Tidak Thuma'ninah, Dianggap Belum Salat
Kamis, 24 Desember 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Mengenal Ummu Hani, Saksi Penting Sejarah Isra Miraj Nabi SAW )
Ibadah salat sangat menjadi perhatian Allah Ta'ala dam Al-Qur'an. Karena itulah salat menjadi salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah. Salat merupakan tiang agama yang wajib ditegakkan dan dikokohkan. Salat adalah sebaik-baik amal.
Begitu pentingnya salat, maka Rasulullah mengajarkan tata caranya. Rasulullah sangat melarang saalat dengan cara seperti burung gagak yang mematuk.
(Baca juga : Bunga Bank Tak Kunjung Turun, Bos LPS Ulik Penyebabnya )
Abu Dawud meriwayatkan :
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَقْرَةِ الْغُرَابِ (سنن أبى داود
"Dari Abdurrahman Bin Syibl, ia berkata, Rasulullah melarang patukan burung gagak (dalam shalat). (HR Abu Dawud).
*Maksud salat seperti patukan burung gagak adalah tidak “thuma’ninah” dalam sujud. Caranya dia dalam sujud bagaikan burung gagak mematuk saja. Dahi dan hidung hanya mentutul atau menyentuh tanah sebentar, setelah itu segera di angkat lagi.
(Baca juga: Jabat Mensos dan Wali Kota, ICW: Risma Langgar 2 Undang-Undang )
Salat seperti inilah yang dianggap Rasulullah belum salat sehingga harus diulang lagi. Pernah terjadi di Masjid Nabawi, Rasulullah melihat seorang lelaki yang salat, tetapi Rasulullah menyuruhnya mengulang sampai 3 kali karena masih belum benar. Dalam sejumlah riwayat, kesalahan lelaki itu dijelaskan bahwa penyebabnya adalah karena dia melakukan shalat dengan ringan (“fa-akhoffa sholaatahu”) dan tidak menyempurnakan rukuk-sujudnya.
Ibadah salat sangat menjadi perhatian Allah Ta'ala dam Al-Qur'an. Karena itulah salat menjadi salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah. Salat merupakan tiang agama yang wajib ditegakkan dan dikokohkan. Salat adalah sebaik-baik amal.
Begitu pentingnya salat, maka Rasulullah mengajarkan tata caranya. Rasulullah sangat melarang saalat dengan cara seperti burung gagak yang mematuk.
(Baca juga : Bunga Bank Tak Kunjung Turun, Bos LPS Ulik Penyebabnya )
Abu Dawud meriwayatkan :
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَقْرَةِ الْغُرَابِ (سنن أبى داود
"Dari Abdurrahman Bin Syibl, ia berkata, Rasulullah melarang patukan burung gagak (dalam shalat). (HR Abu Dawud).
*Maksud salat seperti patukan burung gagak adalah tidak “thuma’ninah” dalam sujud. Caranya dia dalam sujud bagaikan burung gagak mematuk saja. Dahi dan hidung hanya mentutul atau menyentuh tanah sebentar, setelah itu segera di angkat lagi.
(Baca juga: Jabat Mensos dan Wali Kota, ICW: Risma Langgar 2 Undang-Undang )
Salat seperti inilah yang dianggap Rasulullah belum salat sehingga harus diulang lagi. Pernah terjadi di Masjid Nabawi, Rasulullah melihat seorang lelaki yang salat, tetapi Rasulullah menyuruhnya mengulang sampai 3 kali karena masih belum benar. Dalam sejumlah riwayat, kesalahan lelaki itu dijelaskan bahwa penyebabnya adalah karena dia melakukan shalat dengan ringan (“fa-akhoffa sholaatahu”) dan tidak menyempurnakan rukuk-sujudnya.
Lihat Juga :