Habib Rizieq Usung Revolusi Akhlak, Ini Kata Syaikh Ahmad Al-Misri

loading...
Habib Rizieq Usung Revolusi Akhlak, Ini Kata Syaikh Ahmad Al-Misri
Syaikh Ahmad Al-Misri, Dai asal Mesir yang saat ini berdakwah di Indonesia. Foto/Ist
Syaikh Ahmad Al-Misri , Dai lulusan Mesir yang kini berdakwah di Indonesia angkat bicara mengenai Revolusi Akhlak yang diusung Imam besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab saat kajian di Masjid Permata Qalbu, Perumahan Permata Mediterania, Pos Pengumben, Jakarta Barat, Senin lalu (16/11/2020).

"Sebenarnya situasi ini tidak enak untuk dibahas. Saya yakin orang buta bisa melihat situasi saat ini sehingga lisan saya susah berbicara," kata Syaikh Ahmad saat membuka kajiannya. (Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Habib Rizieq Kembali Gaungkan Revolusi Akhlak )

Beliau menukil salah satu kalam ulama besar Mesir, Syaikh Mmutawalli asy-Sya'rawi yang berkata: "Apabila anda tidak bisa berbicara yang haq (benar), jangan sekali-kali bertepuk tangan untuk yang batil."

(Baca juga : Bocah 11 Tahun Ini Jadi Tukang Parkir untuk Lunasi Kredit Motor Almarhum Ayah )



"Ada seorang pejabat yang bilang ke saya, syaikh nasihatin Habib Rizieq . Apa yang harus saya nasihati? Beliau menbuat pengajian membuat kerumunan, tapi masyarakat banyak yang melanggar. Beliau tanggung jawab bayar denda Rp50 juta cash," kata Syaikh Ahmad .

(Baca juga : Ini Konsekuensi Canda Nikita Mirzani Mengolok-olok Hukum Allah )

Dai yang bermukim di Srengseng Jakarta Barat ini mengatakan bahwa ini terjadi karena ketidakadilan dalam peraturan. "Apa yang saya utarakan saya bertanggung jawab di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Saya gak mau jadi munafik. Yang punya jabatan cuma 2 sampai 3 tahun, tapi jabatan saya sampai mati karena tidak ada mantan syaikh," kata Syaik Ahmad.



"Saya menyayangkan ulama dihina oleh seorang perempuan dengan kata-kata yang tidak pantas. Harusnya kan gak usah nunggu laporan, kalau perlu kita bilang hormati ulama, jangan membencinya," sambung Syaikh Ahmad.

Dari Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau menceritakan:

أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ، فَقَالُوا: مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالُوا: وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ، حِبُّ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهِ؟» ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا»

"Sesungguhnya orang-orang Quraisy mengkhawatirkan keadaan (nasib) wanita dari bani Makhzumiyyah yang (kedapatan) mencuri. Mereka berkata, 'Siapa yang bisa melobi Rasulullah صلى الله عليه وسلم ?' Mereka pun menjawab, 'Tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid yang dicintai oleh Rasulullah'. Maka Usamah Bin Zaid pun berkata (melobi) Rasulullah (untuk meringankan atau membebaskan si wanita itu dari hukuman potong tangan). Rasulullah صلى الله عليه وسلم kemudian bersabda: "Apakah engkau memberi syafa'at (pertolongan) berkaitan dengan hukum Allah?" Rasulullah pun berdiri dan berkhutbah: "Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya." (HR Al-Bukhari No 6788 dan Muslim No 1688)

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dihormati sahabat sampai sahabat memperhatikan gerak-gerik beliau. Nabi Muhammad berwudhu, air bekas wudhunya diambil oleh sahabat. Inilah sosok yang membahagiakan. Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم wafat, Kota Madinah terasa seperti padam tak bercahaya.

(Baca Juga: Tanggapan Ustaz Abdul Somad Jika FPI dan Ormas Islam Dibubarkan )

Krisis Akhlak
Kemarin diutarakan adanya Revolusi Akhlak . Pertanyaannya, kita melakukan Revolusi Akhlak seperti apa? Sesungguhnya dunia Islam ingin melakukan perubahan. Beberapa tahun lalu ada gerakan dari masyarakat ingin melakukan perubahan mulai dari revolusi politik untuk menjatuhkan orang-orang yang tidak pantas menjabat puluhan tahun dan keadaan tidak membaik.

Revolusi yang dibutuhkan Islam adalah Revolusi Akhlak untuk melakukan perubahan di negeri dari atas sampai ke paling bawah. Dunia modern saat ini mengalami krisis parah apalagi ditambah dengan pandemi sehingga banyak orang kelaparan, ada yang kesulitan berobat. Sekarang kalau meninggal dinyatakan Covid-19. Na'udzubillahi min dzalik.

Syaikh Ahmad menceritakan, beberapa waktu belakangan terjadi krisis parah khususnya ekonomi. Kalau kita melihat seksama semua krisis ini terjadi karena rusaknya akhlak .

Allah berfirman:
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS Ar-Rum: 41)

Bahkan orang yang memainkan praktik politik atas nama Islam membutuhkan akhlak terpuji untuk memperbaikinya. Kita lihat krisis kesehatan berawal dari krisis akhlak. Orang miskin terhalang dari obat yang dia butuhkan.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
فَاذۡكُرُوۡنِىۡٓ اَذۡكُرۡكُمۡ وَاشۡکُرُوۡا لِىۡ وَلَا تَكۡفُرُوۡنِ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

(QS. Al-Baqarah:152)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video