Harapan kepada Biden: Hentikan Muslim Ban dan Muslim Bom!

Rabu, 18 November 2020 - 15:32 WIB
loading...
A A A
Dalam sejarahnya, komunitas Muslim Amerika mayoritasnya memberikan suara kepada kandidat dari partai Demokrat. Tentu salah satu pertimbangannya adalah karena Partai Demokrat memiliki “Platform” partai yang lebih bersahabat. Salah satunya adalah bahwa partai ini (secara teori) tidak terlalu ambisi perang. Dana militer dikurangi. Anggaran negara diperbanyak dalam pelayanan masyarakat (social services). Sehingga wajar kalau Republican menuduh mereka sosialis.

Ambillah misalnya zaman Clinton di mana warga Muslim mendukungnya. Salah satu hasil dari dukungan itu adalah ketegasan Presiden Clinton membela warga Muslim di Bosnia ketika itu. Tentu secara global memang Amerik punya kepentingan melawan Rusia saat itu.

Ijtihad politik umat menjadi lebih nampak pada pilpres Amerika di tahun 2000. Saat itu pertarungan antara Al Gore dari Partai Demokrat dan GW Bush Jr dari Partai Republican. Al Gore adalah mantan wakil Clinton yang cukup populer ketika itu. Sehingga banyak yang memperkirakan Al Gore akan dengan mudah memenangkan pilpres saat itu.

Yang terjadi kemudian adalah Al Gore memilih Senator Lieberman dari Connecticut yang beragama Yahudi dan sangat pro Israel sebagai cawapresnya. Maka orang Islam, khususnya mereka yang imigran menyatukan suara untuk mendukung kandidat Republican GW Bush Jr.

Ijtihad politik ini selain membawa friksi di kalangan Komunitas Muslim, juga membawa mala petaka besar dengan perang Irak II yang telah disebutkan di atas. Belum lagi karena 9/11 2001 berbagai kebijakan GW Bush sangat menekan Komunitas Muslim. Satu di antaranya adalah kebijakan "war on terror" (perang melawan teror) ternyata banyak dimaknai sebagai perang kepada Islam.

Harapan kemudian tumbuh delapan tahun kemudian. Tiba-tiba ada seorang Afro Amerika, muda dan kharismatik, pintar dan berwawasan luas, lolos menjadi kandidat Presiden Amerika dari Partai Demokrat. Barack Obama menjadi harapan umat saat itu.

Selain berlatar belakang aktifis, yang pasti paham kehidupan rakyat bawah termasuk keragaman yang ada. Dia juga pernah tinggal di sebuah negara Muslim terbesar dunia (Indonesia). Sedikit banyaknya capres Amerika ini tahu akan Islam yang sesungguhnya. Minimal ada memori tentang kehidupan Umat Islam yang normal (tidak ditakuti).

Ternyata harapan itu tidak juga terbukti secara maksimal. Barack Obama berusaha menjaga jarak (tanpa langsung) dengan Komunitas Muslim Amerika karena tumbuh imej (bahkan tuduhan) jika Barack Obama adalah Muslim yang terselubung.

Tapi lebih dari itu beberapa kebijakan Barack Obama juga merugikan Komunitas Muslim, baik di Amerika maupun di dunia internasional. Di zaman Obama program mata-mata (surveillance) Bush masih berlanjut. Tapi yang terpenting di zaman Barack Obamalah terjadi serangan “Drone” (senjata tanpa manusia) besar-besaran ke dunia Islam.

Satu peristiwa yang terjadi dan tidak terlupakan adalah serangan drone ke Pakistan yang menewaskan keluarga 12 orang yang sedang makan malam. Tindak lanjut peristiwa ini hanya diselesaikan dengan dukungan politik kepada musyarraf. Menyedihkan!

Artinya dengan segala hal positif, termasuk suasana yang lebih bersahabat, Barack Obama juga tidak bisa melakukan banyak hal untuk mengurangi "damages" (kerusakan-kerusakan) yang ditimbulkan oleh berbagai kebijakan pemerintahan Amerika.

Barack Obama berakhir dengan manis tapi pahit. Tiba-tiba Amerika mendarat cobaan (musibah) dengan terpilihnya Donald Trump, seorang yang rasis, memiliki idiologi ekstrim kanan, dan berdarah white supremacy. Maka sempurnalah penderitaan komunitas Muslim Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Muslimverse Luncurkan...
Muslimverse Luncurkan Tantangan Harian Ramadhan, Hadiah Umrah Gratis hingga Uang Tunai
Tak Sengaja Makan Daging...
Tak Sengaja Makan Daging Babi, Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim?
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Amazing Muharram 2025...
Amazing Muharram 2025 Sukses Digelar di Tokyo, Aa Gym hingga Ivan Gunawan Jadi Pembicara
Rekomendasi
Mengapa Ikan Kiamat...
Mengapa Ikan Kiamat Dikaitkan dengan Bencana Alam, Ini Jawaban Ilmiahnya
Terjadi di Zaman Nabi,...
Terjadi di Zaman Nabi, Fenomena Alam Ini Jadikan Organ Tubuh seperti Kaca
Arkeolog Beberkan Fakta...
Arkeolog Beberkan Fakta Penguat Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved