Kisah Keluarga Fakir Miskin dan Kedelai Rebus
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة
"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga."
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia pun menitikkan air mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Radhiitu Ya Rabb. Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan, ya Allah."
(Baca Juga: Kisah Kedermawanan Ulama Besar Makkah Sayyid Alawi Al-Maliki)
Rejeki itu yang penting mengalir. Besar atau kecil yang penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir. Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan? Sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan."
Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga."
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia pun menitikkan air mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Radhiitu Ya Rabb. Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan, ya Allah."
(Baca Juga: Kisah Kedermawanan Ulama Besar Makkah Sayyid Alawi Al-Maliki)
Rejeki itu yang penting mengalir. Besar atau kecil yang penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir. Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan? Sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan."
Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah:
Lihat Juga :