6 Laskar FPI Ditembak Mati, Ini Respons Para Dai di Tanah Air
Rabu, 09 Desember 2020 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
"Musnahnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mu'min tanpa hak." (HR At-Tirmidzi, shahih)
Untuk diketahui, dalam kaitannya hubungan sesama manusia, maka yang pertama kali disidang di akhirat adalah masalah pertumpahan darah (pembunuhan) sebagaiman sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "...Dan perkara yg pertama kali diputuskan di antara manusia adalah darah. (HR An-Nasa'i, shahih)
"Karena itu, pertegas posisi kita. Jangan sampai bersama orang-orang zalim dan mendukung kezaliman. Semoga Allah Ta'ala menunjukkan kita yang haq adalah haq yang batil adalah batil," kata Ustaz Farid.
(Baca Juga: Viral Sosok Faiz, Anggota FPI yang Ditembak Mati Dikenal Sebagai Penghafal Alquran)
Dai kondang yang juga Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym meminta ada lembaga independen yang bisa mengungkap insiden memilukan itu dengan jelas dan transparan, serta bisa dipercaya oleh seluruh masyarakat.
"Inna lillahi wainna ilahi roji'un, musibah enam anak bangsa meninggal disertai dengan kesimpangsiuran informasi. Penjelasan yang berbeda baik dari kepolisian maupun FPI, ini sangat membingungkan masyarakat, juga mencemaskan," ujar Aa Gym melalui akun Instagram-nya @aagym, Selasa (8/12/2020).
Aa Gym mengajak kaum muslimin untuk berdoa bersama karena Allah Maha Tahu atas segalanya. "Ya Allah tunjukkan yang benar itu nyata kebenarannya, dan mampukan kami menapakinya, memperjuangkannya. Tampakkan ya Allah yang batil itu nyata kebatilannya, dan mampukan kami menjauhinya," kata Aa Gym.
Tanggapan juga datang dari Dai lulusan Mesir asal Kalimantan Selatan, Ustaz Miftah el-Banjary yang mengatakan bahwa apapun alasannya, tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia itu melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Ustaz Miftah menceritakan kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam yang ingin dibunuh oleh saudaranya sendiri. Saudara-saudaranya membuat makar, tapi sepandai-pandainya kejahatan yang disembunyikan, tetap saja baunya tercium. Nabi Ya'kub (ayah Nabi Yusuf) tidak menemukan pertanda cakaran serigala yang mereka sebutkan. Justru beliau heran, bagaimana mungkin putranya diterkam serigala, sementara tak ada robekan sama sekali bekas cakaran serigala.
"Dari sejarah Al-Qur'an ini kita belajar tentang tipu daya muslihat orang-orang yang berbuat makar menzhalimi saudaranya sendiri. Mereka membuat makar, namun makar Allah lebih hebat lagi, lebih dahsyat lagi, kita hanya berdoa dan menunggu saja," terang Dai yang juga pakar Pakar Ilmu Linguistik Arab itu.
Ustaz Abdul Somad (UAS) tak ketinggalan memberikan tanggapannya. UAS mengatakan, dalam agama Islam atau agama manapun tidak ada ajaran untuk membunuh sebagai solusi menyelesaikan masalah. Dai asal Riau ini meminta Komnas HAM mengusut tuntas kasus penembakan enam laskar pengawal Habib Rizieq Shihab itu agar tidak terjadi fitnah berkepanjangan
Untuk diketahui, dalam kaitannya hubungan sesama manusia, maka yang pertama kali disidang di akhirat adalah masalah pertumpahan darah (pembunuhan) sebagaiman sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "...Dan perkara yg pertama kali diputuskan di antara manusia adalah darah. (HR An-Nasa'i, shahih)
"Karena itu, pertegas posisi kita. Jangan sampai bersama orang-orang zalim dan mendukung kezaliman. Semoga Allah Ta'ala menunjukkan kita yang haq adalah haq yang batil adalah batil," kata Ustaz Farid.
(Baca Juga: Viral Sosok Faiz, Anggota FPI yang Ditembak Mati Dikenal Sebagai Penghafal Alquran)
Dai kondang yang juga Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym meminta ada lembaga independen yang bisa mengungkap insiden memilukan itu dengan jelas dan transparan, serta bisa dipercaya oleh seluruh masyarakat.
"Inna lillahi wainna ilahi roji'un, musibah enam anak bangsa meninggal disertai dengan kesimpangsiuran informasi. Penjelasan yang berbeda baik dari kepolisian maupun FPI, ini sangat membingungkan masyarakat, juga mencemaskan," ujar Aa Gym melalui akun Instagram-nya @aagym, Selasa (8/12/2020).
Aa Gym mengajak kaum muslimin untuk berdoa bersama karena Allah Maha Tahu atas segalanya. "Ya Allah tunjukkan yang benar itu nyata kebenarannya, dan mampukan kami menapakinya, memperjuangkannya. Tampakkan ya Allah yang batil itu nyata kebatilannya, dan mampukan kami menjauhinya," kata Aa Gym.
Tanggapan juga datang dari Dai lulusan Mesir asal Kalimantan Selatan, Ustaz Miftah el-Banjary yang mengatakan bahwa apapun alasannya, tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia itu melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Ustaz Miftah menceritakan kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam yang ingin dibunuh oleh saudaranya sendiri. Saudara-saudaranya membuat makar, tapi sepandai-pandainya kejahatan yang disembunyikan, tetap saja baunya tercium. Nabi Ya'kub (ayah Nabi Yusuf) tidak menemukan pertanda cakaran serigala yang mereka sebutkan. Justru beliau heran, bagaimana mungkin putranya diterkam serigala, sementara tak ada robekan sama sekali bekas cakaran serigala.
"Dari sejarah Al-Qur'an ini kita belajar tentang tipu daya muslihat orang-orang yang berbuat makar menzhalimi saudaranya sendiri. Mereka membuat makar, namun makar Allah lebih hebat lagi, lebih dahsyat lagi, kita hanya berdoa dan menunggu saja," terang Dai yang juga pakar Pakar Ilmu Linguistik Arab itu.
Ustaz Abdul Somad (UAS) tak ketinggalan memberikan tanggapannya. UAS mengatakan, dalam agama Islam atau agama manapun tidak ada ajaran untuk membunuh sebagai solusi menyelesaikan masalah. Dai asal Riau ini meminta Komnas HAM mengusut tuntas kasus penembakan enam laskar pengawal Habib Rizieq Shihab itu agar tidak terjadi fitnah berkepanjangan
Lihat Juga :