Cara Mendekat Allah Ta'ala dengan Dua Sayap, Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Jum'at, 11 Desember 2020 - 05:00 WIB
loading...
Cara Mendekat Allah...
Ilustrasi/Ist
A A A
SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib mengingatkan bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. "Kau mungkin dekat kepada Allah atau jauh dari-Nya. Jika kau jauh dari-Nya, kenapa berlengah diri, tak berupaya mendapatkan rahmat, kemuliaanmu, keamanan dan kecukupan diri di dunia ini dan di akhirat," tuturnya. (Baca juga: Syaikh Abdul Qadir: Makan, Minum, dan Tidur Berlebihan Melenyapkan Kebaikan )

Selanjutnya beliau menyarankan agar kita segera terbang kepada-Nya dengan dua sayap. "Sayap pertama berupa penolakan akan kesenangan, keinginan-keinginan tak halal ; sayap kedua berupa penanggungan kepedihan, hal-hal tak menyenangkan dan menjauh dari keinginan duniawi dan ukhrawi, agar bisa menyatu denganNya dan dekat kepada-Nya," ujarnya.

"Maka kau peroleh segala yang diidamkan dan diraih orang. Kau menjadi demikian terhormat dan mulia. Jika kau termuliakan dengan kelembutan-Nya, menerima cinta-Nya, dan menerima kasih sayang-Nya, maka tunjukkanlah perilaku terbaik dan jangan berbangga diri dengan semua itu, agar kau tak lalai mengabdi, tak angkuh, tak lazim dan tak tergesa-gesa," tambahnya.

Allah berfirman: “Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.” (QS. 33:72)

Dan manusia itu bersifat tergesa-gesa.” (QS. 17:11)

Baca juga: Ibadah yang Tertolak Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Nasehat Syaikh Abdul Qadir: Lindungilah hatimu dari kecondongan kepada orang dan keinginan-keinginan yang telah kau campakkan, dari ketaksabaran, dari ketak-selarasan dan dari ketak-ridhaan kepada Allah di kala ditimpa musibah. Campakkanlah dirimu ke hadapan-Nya dengan sikap seperti bola di kaki pemain polo yang menggulirkannya dengan stiknya, bagai jasad mati di hadapan orang yang memandikannya, dan bagai bayi di pangkuan ibu.

"Butalah terhadap segala selain-Nya agar tak kau lihat sesuatu pun selain-Nya – tiada kemaujudan, kemudharatan, manfaat, karunia dan penahan karunia.

Anggaplah orang dan sarana duniawi di kala menderita dan ditimpa musibah sebagai cambuk-cambuk-Nya yang dengan keduanya Ia mencambukmu.

Dan anggaplah keduanya di kala suka sebagai tangan-Nya yang menyuapimu," demikian Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. (Baca juga: Keadaan Para Wali dan Badal Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Sufi:  Fatima...
Kisah Sufi:  Fatima si Pemintal Mencari Suami
Kisah Sufi: Cara Menangkap...
Kisah Sufi: Cara Menangkap Kera Penggemar Buah Ceri
Kisah Sufi: Raksasa...
Kisah Sufi: Raksasa Perampok dan Guru Sufi
Kisah Setiap Tempat...
Kisah Setiap Tempat yang Dipijak Nabi Khidir Berubah Hijau
Kisah Sufi:  Penyusunan...
Kisah Sufi:  Penyusunan Tradisi, Bermula ketika Darwis Mengupas Bawang
Rekomendasi
Teliti Mumi Menjerit,...
Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Benarkah Kapal Hantu...
Benarkah Kapal Hantu The Flying Dutchman Itu Ada? Ini Penjelasannya
Arkeolog Beberkan Fakta...
Arkeolog Beberkan Fakta Penguat Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Artikel Terkini
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved