Apa Sih Perbedaan Antara Karamah dan Mukjizat? (Bagian 4)
Selasa, 10 November 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana mungkin diperbolehkan melebihkan Karamah para wali di atas Mukjizat para Nabi. Dan bolehkah mengutamakan para wali di atas para Nabi? Menurut Al-Qusyairi, karamah para wali terkait dengan Mukjizat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, karena setiap orang yang tidak jujur dan sungguh-sungguh dalam Islamnya maka ia tidak akan mampu memunculkan karamah.
Setiap Nabi yang memunculkan karamahnya kepada salah seorang umatnya, maka karamah itu termasuk Mukjizatnya . Jika seorang Rasul tidak mempercayai umatnya, maka tidak akan muncul Karamah pada umatnya. Adapun tingkatan para wali tidak akan menyamai tingkatan para Nabi berdasarkan dalil ijma' (kesepakatan ulama).
Mengenai hal ini, Al-Qusyairi menjelaskan bahwa Karamah terkadang berupa terkabulnya doa, munculnya makanan ketika dibutuhkan tanpa sebab yang jelas, ditemukannya air ketika haus, kemudahan menempuh jarak dalam waktu sekejap, terbebas dari musuh, mendengar percakapan tanpa rupa, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan kebiasaan. [Baca Juga: Benarkah Ka'bah Selalu Dikunjungi Salah Seorang Wali? (Bagian 3) ]
(Bersambung)!
Sumber:
Kitab "Jami' Karamat Al-Aulia" karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
Setiap Nabi yang memunculkan karamahnya kepada salah seorang umatnya, maka karamah itu termasuk Mukjizatnya . Jika seorang Rasul tidak mempercayai umatnya, maka tidak akan muncul Karamah pada umatnya. Adapun tingkatan para wali tidak akan menyamai tingkatan para Nabi berdasarkan dalil ijma' (kesepakatan ulama).
Mengenai hal ini, Al-Qusyairi menjelaskan bahwa Karamah terkadang berupa terkabulnya doa, munculnya makanan ketika dibutuhkan tanpa sebab yang jelas, ditemukannya air ketika haus, kemudahan menempuh jarak dalam waktu sekejap, terbebas dari musuh, mendengar percakapan tanpa rupa, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan kebiasaan. [Baca Juga: Benarkah Ka'bah Selalu Dikunjungi Salah Seorang Wali? (Bagian 3) ]
(Bersambung)!
Sumber:
Kitab "Jami' Karamat Al-Aulia" karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
(rhs)
Lihat Juga :