Kisah Tragis Utsman bin Affan (4): Prestasi Selama Menjadi Khalifah

Jum'at, 20 November 2020 - 12:54 WIB
loading...
Kisah Tragis Utsman...
Ilustrasi/Ist
A A A
KAUM muslimin pada zaman khalifah Utsman bin Affan telah banyak membuahkan hasil. Pada zaman tersebut kaum muslimin melanjutkan penaklukan-penaklukan terhadap negeri-negeri kafir di dua arah, timur dan barat. (Baca juga: Kisah Tragis Utsman bin Affan (3): Jauh Sebelum Wafat, Rasulullah Minta Utsman Tak Meletakkan Jabatan )

Di arah timur, kaum muslimin telah berhasil menumpas pemberontakan yang terjadi di daerah Persia dan Khurasan (yang sekarang terbagi menjadi 3 negara yaitu Iran , Afghanistan dan Turkistan) dan daerah Azerbaijan yang merupakan negara bagian Uni Soviet dahulu dan ibukotanya Baku (ini bagian yang terbesar, adapun bagian yang terkecil mengikut kepada Iran).

Kota yang terpenting adalah kota Tibriz. Ditambahkan lagi, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan banyak daerah-daerah lain semisal Tubristan (di utara Iran sekarang) dan negeri al-Kharaz yang terletak di tepi barat laut Qazwin.

Pada tahun 31 H raja Persia yang bernama Raja Yazdegerd III terbunuh, hingga runtuhlah negara Persia yang tidak bisa bangkit lagi.

Di arah barat atau negara Romawi , kaum muslimin mendapatkan banyak kemenangan juga. (Baca juga: Kisah Tragis Utsman bin Affan (2): Ketika Rasulullah Bicara dengan Gunung Uhud dan Hira )

Mu’awiyah bin Abi Sufyan penguasa Syam juga telah berhasil memerangi negeri Romawi hingga ‘Ammuriyah (sekarang di Turki), sebagaimana beliau juga berhasil menaklukan Jazirah Qubruz dengan pasukan (angkatan) lautnya di laut tengah (Mediterania).

Di arah ini juga, kaum muslimin berhasil menumpas pemberontakan di Mesir tepatnya di Iskandariyah. Dan di laut tengah pasukan Islam dapat mengalahkan pasukan Romawi di suatu peperangan yang dikenal dengan perang Dzati ash-Shuwari. Berkat kemenangan-kemenangan ini, negara Islam menjadi negara kelautan.

Mushab Utsmani
Khalifah Utsman juga memiliki jasa yang lain yaitu beliau mempersatukan kaum muslimin di atas satu mushaf, karena dikhawatirkan akan terjadi perselisihan di antara kaum muslimin dalam bacaan al-Qur’an.

Pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, wilayah Islam sudah sangat luas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perbedaan pembelajaran Al-Qur'an di beberapa pelosok wilayah. Perbedaan itu meliputi susunan surahnya atau lafal (dialeknya).

Salah seorang sahabat bernama Huzaifah bin Yaman melihat perselisihan antara tentara Islam ketika menaklukkan Armenia dan Azerbeijan. Masing-masing pihak menganggap cara membaca Al- Qur'an yang dilakukan adalah paling baik. (Baca juga: Rasulullah Sudah Peringatkan Utsman bin Affan Akan Terbunuh karena Fitnah )

Perselisihan tersebut kemudian dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman kepada Khalifah Usman bin Affan selanjutnya Khalifah Usman membentuk sebuah panitia penyusunan Al- Qur'an. Panitia ini di ketuai oleh Zaid bin Tsabit anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Harits.

Para sahabat ini menulis mushaf yang telah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit pada zaman Abu Bakar ash-Shidiq dan penulisan tersebut diteliti dengan matang.

Tugas yang dilaksanakan adalah menyalin ulang ayat-ayat Al-Qur'an dalam sebuah buku yang disebut mushaf. Salinan kumpulan Al-Qur'an itu disebut mushaf oleh Panitia Mushaf diperbanyak sejumlah empat buah. Salah satunya tetap berada di Madinah, sedangkan sisanya dikirim ke Suriah, Basrah, dan Kufah.

Semua naskah Al-Qur'an yang dikirim ke daerah -daerah itu dijadikan pedoman dalam penyalinan berikutnya di daerah masing-masing. Naskah yang ditinggal di Madinah disebut Mushaf Al-Imam atau Mushaf Utsmani. (Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain )

Dengan usaha beliau yang mulia inilah kaum muslimin bersatu di atas satu mushaf. Dan perbuatan ini terhitung suatu kebanggaan/keistimewaan bagi Utsman.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Uwais Al-Qarni, Pemuda Miskin yang Terkenal di Langit
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karamah Salman Al Farisi
Salman Al Farisi : Sahabat...
Salman Al Farisi : Sahabat Nabi SAW, Ahli Perang dari Iran
Kisah Alqamah, Sahabat...
Kisah Alqamah, Sahabat Nabi yang Mendahulukan istri daripada Ibunya
Siapa yang Menulis Al...
Siapa yang Menulis Al Quran Pertama Kali? Ini Nama-Namanya
Rekomendasi
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Gempa Besar Guncang...
Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Kota yang Selama Ini...
Kota yang Selama Ini Menjadi Persembunyian Yakjuj dan Makjuj
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved