan hari Abu Nawas melihat lalat-lalat mulai menyerbu makanan Abu Nawas yang sudah basi, la tiba-tiba tertawa riang.
"Tolong ambilkan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi." Abu Nawas berkata kepada istrinya.
"Untuk apa?" tanya istrinya heran.
"Membalas Baginda Raja," kata Abu Nawas singkat. (Baca juga: Abu Nawas Minta Kiamat untuk Jalankan Tugas Baginda ke Surga )
Dengan muka berseri-seri Abu Nawas berangkat menuju istana.
Sebelumnya, ada kasus Qadhi (Kadi) yang memaksa pemuda Mesir untuk melamar putrinya dengan seluruh harga yang ia miliki. Pemaksaan itu dasarnya adalah mimpi si pemuda itu. (Baca juga: Santri-Santri Demo Anarkis di Malam Hari, Abu Nawas Jadi Provokator )
Akibatnya, pemuda Mesir itu bangkrut dan mendadak menjadi miskin. Untung Abu Nawas menyelamatkannya, sehingga pemuda itu bisa pulang ke Mesir dan membawa kembali hartanya.
Nah, kini giliran Abu Nawas yang menjadi korban. Pelakunya bukan sembarang orang. Dia adalah Baginda Raja.
Lihatlah, Abu Nawas yang tidak berdaya. Ia hanya tertunduk sedih mendengarkan penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titah langsung Baginda Raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa dicegah. Kata mereka semalam Baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya. (Baca juga: Ditawari Jadi Menteri Oleh Baginda, Abu Nawas Malah Konsultasi dengan Burung )
Maka ia pun memerintahkan pekerja untuk membuktikan mimpinya itu. Hasilnya, mimpi hanyalah kembang tidur saja. Tak ditemukan emas dan permata di rumah Abu Nawas. Hal yang membuat Abu Nawas sangat kesal bahkan dendam, jangankan mengganti kerugian, meminta maaf pun Baginda tidak lakukan.
Lama Abu Nawas memeras otak, mencari cara membalas dendam. Ia ingin mencari muslihat yang setimpal. Makanan yang dihidangkan oleh istrinya tidak dimakan karena nafsu makannya lenyap. Malam pun tiba, namun Abu Nawas tetap tidak beranjak. Keesokan hari Abu Nawas melihat lalat-lalat mulai menyerbu makanan Abu Nawas yang sudah basi, la tiba-tiba tertawa riang.
"Tolong ambilkan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi." Abu Nawas berkata kepada istrinya.
"Untuk apa?" tanya istrinya heran.
"Membalas Baginda Raja," kata Abu Nawas singkat. (Baca juga: Abu Nawas Minta Kiamat untuk Jalankan Tugas Baginda ke Surga )
Dengan muka berseri-seri Abu Nawas berangkat menuju istana.
Lihat Juga :