Canda Ala Sufi: Keledai dan Anjing, Silakan Kencing Wahai Jagoan!

loading...
Canda Ala Sufi: Keledai dan Anjing, Silakan Kencing Wahai Jagoan!
Nashruddin Hoja. Foto/Ilustrasi/Ist
Berikut Canda Ala Sufi terjemahan Muhdor Assegaf dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra.

Baca juga: Canda Ala Sufi: Menjemur Tepung di Atas Tali

Ekornya Ada


Suatu hari, Nashruddin sangat membutuhkan uang dan hendak menjual keledainya ke pasar. Di tengah jalan, ekor keledai Nashruddin itu terlihat sangat kotor sehingga membuat penampilannya menjadi kurang enak dipandang. Lalu, Nashruddin mengambil pisau dan memotongnya, kemudian memasukkannya ke dalam pundi pelana.

Setelah masuk pasar, para pembeli mengerumuninya. Melihat adanya keganjilan pada keledai itu, mereka pun tidak jadi membelinya.



Lantaran sikap mereka itu, Nashruddin berkata kepada mereka, "Kita sepakati dulu harganya. Sebab ekornya ada; aku menyimpannya."

Baca juga: Canda Ala Sufi: Pipa, Pindah Rumah, dan Kuah Itik

Silakan Kencing, Wahai Jagoan


Suatu hari, Nashruddin berjalan di sebuah pekuburan. Dia melihat seekor anjing yang sedang kencing di atas kuburan. Nashruddin lalu mengambil tongkatnya dan mendekat pada anjing itu untuk memukulnya.



Tiba-tiba, anjing itu membuka mulutnya dan menampakkan taringnya, kemudian menggonggong padanya bagai seekor srigala yang hendak memangsa.

Nashruddin pun menjadi takut dan mundur ke belakang. Lalu, dia berkata kepada anjing itu, "Silakan kencing, wahai jagoan."

Baca juga: Canda Ala Sufi: Pemberian Allah atau Manusia?

Jalan di Atas Pohon


Saat Nashruddin berjalan-jalan bersama sekelompok pemuda, mereka bersepakat untuk mencuri sepatunya. Salah seorang di antara mereka berkata kepada Nashruddin, "Siapa yang dapat menaiki pohon ini?"

Nashruddin menjawab dengan cepat, "Saya..."

Mereka lalu berkata padanya, "Kamu tidak mungkin dapat menaiki pohon itu, karena sangat tinggi."

Nashruddin pun marah. Dia lalu menyingsingkan lengan baju, melepaskan sepatu, dan menyelipkannya di ikat pinggangnya.

Nashruddin berkata kepada mereka, "Lihatlah, bagaimana aku menaiki pohon ini."

Mereka berkata kepada Nashruddin, "Untuk apa kau selipkan sepatumu di ikat pinggangmu?"

Nashruddin menjawab, "Barangkali aku menemukan jalan di atas pohon ini; dengan begitu aku akan pulang ke rumah." (Baca juga: Canda Ala Sufi: Dia Meninggal dan Dia Sendiri yang Memberitahuku)
(mhy)
cover top ayah
وَّمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ‌ؕ قَلِيۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَۙ
Dan Al-Qur'an bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

(QS. Al-Haqqah:41)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video