Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani agar Tidak Iri dengan Tetangga yang Kaya Harta

Selasa, 01 Desember 2020 - 05:00 WIB
loading...
Nasehat Syaikh Abdul...
Hadrat Syaikh Abdul Qadir/Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani mengingatkan kepada kita untuk tidak iri terhadap tetangga yang hidup lebih baik dengan ekonomi yang lebih mapan dari kita. Berikut nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang dituangkan dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib . (Baca juga: Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Agar Dunia Mengabdi Pada Kita )

Beliau bertutur:

Wahai orang-orang yang beriman , kenapa kau iri terhadap tetanggamu yang hidup senang, yang memperoleh rahmat-rahmat dari Tuhannya? Tidakkah kau tahu bahwa yang demikian ini melemahkan imanmu, mencampakkanmu di hadapan Tuhanmu dan membuatmu dibenci oleh-Nya? Sudahkah kau dengar sabda Nabi bahwa Allah berfirman: “Seorang yang iri hati adalah musuh rahmat Kami"?

Belumkah kau dengar sabda Nabi: “Sesungguhnya, keiri-hatian melahap habis kebajikan, sebagaimana api melahap habis bahan bakar”? Lantas, kenapa kau iri terhadapnya. Duhai orang yang malang? Baginyakah atau bagimu? Nah, jika kau iri terhadapnya, lantaran karunia Allah baginya, maka berarti kau tak selaras dengan firman-Nya: “Kami karuniakan di antara mereka rizeki mereka rizeki mereka di kehidupan duniawi ini.” (QS 43:32)

Berarti kau benar-benar zalim terhadap orang ini, yang menikmati karunia Tuhannya, yang khusus Dia karuniakan kepadanya, yang telah dijadikan-Nya sebagai bagiannya dan yang tidak diberikan-Nya sedikit pun dari bagian itu kepada orang lain. Nah, siapakah yang lebih zalim, serakah dan bodoh selainmu? (Baca juga: Doa yang Tak Layak, Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )

Allah bebas dari kecacatan seperti itu. Firman-Nya: “Firman Kami takkan berubah, dan Kami tak menzalimi hamba-hamba Kami.” (QS 1:29)

Sesungguhnya Allah takkan mencabut darimu segala yang telah ditentukan-Nya bagimu dan takkan memberikannya kepada selainmu. Maka, lebih baik bagimu iri terhadap bumi yang menyimpan aneka harta kekayaan, seperti emas, perak dan batu-batu mulia, yang telah dipendam oleh raja-raja terdahulu, seperti ‘Ad, Tsamud, para raja serta kaisar Persia dan Romawi – daripada iri terhadap saudaramu.

Hal ini seperti seorang yang melihat seorang raja yang memiliki kekuasaan, tentara, kehormatan dan kerajaan, yang menguasai negeri-negeri, memungut pajak, memeras mereka demi keuntungan pribadi dan menikmati aneka kesenangan, tapi tak iri terhadap raja ini, sedang terhadap seekor anjing buas yang tunduk kepada salah seekor anjing raja itu, yang bersamanya siang dan malam, dan diberi sisa-sisa makanan dari dapur kerajaan, dan hidup dengannya: orang ini mulai iri terhadap anjing ini, memusuhinya, menghendaki kematiannya, dan ingin menggantikan kedudukannya sepeninggalnya, tanpa merasa enggan terhadap dunia, atau membina sikap agamis dan ridha dengan nasibnya. Adakah manusia, di sepanjang masa, yang lebih bodoh daripada orang ini?

Maka, ketahuilah. Duhai orang yang malang! Apa yang mesti dihadapi oleh tetanggamu kelak pada Hari Kebangkitan, jika ia tak mematuhi Allah, padahal ia menikmati karunia-karuniaNya dan tak memanfaatkan karunia-karunia itu untuk mengabdi kepada-Nya? (Baca juga: Empat Jenis Manusia Menurut Syaikh Abdul Qadir, Ada yang Bagai Sekam )

Belumkah kau dengar keterangan ini: “Sesungguhnya akan ada kelompok-kelompok orang yang menghendaki, pada Hari Kebangkitan, agar daging mereka dipisahkan dari tubuh mereka dengan gunting, karena mereka melihat pahala bagi penderita-penderita kesulitan.”

Maka tetanggamu akan menginginkan, pada Hari kebangkitan, kedudukanmu di dunia ini, karena pertanggungjawabannya, kesulitan-kesulitannya, keberdiriannya selama lima puluh ribu tahun di terik matahari masa itu, atas kenikmatan hidup duniawi yang telah direguknya.

Sedang kau akan selamat dari hal ini di bawah naungan Arsy Allah, sembari makan, minum, bersenang-senang karena kesabaranmu dalam menghadapi nasibmu dan keselarasanmu dengan perintah Tuhanmu. Semoga Allah menjadikanmu orang yang sabar dalam menghadapi musibah, bersyukur atas rahmat-Nya dan memasrahkan segala urusannya kepada Tuhan bumi dan langit. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Benci dan Cinta )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Menganiaya Diri dalam...
Menganiaya Diri dalam Islam: Antara Dosa dan Konsekuensinya
Haruskah Bersabar Menghadapi...
Haruskah Bersabar Menghadapi Kezaliman? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Rasulullah SAW Tidak...
Rasulullah SAW Tidak Akui Umatnya yang Mendukung Pemimpin Zalim
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Sufi:  Fatima...
Kisah Sufi:  Fatima si Pemintal Mencari Suami
Rekomendasi
Total Jarak Tempuh Jika...
Total Jarak Tempuh Jika Bumi Dilubangi hingga Tembus
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Isyarat Aneh Muncul...
Isyarat Aneh Muncul dari Langit, Ada Apa dengan Alam Semesta?
Artikel Terkini
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Infografis
Negara Muslim yang Tidak...
Negara Muslim yang Tidak Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved