Romantisme Cinta Atikah dan Abdullah
Minggu, 22 November 2020 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Berumur 9 Tahun, OJK Masih Berdiri Tegak di Tengah Badai )
Perilaku Abdullah ini kemudian membuat sang ayah, Abu Bakar resah. Putranya itu mulai lalai dalam beribadah dan lebih mementingkan istrinya. Maka Abu Bakkar langsung mengambil langkah. Ia hendak meminta Abdullah untuk menceraikan Atikah dengan niat agar Abdullah kembali taat beribadah lagi.
Tentu saja setelah menceraikan Atikah, Abdullah diliputi susah hati. Abdullah mengungkapkan rasa sedihnya tersebut dengan membaca sebuah syair.
(Baca juga : Muhammadiyah Sebut Penertiban Baliho Wewenang Pemda )
“Belum pernah aku melihat seorang suami sepertiku yang menceraikan istri seperti dirinya pada hari ini. Tidak pula wanita seperti dirinya diceraikan tanpa keselahan dan dosa.”
Bahkan rasa pilu Abdullah berujung pada sakit. Karena tak tega melihat anaknya jatuh sakit, Abu Bakkar akhirnya memutuskan untuk menikahkan lagi Abdullah dengan Atikah. Namun, dengan syarat pernikahan keduanya tidak lagi membuat Abdullah lalai dari ibadah.
(Baca juga : Polemik Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon: Harusnya TNI Berantas Separatis )
Abdullah setuju dan pernikahan kembali dilangsungkan. Usai kembali ke istri yang sangat dicintainya, semangat jihad Abdullah semakin membara. Ketika Abdullah ikut dalam perang Thaif, suami Atikah tersebut gugur dalam syahid. Sebuah panah meleset ke arahnya dan langsung mengenainya.
Tatkala kabar gugurnya Abdullah sampai pada Atikah, perempuan mulia tersebut kemudian membacakan sebuah syair.
“Aku telah dilindungi oleh sebaik-baik manusia setelah Nabi mereka. Dan setelah Abu Bakar, dan ia tak pernah mengabaikanku.
Perilaku Abdullah ini kemudian membuat sang ayah, Abu Bakar resah. Putranya itu mulai lalai dalam beribadah dan lebih mementingkan istrinya. Maka Abu Bakkar langsung mengambil langkah. Ia hendak meminta Abdullah untuk menceraikan Atikah dengan niat agar Abdullah kembali taat beribadah lagi.
Tentu saja setelah menceraikan Atikah, Abdullah diliputi susah hati. Abdullah mengungkapkan rasa sedihnya tersebut dengan membaca sebuah syair.
(Baca juga : Muhammadiyah Sebut Penertiban Baliho Wewenang Pemda )
“Belum pernah aku melihat seorang suami sepertiku yang menceraikan istri seperti dirinya pada hari ini. Tidak pula wanita seperti dirinya diceraikan tanpa keselahan dan dosa.”
Bahkan rasa pilu Abdullah berujung pada sakit. Karena tak tega melihat anaknya jatuh sakit, Abu Bakkar akhirnya memutuskan untuk menikahkan lagi Abdullah dengan Atikah. Namun, dengan syarat pernikahan keduanya tidak lagi membuat Abdullah lalai dari ibadah.
(Baca juga : Polemik Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon: Harusnya TNI Berantas Separatis )
Abdullah setuju dan pernikahan kembali dilangsungkan. Usai kembali ke istri yang sangat dicintainya, semangat jihad Abdullah semakin membara. Ketika Abdullah ikut dalam perang Thaif, suami Atikah tersebut gugur dalam syahid. Sebuah panah meleset ke arahnya dan langsung mengenainya.
Tatkala kabar gugurnya Abdullah sampai pada Atikah, perempuan mulia tersebut kemudian membacakan sebuah syair.
“Aku telah dilindungi oleh sebaik-baik manusia setelah Nabi mereka. Dan setelah Abu Bakar, dan ia tak pernah mengabaikanku.
Lihat Juga :