Belajar Kesabaran yang Seluas Samudera dari Sosok Siti Rahmah
Kamis, 26 November 2020 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kelembutannya Siti Rahmah menjawab : “Tidak suamiku, Kau tak perlu khawatir, Aku tidak akan meninggalkanmu seorang diri di sini, aku kan berada di sampingmu hingga selama hayat masih di kandung badan.”
Sungguh, kesabaran Siti Rahmah seluas samudra, bahkan kesetiaannya melebihi apapun. Karena hidup harus terus bergulir, Siti Rahmah pun bekerja di sebuah perusahaan roti untuk melengkapi hidupnya dan suami.
(Baca juga : Waduh Biyung! 2,1 Juta Korban PHK Gagal Daftar Kartu Prakerja )
Namun, di suatu hari orang-orang kenal Siti Rahmah sebagai istri dari Nabi Ayyub yang memiliki penyakit dan akhirnya diberhentikan kerja. Sungguh, dengan berat hari Siti Rahmah pun menjual rambut indahnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Mendengar sang istri melakukan perbuatan dosa, Nabi Ayyub marah kepada Siti Rahmah. Hukuman menjual rambut kala itu adalah dipukul 100 kali. Nabi Ayyub berjanji akan menghukum sang istri ketika ia sembuh nanti.
(Baca juga : Infrastruktur KPK Dianggap Lengkap, Pejabat Diingatkan Kasus Edhy Prabowo )
Meski didera cobaan yang berlipat-lipat, Nabi Ayyub dan Siti Rahmah tetap berada dalam ketakwaan, hingga 18 tahun Nabi Ayyub tak juga sembuh dari penyakitnya. Sungguh Allah Maha Benar dengan semua segalanya, Allah pun mencabut penyakit dari Nabi Ayyub serta mengembalikan seluruh kekayaan yang berlimpah.
Nabi Ayyub pun menepati janjinya. Ia hendak memukul sang istri sebanyak 100 kali karena perbuatan terdahulunya. Namun Allah dengan kasih sayangnya memerintahkan Nabi Ayyub untuk mengikat 100 batang lidi dan dipukulkan sebanyak 1 kali. Hal ini sama artinya dengan memukul 100 kali. Siti Rahmah dengan ikhlas menerima hukumannya itu dan berbakti kepada Nabi Ayyub hingga akhir hayat.
(Baca juga : Merapi Berstatus Siaga, Jumlah Pengungsi di Magelang Terus Bertambah )
Wallahu A'lam
Sungguh, kesabaran Siti Rahmah seluas samudra, bahkan kesetiaannya melebihi apapun. Karena hidup harus terus bergulir, Siti Rahmah pun bekerja di sebuah perusahaan roti untuk melengkapi hidupnya dan suami.
(Baca juga : Waduh Biyung! 2,1 Juta Korban PHK Gagal Daftar Kartu Prakerja )
Namun, di suatu hari orang-orang kenal Siti Rahmah sebagai istri dari Nabi Ayyub yang memiliki penyakit dan akhirnya diberhentikan kerja. Sungguh, dengan berat hari Siti Rahmah pun menjual rambut indahnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Mendengar sang istri melakukan perbuatan dosa, Nabi Ayyub marah kepada Siti Rahmah. Hukuman menjual rambut kala itu adalah dipukul 100 kali. Nabi Ayyub berjanji akan menghukum sang istri ketika ia sembuh nanti.
(Baca juga : Infrastruktur KPK Dianggap Lengkap, Pejabat Diingatkan Kasus Edhy Prabowo )
Meski didera cobaan yang berlipat-lipat, Nabi Ayyub dan Siti Rahmah tetap berada dalam ketakwaan, hingga 18 tahun Nabi Ayyub tak juga sembuh dari penyakitnya. Sungguh Allah Maha Benar dengan semua segalanya, Allah pun mencabut penyakit dari Nabi Ayyub serta mengembalikan seluruh kekayaan yang berlimpah.
Nabi Ayyub pun menepati janjinya. Ia hendak memukul sang istri sebanyak 100 kali karena perbuatan terdahulunya. Namun Allah dengan kasih sayangnya memerintahkan Nabi Ayyub untuk mengikat 100 batang lidi dan dipukulkan sebanyak 1 kali. Hal ini sama artinya dengan memukul 100 kali. Siti Rahmah dengan ikhlas menerima hukumannya itu dan berbakti kepada Nabi Ayyub hingga akhir hayat.
(Baca juga : Merapi Berstatus Siaga, Jumlah Pengungsi di Magelang Terus Bertambah )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :