Kisah Sufi Mojud: Orang yang Hidupnya Tak Terpahami
Rabu, 13 Mei 2020 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Idries Shah Tentang Kisah Raksasa dan Sufi )
Pada suatu sore, katika ia sedang membungkus wol, Khidr muncul dan berkata, "Tinggalkan pekerjaan itu, pergilah ke Kota Mosul, dan gunakan tabunganmu untuk menjadi seorang pedagang kulit."
Mojud pun patuh.
(Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah )
Di Mosul, ia menjadi terkenal sebagai seorang saudagar kulit. Ia berdagang dan tak pernah melihat Khidr tiga tahun lamanya. Ia telah mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak, dan sedang berpikir membeli sebuah rumah ketika Khidr muncul lagi dan berkata, "Sini uangmu; pergilah dari kota ini ke Samarkand yang jauh, dan di sana bekerjalah sebagai seorang penjual bahan makanan."
Mojud melakukannya.
Kini, ia mulai menunjukkan tanda-tanda pasti adanya pencerahan. Ia menyembuhkan yang sakit, melayani sesama manusia di toko dan sepanjang waktu senggangnya, dan pengetahuannya mengenai berbagai hal gaib semakin mendalam.
Para pendeta, filsuf, dan yang lain, menemuinya dan bertanya, "Siapa gerangan gurumu?"
"Hal itu sulit dikatakan," kata Mojud.
Para pengikutya bertanya, "Bagaimana Tuan memulai pengabdian?"
Katanya, "Sebagai seorang pegawai rendahan."
"Lalu, Tuan berhenti agar bisa bertekun dalam penyangkalan diri?"
"Tidak, saya hanya berhenti saja."
Orang-orang itu tidak bisa memahami tindakannya.
Mereka pun mendekatinya untuk menuliskan kisah kehidupannya.
Pada suatu sore, katika ia sedang membungkus wol, Khidr muncul dan berkata, "Tinggalkan pekerjaan itu, pergilah ke Kota Mosul, dan gunakan tabunganmu untuk menjadi seorang pedagang kulit."
Mojud pun patuh.
(Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah )
Di Mosul, ia menjadi terkenal sebagai seorang saudagar kulit. Ia berdagang dan tak pernah melihat Khidr tiga tahun lamanya. Ia telah mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak, dan sedang berpikir membeli sebuah rumah ketika Khidr muncul lagi dan berkata, "Sini uangmu; pergilah dari kota ini ke Samarkand yang jauh, dan di sana bekerjalah sebagai seorang penjual bahan makanan."
Mojud melakukannya.
Kini, ia mulai menunjukkan tanda-tanda pasti adanya pencerahan. Ia menyembuhkan yang sakit, melayani sesama manusia di toko dan sepanjang waktu senggangnya, dan pengetahuannya mengenai berbagai hal gaib semakin mendalam.
Para pendeta, filsuf, dan yang lain, menemuinya dan bertanya, "Siapa gerangan gurumu?"
"Hal itu sulit dikatakan," kata Mojud.
Para pengikutya bertanya, "Bagaimana Tuan memulai pengabdian?"
Katanya, "Sebagai seorang pegawai rendahan."
"Lalu, Tuan berhenti agar bisa bertekun dalam penyangkalan diri?"
"Tidak, saya hanya berhenti saja."
Orang-orang itu tidak bisa memahami tindakannya.
Mereka pun mendekatinya untuk menuliskan kisah kehidupannya.
Lihat Juga :