Canda Ala Sufi: Kaki Sebelah Kiri Belum Berwudu dan Baju Keledai
Rabu, 30 Desember 2020 - 06:25 WIB
loading...
Nashruddin Hoja. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
Berikut adalah canda ala sufi yang dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf.
Kaki Sebelah Kiri Belum Berwudu
Suatu hari Nashruddin berwudu. Namun, karena airnya sangat sedikit sekali, dia tidak membasuh kaki kirinya. Ketika salat, Nashruddin mengangkat kaki kirinya itu seperti angsa saat menghangatkan tubuh. Teman-temanya berkata padanya, "Apa yang sedang kau lakukan, wahai Nashruddin?"
Nashruddin menjawab, "Kakiku yang sebelah kiri belum berwudu." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Sumpit Mahal dan Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria? )
Mengapa Menyuruhku Turun?
Suatu hari, Nashruddin berada di sebuah kamar di lantai atas. Kemudian, seseorang mengetuk pintu rumahnya.
Nashruddin melongok dari jendela; ternyata dia seorang pria. Nashruddin lalu bertanya padanya dari atas, "Mau apa kau?"
Dia menjawab, "Silakan turun ke bawah, aku akan bicara denganmu."
Nashruddin turun dan orang itu berkata padanya, "Aku adalah orang miskin yang membutuhkan bantuanmu."
Mendengar perkataan orang itu, Nashruddin pun marah, namun dia dapat menahannya. Lalu, dia berkata kepada pengemis itu, "Tolong, ikuti aku." Maka orang itu mengikuti Nashruddin hingga ke lantai atas. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Kuah Kelinci dari Seorang Petani )
Setelah sampai di atas, Nashruddin berkata padanya, "Maaf, aku tidak dapat memberimu apa-apa."
Kaki Sebelah Kiri Belum Berwudu
Suatu hari Nashruddin berwudu. Namun, karena airnya sangat sedikit sekali, dia tidak membasuh kaki kirinya. Ketika salat, Nashruddin mengangkat kaki kirinya itu seperti angsa saat menghangatkan tubuh. Teman-temanya berkata padanya, "Apa yang sedang kau lakukan, wahai Nashruddin?"
Nashruddin menjawab, "Kakiku yang sebelah kiri belum berwudu." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Sumpit Mahal dan Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria? )
Mengapa Menyuruhku Turun?
Suatu hari, Nashruddin berada di sebuah kamar di lantai atas. Kemudian, seseorang mengetuk pintu rumahnya.
Nashruddin melongok dari jendela; ternyata dia seorang pria. Nashruddin lalu bertanya padanya dari atas, "Mau apa kau?"
Dia menjawab, "Silakan turun ke bawah, aku akan bicara denganmu."
Nashruddin turun dan orang itu berkata padanya, "Aku adalah orang miskin yang membutuhkan bantuanmu."
Mendengar perkataan orang itu, Nashruddin pun marah, namun dia dapat menahannya. Lalu, dia berkata kepada pengemis itu, "Tolong, ikuti aku." Maka orang itu mengikuti Nashruddin hingga ke lantai atas. (Baca juga: Canda Ala Sufi: Kuah Kelinci dari Seorang Petani )
Setelah sampai di atas, Nashruddin berkata padanya, "Maaf, aku tidak dapat memberimu apa-apa."
Lihat Juga :