Qalandar Puri: Betapa Anehnya Manusia

Rabu, 13 Januari 2021 - 09:01 WIB
loading...
Qalandar Puri: Betapa...
Ilustrasi/Ist
A A A
COBA bayangkan sejenak bahwa engkau adalah makhluk selain manusia. Tidak dirasakan oleh manusia, engkau memasuki salah satu tempat tinggalnya. Sebagai seorang peneliti, apakah menurutmu penyebab atau tujuan ia berbuat demikian? Asumsikan bahwa engkau tidak memiliki pengalaman tentang kemanusiaan. (Baca juga: Abdal Ali Haidar: Keledai yang Berkandang di Perpustakaan, Tak Akan Jadi Terpelajar )

Orang yang engkau teliti bermalas-malasan dan tidur. Engkau tidak tidur, karena engkau tidak dari alamnya. Bagaimana engkau dapat mengerti apa yang telah dilakukannya atau mengapa?

Baca juga : Leluasa di Dunia dan Bahagia di Akhirat

Engkau akan terpaksa mengatakan, "Ia mati"; atau barangkali, "Ia gila"; atau lagi, "Ini pasti ketaatan religius."

Engkau terpaksa, karena kekurangan materi yang menunjuk perilaku manusia tersebut, untuk menghubungkan mereka dengan tindakan paling dekat yang engkau ketahui, di dalam duniamu.

Baca juga: Para Syuhada Itu Bernama Al-Ghazali, Manshur Al-Hallaj, dan Suhrawardi

Sekarang, sementara kita masih memperhatikan orang ini, kita temukan ia sudah bangun. Apa yang terjadi? Kita mungkin berpikir, "Ia dihidupkan kembali secara ajaib," atau hal-hal serupa. Ia pergi ke sumber air dan mandi. Kita berkata, "Betapa anehnya."

Sekarang orang itu memasak sesuatu dalam sebuah panci, dan perlu membasahi keningnya. "Sebuah peribadatan religius ... atau barangkali ia adalah budak dari lompatan-lompatan aneh ini, benda bercahaya yang disebut api, dan harus melayaninya dengan cara demikian ..."

Singkatnya, apa pun yang ia lakukan tampak gila, tidak lengkap atau didorong oleh sebab-sebab yang muncul dalam imajinasi kita -- jika kita adalah pengunjung tersebut yang menggunakan skalanya sendiri, atau sama sekali tidak, untuk mengukur aktivitas manusia.

Baca juga: Kisah Sufi: Ucapan Terakhir Al-Hallaj Saat Dieksekusi Mati

Begitu pula dengan kaum darwis . Ia tertawa, ia menangis. Ia baik, ia jahat. Ia bertobat, berbicara tentang anggur, menjauhkan diri dari manusia dan kemudian mengunjungi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Hikmah Beriman pada...
Hikmah Beriman pada Qadha dan Qadar, Umat Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Misteri...
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Terjadinya Lubang Raksasa di Antartika
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
5 Tanda Akan Terjadi...
5 Tanda Akan Terjadi Hujan Lebat yang Dapat Dilihat Mata
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Indonesia Akan Mengalami...
Indonesia Akan Mengalami Fenomena Matahari Terbenam Lebih Lambat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved