5 Kriteria Istri dalam Surah An-Nisa
Sabtu, 05 Desember 2020 - 20:16 WIB
loading...
Ustaz Budi Ashari, dai yang juga pakar sejarah Islam. Foto/Ist
A
A
A
Laki-laki muslim pasti mendambakan sosok istri saleha . Sebagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda, "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah".
Ustaz Budi Ashari , Dai yang dikenal sebagai pakar sejarah Islam menjelaskan lima kriteria istri dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa. Berikut defenisi istri yang diabadikan dalam Surah An-Nisa Ayat 34 .
"Maka wanita-wanita yang sholihah ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS. An-Nisa: 34)
(Baca Juga: Tips Memilih Istri Saleha dari Syaikh Ahmad Al-Misri )
Allah mendefinisikan kata sholihah bagi seorang wanita, yaitu "Qanitat" dan "Haafidzhah lil Ghaib".
Qanitat artinya seorang wanita yang taat kepada Allah dan suaminya dengan hati yang ikhlas. Istri yang baik adalah yang memulai semuanya dengan ketaatannya kepada Allah.
Melaksanakan dengan sebaik mungkin kewajibannya terhadap Sang Pencipta. Wanita yang paham akan hak-hak Allah dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Wanita yang teguh imannya, baik ibadahnya, mulia, akhlaknya, dan indah muamalahnya.
Jika telah terlaksanakan dengan baik hal tersebut sudah otomatis dia akan memahami hak-hak sang suami. Ketaatan adalah modal utama keutuhan rumah tangga.
Ketaatan terhadap perintah Allah dan terhadap suami harus dilaksanakan dengan hati yang ikhlas . Keikhlasan yang akan mendatangkan pahala. Keikhlasan yang akan membuat seluruh aktivitas ketaatan yang melelahkan itu terasa ringan dan bisa dinikmati.
Keikhlasan yang bisa menembus hati suami sehingga semakin kuat hubungan keduanya dan menjadi istri yang tak tergantikan di hati suami.
Ustaz Budi Ashari , Dai yang dikenal sebagai pakar sejarah Islam menjelaskan lima kriteria istri dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa. Berikut defenisi istri yang diabadikan dalam Surah An-Nisa Ayat 34 .
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
"Maka wanita-wanita yang sholihah ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS. An-Nisa: 34)
(Baca Juga: Tips Memilih Istri Saleha dari Syaikh Ahmad Al-Misri )
Allah mendefinisikan kata sholihah bagi seorang wanita, yaitu "Qanitat" dan "Haafidzhah lil Ghaib".
Qanitat artinya seorang wanita yang taat kepada Allah dan suaminya dengan hati yang ikhlas. Istri yang baik adalah yang memulai semuanya dengan ketaatannya kepada Allah.
Melaksanakan dengan sebaik mungkin kewajibannya terhadap Sang Pencipta. Wanita yang paham akan hak-hak Allah dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Wanita yang teguh imannya, baik ibadahnya, mulia, akhlaknya, dan indah muamalahnya.
Jika telah terlaksanakan dengan baik hal tersebut sudah otomatis dia akan memahami hak-hak sang suami. Ketaatan adalah modal utama keutuhan rumah tangga.
Ketaatan terhadap perintah Allah dan terhadap suami harus dilaksanakan dengan hati yang ikhlas . Keikhlasan yang akan mendatangkan pahala. Keikhlasan yang akan membuat seluruh aktivitas ketaatan yang melelahkan itu terasa ringan dan bisa dinikmati.
Keikhlasan yang bisa menembus hati suami sehingga semakin kuat hubungan keduanya dan menjadi istri yang tak tergantikan di hati suami.
Lihat Juga :