Pentingnya Berwudhu Sebelum Mandi Junub
Senin, 30 November 2020 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
(Baca juga : Sempurnakan Wudhu agar Ibadah Diterima Allah Ta'ala )
Hadis itu menjelaskan tentang sunnah berwudhu sebelum mandi junub. Artinya, wudhu termasuk bagian dari sunnah tapi terabaikan dalam pengamalannya oleh kebanyakan umat dalam bab thaharah.
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata :
إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، غَسَلَ يَدَيْهِ، وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ
“Jika (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mandi junub, beliau mencuci tangannya lalu berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
(Baca juga : Warga DKI Jakarta Mulai Jarang Nabung, Pertanda Apa? )
Dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa Al-Hafizh Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan, “Perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Seperti wudhu untuk salat,’ menunjukkan sunnahnya mendahulukan membasuh anggota wudhu sebelum mandi junub, dan tak diragukan sama sekali tentang hal itu.”
Imam al-Bukhari membuat satu bab, yaitu bab: wudhu sebelum mandi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani pensyarah kitab Shahih al-Bukhari memberikan keterangan pada bab tersebut, “Maksudnya, sunnahnya berwudhu sebelum mandi.” (Hal ini disebutkan dalam Fathul Bari karangan Ibnu Hajar al-‘Asqalani).
(Baca juga : RSCM Ungkap Kondisi Terkini Abu Bakar Ba'asyir )
(Baca juga : Sempurnakan Wudhu agar Ibadah Diterima Allah Ta'ala )
Hadis itu menjelaskan tentang sunnah berwudhu sebelum mandi junub. Artinya, wudhu termasuk bagian dari sunnah tapi terabaikan dalam pengamalannya oleh kebanyakan umat dalam bab thaharah.
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata :
إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، غَسَلَ يَدَيْهِ، وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ
“Jika (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mandi junub, beliau mencuci tangannya lalu berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
(Baca juga : Warga DKI Jakarta Mulai Jarang Nabung, Pertanda Apa? )
Dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa Al-Hafizh Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan, “Perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Seperti wudhu untuk salat,’ menunjukkan sunnahnya mendahulukan membasuh anggota wudhu sebelum mandi junub, dan tak diragukan sama sekali tentang hal itu.”
Imam al-Bukhari membuat satu bab, yaitu bab: wudhu sebelum mandi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani pensyarah kitab Shahih al-Bukhari memberikan keterangan pada bab tersebut, “Maksudnya, sunnahnya berwudhu sebelum mandi.” (Hal ini disebutkan dalam Fathul Bari karangan Ibnu Hajar al-‘Asqalani).
(Baca juga : RSCM Ungkap Kondisi Terkini Abu Bakar Ba'asyir )
Lihat Juga :