Perbedaan Wakaf dan Sedekah, Simak Penjelasannya

loading...
Perbedaan Wakaf dan Sedekah, Simak Penjelasannya
Allah menjanjikan pahala berlipat bagi mereka yang bersedekah atau mewakafkan hartanya. Foto ilustrasi/Ist
Wakaf dan sedekah adalah amal yang sangat dicintai Allah Ta'ala. Pahala yang tak terkira akan menghampiri orang yang melakukannya.

Wakaf dan sedekah memiliki tujuan yang sama yaitu membantu orang lain dan memudahkan urusan mereka. Allah menjanjikan pahala berlipat bagi mereka yang bersedekah atau mewakafkan hartanya. Berikut perbedaan antara wakaf dan sedekah sebagaimana dilansir dari beranda zakat.or.id.

(Baca Juga: Di Tengah Ancaman Covid-19, Maksimalkan Zakat, Infak dan Sedekah)

Allah berfirman dalam Al-Qur'an :



وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al-Munafiqun: 10)

Jika persamaannya sama-sama memberi kebaikan antara wakaf dan sedekah, namun dalam arti secara rinci keduanya berbeda. Waqaf adalah ibadah amaliyah yang spesifik. Berasal dari kata wa-qa-fa (وقف) yang artinya tetap. Artinya bahwa seseorang menyerahkan harta yang tetap ada wujudnya. Namun, selalu memberikan manfaat dari waktu ke waktu tanpa kehilangan benda aslinya tersebut.



Sedangakan pengertian sedekah yaitu saat seseorang memberikan hartanya, maka harta itu langsung habis manfaatnya saat itu juga. Sebagai contoh, seseorang bersedekah memberikan 30 anak yatim makanan berbuka puasa. Saat makanan sudah dilahap dan habis, maka orang tersebut dapat pahala. Tetapi tidak ada pahala lainnya setelah itu, sebab pokok sedekah itu sudah selesai dan berhenti manfaatnya.

Sementara wakaf, seseorang bersedekah dengan harta yang pokoknya tetap ada. Harta itu tetap menghasilkan pemasukan yang sifatnya terus menerus dan juga rutin.

Contohnya, seseorang mewakafkan ladang perkebunan tomat untuk fakir miskin. Ladang perkebunan itu dipelihara oleh orang yang ahli dalam pekerjaannya. Yang diambil manfaatnya adalah hasil panen dari tomat tersebut. Tomat tersebut misalnya boleh dibagikan kepada fakir miskin, atau dijual yang hasilnya untuk kaum fakir miskin.

Mengenai keutamaan keduanya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, doa anak yang sholeh." (HR Muslim)

Manfaat Wakaf
1. Memudahkan urusan orang lain yang mendapatkan kesulitan.
2. Menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi.
3. Menguatkan tali persaudaraan.
4. Mencegah kesenjangan sosial antara si kaya dan miskin.
5. Bekal Tabungan untuk Akhirat yang kekal.

(Baca Juga: Kisah Suami Istri Mendadak Kaya di Zaman Nabi Musa)

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ تَفَرَّقُوۡا وَاخۡتَلَفُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ الۡبَيِّنٰتُ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌۙ
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,

(QS. Ali 'Imran:105)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video