Nilai Secangkir Kopi Bagi Imam Syafi'i
Sabtu, 12 Desember 2020 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Imam Syafi'i kembali bertanya lagi: "Apakah sumur itu ada yang memilikinya?"
Pemilik rumah itu menjawab, "Ya, tetangga kami yang memilikinya!"
Imam Syafi'i bertanya lagi: "Apakah engkau sudah meminta izin mengambil air di sumurnya?"
Pemilik rumah menjawab: "Belum wahai Imam, karena sumur tersebut dibuka untuk umum, sehingga kami langsung menimbanya."
Lantas, Imam Syafi'i menolak segelas minuman air kopi tersebut, hanya disebabkan si pemilik rumah belum sempat meminta izin mengambil air di sumur tersebut, meski air sumur itu dibuka untuk umum.
(Baca Juga: Imam Syafi'i Dibebaskan dari Hisab Hari Kiamat Berkat Shalawat Ini)
Begitulah kisah Imam Syafi'i yang disebabkan kehati-hatiannya dalam menjaga apa yang dikonsumsinya, maka Allah Swt pun selalu mengabulkan setiap do'anya, karena bersihnya makanan yang masuk pada perutnya, sehingga Allah Ta'ala menjaga kesucian jiwa raganya.
Kita tidak bisa membayangkan bagaimana dengan orang-orang yang pada hari ini yang memasukkan segala sesuatu ke dalam perutnya, tidak perduli halal atau haram, tidak peduli uang negara atau uang rakyat pun tetap dikorupsi. Astaghfirullah.
Bagaimana dengan orang yang mendapatkan bayaran untuk menzhalimi orang lain, jelas haram harta yang ia peroleh tersebut. Sedangkan orang yang memakan satu suapan dari harta yang haram saja, tidak diterima shalatnya selama 40 hari.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailami, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:
Pemilik rumah itu menjawab, "Ya, tetangga kami yang memilikinya!"
Imam Syafi'i bertanya lagi: "Apakah engkau sudah meminta izin mengambil air di sumurnya?"
Pemilik rumah menjawab: "Belum wahai Imam, karena sumur tersebut dibuka untuk umum, sehingga kami langsung menimbanya."
Lantas, Imam Syafi'i menolak segelas minuman air kopi tersebut, hanya disebabkan si pemilik rumah belum sempat meminta izin mengambil air di sumur tersebut, meski air sumur itu dibuka untuk umum.
(Baca Juga: Imam Syafi'i Dibebaskan dari Hisab Hari Kiamat Berkat Shalawat Ini)
Begitulah kisah Imam Syafi'i yang disebabkan kehati-hatiannya dalam menjaga apa yang dikonsumsinya, maka Allah Swt pun selalu mengabulkan setiap do'anya, karena bersihnya makanan yang masuk pada perutnya, sehingga Allah Ta'ala menjaga kesucian jiwa raganya.
Kita tidak bisa membayangkan bagaimana dengan orang-orang yang pada hari ini yang memasukkan segala sesuatu ke dalam perutnya, tidak perduli halal atau haram, tidak peduli uang negara atau uang rakyat pun tetap dikorupsi. Astaghfirullah.
Bagaimana dengan orang yang mendapatkan bayaran untuk menzhalimi orang lain, jelas haram harta yang ia peroleh tersebut. Sedangkan orang yang memakan satu suapan dari harta yang haram saja, tidak diterima shalatnya selama 40 hari.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailami, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:
Lihat Juga :