Meski Bercadar, Hati-hati Memasang Foto di Medsos
Senin, 30 November 2020 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Antisipasi Ledakan Pasien Covid-19 Klaster Industri, Kabupaten Bekasi Siapkan 500 Kamar Isolasi )
Pilihan ada di tangan para muslimah sendiri. Apakah ingin menjadi perempuan terhormat? Atau malah sebaliknya menjadi perempuan yang hina tanpa sadar?
Amirul Mukminin Umar bin Khattab pernah berujar, "Wanita terhormat bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan lepas semaumu, mereka terhormat dan memiliki hak nya."
Yang terpenting adalah jangan menjadikan cadar atau niqab sebagai ajang fashion. Apalagi saat ini, mulai ada kecenderungan bahwa mereka memakai cadar untuk fashion dan bergaya. Hanya sebagian kecil dari mereka yg benar-benar merealisasikan fungsi cadar yg sebenarnya, yaitu untuk menutupi diri menjaga kehormatan sesuai syariat.
Sebagian besar mereka, semoga Allah memberikan hidayah, menggunakannya hanya sebagai ajang fashion, bahkan berlomba-lomba agar terlihat menarik dengannya. Dengan tambahan aksesoris, bordiran, bahkan hiasan mata (maskara, celak, soflents, dan lainnya) yang justru membuat para lelaki semakin penasaran dengan wajah mereka.
(Baca juga : Mike Tyson Tajir Melintir! Bertarung 16 Menit Raup Rp141 Miliar! )
Hendaknya disadari oleh muslimah, bahwa Allah menciptakan perempuan dan memerintahkan untuk tidak tabarruj (berhias berlebihan), tetapi banyak yang mengabaikan perintah-Nya. Jangan berpikir ketika sudah memakai cadar, dengan segala hiasan lalu kemuliaannya akan bertambah.
Saat niqob itu dijadikan sebagai ajang fashion atau saat mata indah perempuan dibuat terlihat menarik dimata ajnabi (pria bukan muhrim, dan membuat mereka penasaran, di situlah datangnya kehinaan wanita.
Cukuplah Sabda Rasulullah ini sebagai pengingat agar muslimah berhati-hati dalam ber-fashion :
"Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya. Yaitu suatu kaum membawa-bawa cemeti laksana ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang (maksudnya, para kaki tangan penguasa yang Zhalim). Dan kaum wanita yang berpakain tetapi terlihat auratnya, conkak dan jalanya melenggang-lenggok, sedangkan kepalanya seperti punuk unta yang miring(karena rambutnya dimodel sedemikiat rupa, pen).mereka tidak tau akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya surga. Padahal baunya surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian." (HR.MUSLIM )
Wallahu'Alam
Pilihan ada di tangan para muslimah sendiri. Apakah ingin menjadi perempuan terhormat? Atau malah sebaliknya menjadi perempuan yang hina tanpa sadar?
Amirul Mukminin Umar bin Khattab pernah berujar, "Wanita terhormat bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan lepas semaumu, mereka terhormat dan memiliki hak nya."
Yang terpenting adalah jangan menjadikan cadar atau niqab sebagai ajang fashion. Apalagi saat ini, mulai ada kecenderungan bahwa mereka memakai cadar untuk fashion dan bergaya. Hanya sebagian kecil dari mereka yg benar-benar merealisasikan fungsi cadar yg sebenarnya, yaitu untuk menutupi diri menjaga kehormatan sesuai syariat.
Sebagian besar mereka, semoga Allah memberikan hidayah, menggunakannya hanya sebagai ajang fashion, bahkan berlomba-lomba agar terlihat menarik dengannya. Dengan tambahan aksesoris, bordiran, bahkan hiasan mata (maskara, celak, soflents, dan lainnya) yang justru membuat para lelaki semakin penasaran dengan wajah mereka.
(Baca juga : Mike Tyson Tajir Melintir! Bertarung 16 Menit Raup Rp141 Miliar! )
Hendaknya disadari oleh muslimah, bahwa Allah menciptakan perempuan dan memerintahkan untuk tidak tabarruj (berhias berlebihan), tetapi banyak yang mengabaikan perintah-Nya. Jangan berpikir ketika sudah memakai cadar, dengan segala hiasan lalu kemuliaannya akan bertambah.
Saat niqob itu dijadikan sebagai ajang fashion atau saat mata indah perempuan dibuat terlihat menarik dimata ajnabi (pria bukan muhrim, dan membuat mereka penasaran, di situlah datangnya kehinaan wanita.
Cukuplah Sabda Rasulullah ini sebagai pengingat agar muslimah berhati-hati dalam ber-fashion :
"Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya. Yaitu suatu kaum membawa-bawa cemeti laksana ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang (maksudnya, para kaki tangan penguasa yang Zhalim). Dan kaum wanita yang berpakain tetapi terlihat auratnya, conkak dan jalanya melenggang-lenggok, sedangkan kepalanya seperti punuk unta yang miring(karena rambutnya dimodel sedemikiat rupa, pen).mereka tidak tau akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya surga. Padahal baunya surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian." (HR.MUSLIM )
Wallahu'Alam
(wid)
Lihat Juga :