Aa Gym: Seandainya Semua Kaya, Apa yang Akan Terjadi?
Minggu, 15 November 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
"Itu baru dimisalkan dengan warga Bandung, bagaimana kalau se-Indonesia yang kaya? Benar-benar kacau dan lumpuh di mana-mana. Bahkan seandai warga sebuah desa saja yang kaya semuanya, maka kehidupan desa itu pun bisa kacau dan hancur," terang Aa Gym . (Baca Juga: Cara Meredam dan Melawan Hawa Nafsu )
Kemudian, ada cerita lainnya lagi tentang seseorang yang doanya mustajab. Ia tidak tega melihat petugas sampah, tukang jahit keliling yang bersepeda, dan profesi semacamnya di sebuah desa. Kemudian ia berdoa, "Ya Allah, jangan biarkan mereka miskin."
Suatu waktu ia datang kembali ke desa itu. Dilihatnya bangunan sudah bertingkat-tingkat dan megah, semuanya kaya dan makmur. Tapi desanya kotor karena tidak ada tukang sampah. Pakaian mereka robek karena tidak ada tukang jahit. Rambut mereka gondrong karena merasa rugi dengan tarif satu milyar untuk sekali bercukur. Sehari-hari, warga desa tadi lebih memilih berada di rumah. Sebab di sepanjang jalan ramai berdatangan orang-orang dari daerah lain, yang sok kenal dan berharap kecipratan kaya.
"Jadi, mohon maaf kalau berulang kali saya kemukakan, tidak penting menjadi orang kaya. Jangan kagum pada perkataan kaya . Jangan minder melihat atau bertemu orang kaya. Jangan lagi tertarik membicarakan tentang bagaimana jadi kaya . Karena kaya itu baunya saja sudah pengap dengan bau nafsu," papar Aa Gym mengingatkan.
Tentu saja tidak dilarang kalau kita mau menjadi kaya dengan niat, upaya dan penggunaan yang baik dan benar. Tetapi, sebetulnya masing-masing kita juga sudah ada garisnya. Allah Yang Mahabaik lebih mengetahui tentang apa yang terbaik bagi diri kita. Hanya Dia yang benar-benar menginginkan kita menjadi lebih baik.
Islam mengajarkan qana'ah bahwa yang penting itu cukup, dan cukup itu terukur. Bayangkan mana yang lebih baik, antara banyak tidur dan tidur yang cukup? Pasti lebih baik yang cukup. Kalau banyak tidur, besar kemungkinan sedang mengigau saat orang salat Subuh . Orang-orang salat Zuhur, bisa jadi masih terus asik di alam mimpi. Ketika tiba-tiba terbangun sudah gelap. Tidak ada lagi suara azan Magrib, kecuali mungkin suara jangkrik di kuburan. (Baca Juga: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan Mempersulit Diri! )
Sumber:
Buku Ikhtiar Meraih Ridha Allah jilid 2 Karya Aa Gym
Kemudian, ada cerita lainnya lagi tentang seseorang yang doanya mustajab. Ia tidak tega melihat petugas sampah, tukang jahit keliling yang bersepeda, dan profesi semacamnya di sebuah desa. Kemudian ia berdoa, "Ya Allah, jangan biarkan mereka miskin."
Suatu waktu ia datang kembali ke desa itu. Dilihatnya bangunan sudah bertingkat-tingkat dan megah, semuanya kaya dan makmur. Tapi desanya kotor karena tidak ada tukang sampah. Pakaian mereka robek karena tidak ada tukang jahit. Rambut mereka gondrong karena merasa rugi dengan tarif satu milyar untuk sekali bercukur. Sehari-hari, warga desa tadi lebih memilih berada di rumah. Sebab di sepanjang jalan ramai berdatangan orang-orang dari daerah lain, yang sok kenal dan berharap kecipratan kaya.
"Jadi, mohon maaf kalau berulang kali saya kemukakan, tidak penting menjadi orang kaya. Jangan kagum pada perkataan kaya . Jangan minder melihat atau bertemu orang kaya. Jangan lagi tertarik membicarakan tentang bagaimana jadi kaya . Karena kaya itu baunya saja sudah pengap dengan bau nafsu," papar Aa Gym mengingatkan.
Tentu saja tidak dilarang kalau kita mau menjadi kaya dengan niat, upaya dan penggunaan yang baik dan benar. Tetapi, sebetulnya masing-masing kita juga sudah ada garisnya. Allah Yang Mahabaik lebih mengetahui tentang apa yang terbaik bagi diri kita. Hanya Dia yang benar-benar menginginkan kita menjadi lebih baik.
Islam mengajarkan qana'ah bahwa yang penting itu cukup, dan cukup itu terukur. Bayangkan mana yang lebih baik, antara banyak tidur dan tidur yang cukup? Pasti lebih baik yang cukup. Kalau banyak tidur, besar kemungkinan sedang mengigau saat orang salat Subuh . Orang-orang salat Zuhur, bisa jadi masih terus asik di alam mimpi. Ketika tiba-tiba terbangun sudah gelap. Tidak ada lagi suara azan Magrib, kecuali mungkin suara jangkrik di kuburan. (Baca Juga: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan Mempersulit Diri! )
Sumber:
Buku Ikhtiar Meraih Ridha Allah jilid 2 Karya Aa Gym
(rhs)
Lihat Juga :