Jaga Pandangan untuk Ketenangan Hati

loading...
Jaga Pandangan untuk Ketenangan Hati
Tidak selalu perempuan belum menikah yang sulit menjaga pandangan, namun juga perempuan-perempuan sudah menikah, seperti dialami oleh Zhulaika terhadap Nabi Yusuf. Foto ilustrasi/ist
Hati adalah tempat bersemayamnya nafsu . Karena itulah hati manusia bisa melayang-layang kemana-mana berdasarkan nafsu yang bersemayam di dalamnya.

Ustadzah Ninih Muthmainnah dalam tausiyah dengan muslimah di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung menjelaskan, ada tiga jenis nafsu yang bisa menguasai hati manusia. Istri KH Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Teh Ninih ini menyebutkan, tiga nafsu itu yakni nafsu mutmainah, nafsu lawwamah dan nafsu amarah.

1. Nafsu mutmainah, adalah nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat baik. Untuk melakukan kebaikan , orang ini tidak banyak berpikir terlebih dahulu, tapi langsung melakukannya.

(Baca juga : Dahsyatnya Setan Menjerumuskan Manusia Melalui Perempuan )



2. Nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang sedang berproses. Untuk melakukan kebaikan, ia masih banyak berpikir. Ia condong pada keburukan tapi menginginkan kebaikan. Contohnya, ingin salat tahajud tapi malas bangun. Ketika sadar salatnya terlewat, ia menyalahkan diri sendiri namun tetap melakukannya lagi.

3. Amarah atau nafsu amarah, yaitu hati yang condong pada keburukan. Keinginannya selalu mengikuti hawa nafsu. Hatinya akan terasa sumpek, kecuali orang yang memang sudah bebal. Kalau orang sudah merasa sumpek, itu tandanya nafsunya sudah condong ke dalam keburukan.

(Baca juga : Memberi Nama Janin yang Keguguran Menurut Empat Mazhab )

Karena itulah kita harus minta kelapangan hati dan hidayah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an :

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
halaman ke-1
cover top ayah
بَدِيۡعُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَ اِذَا قَضٰٓى اَمۡرًا فَاِنَّمَا يَقُوۡلُ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُ
(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

(QS. Al-Baqarah:117)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video