Tiga Kisah Hikmah: Pertanggungjawaban, Kepalsuan, Pelajaran dan Kafilah
Selasa, 10 November 2020 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Suatu hari seorang laki-laki pergi ke guru Sufi dan menjelaskan bagaimana guru yang salah menentukan latihan-latihan untuk pengikutnya.
"Orang tersebut jelas seorang penipu. Ia meminta muridnya untuk 'tidak berpikir apa pun'. Mudah mengatakan, yang karena mengesankan banyak orang. Tetapi mustahil untuk tidak berpikir apa pun."
Guru berkata padanya:
"Mengapa engkau datang menemuiku?"
"Untuk menunjukkan kemustahilan orang ini, dan juga mendiskusikan mistisisme."
"Tidak sekadar mencari dukungan atas keputusanmu, bahwa orang ini adalah seorang penipu?"
"Tidak, aku sudah tahu itu."
"Tidak untuk menunjukkan pada kami yang duduk di sini bahwa engkau lebih tahu daripada orang biasa, orang yang mudah tertipu?"
"Tidak, sebenarnya aku ingin engkau memberiku petunjuk."
"Baiklah. Petunjuk paling baik yang dapat kuberikan padamu adalah saran -- jangan berpikir apa pun."
Orang ini segera mengundurkan diri dari pertemuan tersebut, percaya bahwa sang guru seorang penipu.
Tetapi seorang asing, yang ketinggalan permulaan peristiwa tersebut, dan memasuki ruangan tepat pada saat guru mengatakan:
"Petunjuk paling baik yang dapat kuberikan padamu adalah jangan berpikir apa pun," ia sangat terkesan.
"Orang tersebut jelas seorang penipu. Ia meminta muridnya untuk 'tidak berpikir apa pun'. Mudah mengatakan, yang karena mengesankan banyak orang. Tetapi mustahil untuk tidak berpikir apa pun."
Guru berkata padanya:
"Mengapa engkau datang menemuiku?"
"Untuk menunjukkan kemustahilan orang ini, dan juga mendiskusikan mistisisme."
"Tidak sekadar mencari dukungan atas keputusanmu, bahwa orang ini adalah seorang penipu?"
"Tidak, aku sudah tahu itu."
"Tidak untuk menunjukkan pada kami yang duduk di sini bahwa engkau lebih tahu daripada orang biasa, orang yang mudah tertipu?"
"Tidak, sebenarnya aku ingin engkau memberiku petunjuk."
"Baiklah. Petunjuk paling baik yang dapat kuberikan padamu adalah saran -- jangan berpikir apa pun."
Orang ini segera mengundurkan diri dari pertemuan tersebut, percaya bahwa sang guru seorang penipu.
Tetapi seorang asing, yang ketinggalan permulaan peristiwa tersebut, dan memasuki ruangan tepat pada saat guru mengatakan:
"Petunjuk paling baik yang dapat kuberikan padamu adalah jangan berpikir apa pun," ia sangat terkesan.
Lihat Juga :