Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim
Rabu, 13 Mei 2020 - 02:49 WIB
loading...
A
A
A
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS As-Saffat 106)
وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS As-Saffat 107)
(Baca juga: Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Saat Meninggikan Baitullah )
Beberapa cerita melukiskan kisah ini dalam bentuk puisi yang indah sekali. Kisahnya, setelah Ibrahim bermimpi dalam tidurnya bahwa ia harus menyembelih anaknya dan memastikan bahwa itu adalah perintah Tuhan, ia berkata kepada anaknya itu:
"Anakku, bawalah tali dan parang itu, mari kita pergi ke bukit mencari kayu untuk keluarga kita."
Anak itupun menurut perintah ayahnya. Ketika itu datang setan dalam bentuk seorang laki-laki, mendatangi ibu anak itu seraya berkata: "Tahukah engkau ke mana Ibrahim membawa anakmu?"
"Ia pergi mencari kayu dari lereng bukit itu," jawab ibunya.
"Tidak," kata setan lagi, "ia pergi akan menyembelihnya."
Ibu itu menjawab lagi: "Tidak. Ia lebih sayang kepada anaknya."
"Ia mendakwakan bahwa Tuhan yang memerintahkan itu."
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS As-Saffat 106)
وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS As-Saffat 107)
(Baca juga: Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Saat Meninggikan Baitullah )
Beberapa cerita melukiskan kisah ini dalam bentuk puisi yang indah sekali. Kisahnya, setelah Ibrahim bermimpi dalam tidurnya bahwa ia harus menyembelih anaknya dan memastikan bahwa itu adalah perintah Tuhan, ia berkata kepada anaknya itu:
"Anakku, bawalah tali dan parang itu, mari kita pergi ke bukit mencari kayu untuk keluarga kita."
Anak itupun menurut perintah ayahnya. Ketika itu datang setan dalam bentuk seorang laki-laki, mendatangi ibu anak itu seraya berkata: "Tahukah engkau ke mana Ibrahim membawa anakmu?"
"Ia pergi mencari kayu dari lereng bukit itu," jawab ibunya.
"Tidak," kata setan lagi, "ia pergi akan menyembelihnya."
Ibu itu menjawab lagi: "Tidak. Ia lebih sayang kepada anaknya."
"Ia mendakwakan bahwa Tuhan yang memerintahkan itu."
Lihat Juga :