Perubahan Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab

Senin, 13 April 2020 - 08:52 WIB
loading...
Perubahan Tarawih di...
Salat sunah di malam Ramadhan terjadi perubahan di era Khalifah Umar bin Khattab. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
KEADAAN salat di malam Ramadhan mulai berubah di zaman Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu (RA). Pada awalnya, salat di masjid Nabawi ramai dengan bacaan masing-masing imam. Jamaah kian banyak dan berpencar-pencar. Orang berpindah dari satu imam ke imam yang lain; sesuai dengan bacaan Quran yang ia suka. Pada akhirnya, terjadi semacam kompetisi tidak tertulis tentang imam-imam “dadakan” di masjid Nabawi guna menarik perhatian makmum. Masjid pun menjadi gaduh dan bising.

Kondisi ini tidak disukai Sayyidina Umar RA. Beliau akhirnya membuat kebijakan baru untuk menyatukan seluruh jamaah dengan satu imam. Tidak lagi berpencar-pencar.

Menurut Ahmad Zarkasih Lc, dalam bukunya berjudul "Sejarah Tarawih", setidaknya inilah perubahan pertama yang terjadi dalam pelaksanaan ritual salat malam Ramadhan yang dipromotori oleh Sayyidina Umar; yakni menyatukan seluruh jemaah di masjid menjadi satu jemaah yang banyak dan dipimpin oleh satu imam.

Imam yang dipilih untuk salat malam Ramadhan ketika itu adalah Ubai bin Ka’ab RA. Selain Ubai, dalam Mushannaf Abdurrazaq (salah satu Kitab hadis), disebutkan bahwa Sayyidina Umar juga memerintahkan Tamim al-Dariy untuk jadi Imam.

Artinya di dalam masjid Nabawi, ada dua imam dengan satu jemaah, yakni Ubai bin Ka’ab dan Tamim Al-Dariy. Yang teknisnya, Tamim al-Dariy menggantikan Ubai bin Ka’ab di sisa setengah pelaksanaan salat malam Ramadhan di masjid Nabawi.

Perubahan ini semua terjadi pada Ramadhan tahun ke-13 Hijrah; yakni di Ramadhan pertama Sayyidina Umar menjabat sebagai khalifah menggantikan sayyidina Abu Bakr RA.

Pada masa itu, salat malam sangat lama, sampai subuh. Ini terjadi karena bacaan yang panjang. Ibn Syabah dalam kitab sejarahnya tentang kota Madinah (Tarikh al-Madinah) meriwayatkan sebuah temuan yang menceritakan bahwa surat yang dibaca oleh imam pada masa Umar RA itu adalah surat-surat Al-Mi’un; yakni antara surat al-Anfal sampai surat al-Sajadah. Karenanya wajar kemudian jika beberapa jemaah membawa tongkat untuk menopang mereka berdiri dalam salat. Bahkan ada yang mengikat dirinya dengan tali yang disambungkan ke atap agar tetap berdiri di waktu mereka sudah kelelahan.

Imam Jamaah Khusus Perempuan
Selain itu, Umar RA pun membuatkan jamaah salat malam Ramadhan khusus untuk perempuan. Beliau menugaskan salah seorang sahabat,Sulaiman bin Abi Hatsmah, untuk menjadi imam.

Selanjutnya, dalam perkembangannya, Umar RA mengubah format salat qiyam Ramadhan di masjid Nabawi. Perubahan itu mengarah kepada format yang lebih memudahkan dan tidak melelahkan baik bagi imam ataupun bagi makmum.

Dalam perkembangannya, ternyata Imam yang ditentukan oleh Umar RA bukan saja 2; Ubai bin Ka’ab dan Tamim Al-Daariy, tapi lebih banyak dari itu. Bahkan Umar RA mengumpulkan para qari-qari untuk bergiliran menjadi imam qiyam Ramadhan di masjid Nabawi.

Bacaan Salat Berkurang
Lama waktu salat pun ikut berubah. Itu diawali dengan perubahan jumlah ayat yang dibaca; karena memang itulah sebab lamanya salat. Umar RA setelahnya memerintahkan imam-imam salat yang dipilih itu untuk membaca ayat al-Qur’an dalam satu rakaat hanya 50 sampai 60 ayat.

Dalam perkembangannya (lagi), Umar memerintahkan para imam membaca dalam satu rakaat hanya 20 sampai 30 ayat saja. Hal ini tentu saja memangkas waktu salat menjadi lebih cepat dari sebelum-sebelumnya.

Bahkan dari kitab yang sama juga, Imam al-Marwadzi meriwayatkan bahwa salat di zaman Umar RA akhirnya menjadi sangat ringan karena mereka masih sempat istirahat dan tidur setelah isya sekitar seperempat malam. Dan 2/4 mereka gunakan untuk salat dan di ¼ terakhir mereka bisa santap sahur.

Dan jumlah ayat yang dibaca pun berkurang, dengan jumlah rakaat yang ditambah. Untuk kali ini, ayat yang dibaca dalam satu rakaat hanya 5 sampai 6 ayat. Dan jumlah rakaat bertambah menjadi 18 rakaat Qiyam Ramadhan yang sebelumnya 8 dan juga 13 rakaat.

Ini proses yang dilalui orang umat Islam ketika Umar RA menjabat sebagai khalifah. Dari mulai salat yang lama dan panjang dengan jumlah rakaat yang sedikit. Lalu kemudian menjadi salat malam yang ringan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak.
(mith)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Salat Tarawih, Asal-usul...
Salat Tarawih, Asal-usul dan Panduan Pelaksanaannya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karena Jarang Senyum dan Jutek, Umar bin Khattab 2 Kali Ditolak Lamarannya
Rekomendasi
Bukti DNA Mengungkap...
Bukti DNA Mengungkap Asal-usul Penduduk Asli Amerika yang Mengejutkan
Kuburan Ini Diyakini...
Kuburan Ini Diyakini Lebih Tua dari Makam Habil Anak Nabi Adam
Kawah Meteorit yang...
Kawah Meteorit yang Bikin Dinosaurus Punah Ditemukan di Australia
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved