Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Senin, 16 November 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Tidak ada sebenarnya yang menghalanginya memeluk Islam kecuali takut kehilangan kekuasaannya. Bahkan beberapa panglima perangnya sudah mengancam tidak akan mengakui kedudukannya jika ia memenuhi seruan Nabi. (Baca Juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Siapa Mereka? )
Dihyah Al-Kalbi sering menemui sang uskup untuk mengajarkan Islam. Pada hari Ahadnya, sang uskup tidak hadir untuk memberikan ceramah dan nasihat seperti biasanya, padahal orang-orang Romawi yang menjadi jamaahnya telah berkumpul. Begitupun berulang pada beberapa hari berikutnya. Sehingga akhirnya orang-orang Romawi mengancam untuk membunuhnya jika tidak keluar.
Sang uskup, Ibnu Nathur menitipkan surat pada Dihyah untuk Nabi tentang keislamannya, dan menyampaikan pada Nabi apa yang dilihatnya. Setelah itu Ibnu Nathur keluar menemui orang-orang Romawi, tidak dengan pakaian gereja kebesaran seperti biasanya, tetapi memakai pakaian putih.
Ia mengucapkan syahadat di hadapan mereka sehingga mereka begitu murka dan akhirnya membunuh sang Uskup yang selama ini dipatuhi dan mereka dengar dan patuhi nasihat-nasihatnya.
Dihyah Al-Kalbi lah yang menjadi saksi langsung peristiwa tersebut. Kemudian beliau pulang menceritakan peristiwa itu kepada Nabi sekaligus menyerahkan surat sang Uskup. Surat itu dibacakan untuk Rasulullah dan mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk Ibnu Nathur.
Demikian seklias kisah Dihyah Al-Kalbi pada masa hidupnya. Beliau tinggal di daerah Mizzah di Damaskus Syam dan hidup hingga masa kekhalifahan Muawiyyah bin Abi Sufyan. (Baca Juga: Zaid Bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan Al-Qur'an )
Sumber:
1. Al-Ishaabah, Ibnu Hajar, hal. 371. no. 2474
2. Thabaqaat, Ibni Sa'ad, 4/249.
3. Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Manaqib, bab: ‘Alaamaatin Nubuwwah fil Islaam.
4. Shahih Al-Bukhari, Kitab al-Jihad was Siyar, Bab: Du’aa-in Nabiyyi an-Naasa ilal Islaam.
5. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, 6/242.
Dihyah Al-Kalbi sering menemui sang uskup untuk mengajarkan Islam. Pada hari Ahadnya, sang uskup tidak hadir untuk memberikan ceramah dan nasihat seperti biasanya, padahal orang-orang Romawi yang menjadi jamaahnya telah berkumpul. Begitupun berulang pada beberapa hari berikutnya. Sehingga akhirnya orang-orang Romawi mengancam untuk membunuhnya jika tidak keluar.
Sang uskup, Ibnu Nathur menitipkan surat pada Dihyah untuk Nabi tentang keislamannya, dan menyampaikan pada Nabi apa yang dilihatnya. Setelah itu Ibnu Nathur keluar menemui orang-orang Romawi, tidak dengan pakaian gereja kebesaran seperti biasanya, tetapi memakai pakaian putih.
Ia mengucapkan syahadat di hadapan mereka sehingga mereka begitu murka dan akhirnya membunuh sang Uskup yang selama ini dipatuhi dan mereka dengar dan patuhi nasihat-nasihatnya.
Dihyah Al-Kalbi lah yang menjadi saksi langsung peristiwa tersebut. Kemudian beliau pulang menceritakan peristiwa itu kepada Nabi sekaligus menyerahkan surat sang Uskup. Surat itu dibacakan untuk Rasulullah dan mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk Ibnu Nathur.
Demikian seklias kisah Dihyah Al-Kalbi pada masa hidupnya. Beliau tinggal di daerah Mizzah di Damaskus Syam dan hidup hingga masa kekhalifahan Muawiyyah bin Abi Sufyan. (Baca Juga: Zaid Bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan Al-Qur'an )
Sumber:
1. Al-Ishaabah, Ibnu Hajar, hal. 371. no. 2474
2. Thabaqaat, Ibni Sa'ad, 4/249.
3. Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Manaqib, bab: ‘Alaamaatin Nubuwwah fil Islaam.
4. Shahih Al-Bukhari, Kitab al-Jihad was Siyar, Bab: Du’aa-in Nabiyyi an-Naasa ilal Islaam.
5. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, 6/242.
(rhs)
Lihat Juga :