Cara Mendekat Allah Ta'ala dengan Dua Sayap, Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

loading...
Cara Mendekat Allah Taala dengan Dua Sayap, Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Ilustrasi/Ist
SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib mengingatkan bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. "Kau mungkin dekat kepada Allah atau jauh dari-Nya. Jika kau jauh dari-Nya, kenapa berlengah diri, tak berupaya mendapatkan rahmat, kemuliaanmu, keamanan dan kecukupan diri di dunia ini dan di akhirat," tuturnya. (Baca juga: Syaikh Abdul Qadir: Makan, Minum, dan Tidur Berlebihan Melenyapkan Kebaikan )

Selanjutnya beliau menyarankan agar kita segera terbang kepada-Nya dengan dua sayap. "Sayap pertama berupa penolakan akan kesenangan, keinginan-keinginan tak halal ; sayap kedua berupa penanggungan kepedihan, hal-hal tak menyenangkan dan menjauh dari keinginan duniawi dan ukhrawi, agar bisa menyatu denganNya dan dekat kepada-Nya," ujarnya.

"Maka kau peroleh segala yang diidamkan dan diraih orang. Kau menjadi demikian terhormat dan mulia. Jika kau termuliakan dengan kelembutan-Nya, menerima cinta-Nya, dan menerima kasih sayang-Nya, maka tunjukkanlah perilaku terbaik dan jangan berbangga diri dengan semua itu, agar kau tak lalai mengabdi, tak angkuh, tak lazim dan tak tergesa-gesa," tambahnya.

Allah berfirman: “Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.” (QS. 33:72)

Dan manusia itu bersifat tergesa-gesa.” (QS. 17:11)

Baca juga: Ibadah yang Tertolak Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Nasehat Syaikh Abdul Qadir: Lindungilah hatimu dari kecondongan kepada orang dan keinginan-keinginan yang telah kau campakkan, dari ketaksabaran, dari ketak-selarasan dan dari ketak-ridhaan kepada Allah di kala ditimpa musibah. Campakkanlah dirimu ke hadapan-Nya dengan sikap seperti bola di kaki pemain polo yang menggulirkannya dengan stiknya, bagai jasad mati di hadapan orang yang memandikannya, dan bagai bayi di pangkuan ibu.

"Butalah terhadap segala selain-Nya agar tak kau lihat sesuatu pun selain-Nya – tiada kemaujudan, kemudharatan, manfaat, karunia dan penahan karunia.

Anggaplah orang dan sarana duniawi di kala menderita dan ditimpa musibah sebagai cambuk-cambuk-Nya yang dengan keduanya Ia mencambukmu.

Dan anggaplah keduanya di kala suka sebagai tangan-Nya yang menyuapimu," demikian Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. (Baca juga: Keadaan Para Wali dan Badal Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
(mhy)
cover top ayah
وَاِنَّهٗ لَتَذۡكِرَةٌ لِّلۡمُتَّقِيۡنَ
Sesungguhnya, Al-Qur'an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

(QS. Al-Haqqah:48)
cover bottom ayah
preload video