Abdal Ali Haidar: Keledai yang Berkandang di Perpustakaan, Tak Akan Jadi Terpelajar

Selasa, 12 Januari 2021 - 06:47 WIB
loading...
Abdal Ali Haidar: Keledai...
Ilustrasi/Ist
A A A
BANYAK orang berbuat baik, atau berkumpul dengan orang-orang bijak dan mulia, percaya bahwa hal ini adalah pencarian pengembangan diri. Mereka tertipu. Dengan nama agama , beberapa orang biadab telah melakukan ini. Mencoba berbuat baik, manusia melakukan sebagian dari aktkitas buruknya. (Baca juga: Para Syuhada Itu Bernama Al-Ghazali, Manshur Al-Hallaj, dan Suhrawardi )

Kekurangan datang dari asumsi yang absurd bahwa hanya berhubungan dengan sesuatu yang bernilai, akan membawa keberuntungan yang sama pada individu yang tidak berubah.

Banyak yang lebih penting. Manusia tidak harus berhubungan dengan orang baik: ia harus berhubungan dengan bentuk yang memungkinkan mengubah fungsinya dan membuatnya baik. Seekor keledai yang berkandang di perpustakaan, tidak akan menjadi terpelajar.

Argumentasi ini salah satu dari perbedaan di antara ajaran-ajaran Sufi dan mencoba mempraktekkan etika atau pengembangan diri di dalam usaha yang lain. (Baca juga: Kisah Sufi: Ucapan Terakhir Al-Hallaj Saat Dieksekusi Mati )

Secara umum, pokoknya disia-siakan oleh pembaca atau murid. Thalib Kamal berkata, "Benang tidak akan menjadi mulia karena menembus di antara permata." Dan, "Kebaikanku tidak memajukan diriku, tidak lebih dari tempat sunyi yang disuburkan oleh adanya harta karun."

Harta karun adalah harta karun. Tetapi bila diambil untuk menciptakan kerusuhan lagi, harta karun tersebut harus dimanfaatkan dengan cara tertentu.

Khutbah mungkin bagian dari sebuah proses. Sarana untuk mengubah manusia tetap diperlukan. Sarana inilah yang menjadi rahasia kaum Sufi. Sekolah-sekolah lain, sangat sering, tidak berada pada titik di mana mereka dapat melihat di atas tahap pertama; mereka dimabukkan dengan penemuan etika dan kebajikan, yang oleh karena itu mereka simpulkan merupakan obat untuk segala macam penyakit.(Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri )

===
Abdal Ali Haidar, dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Sufi:  Fatima...
Kisah Sufi:  Fatima si Pemintal Mencari Suami
Kisah Sufi: Cara Menangkap...
Kisah Sufi: Cara Menangkap Kera Penggemar Buah Ceri
Kisah Sufi: Raksasa...
Kisah Sufi: Raksasa Perampok dan Guru Sufi
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin...
Kisah Sufi: Saudagar, Jalaluddin Rumi, dan Darwis Kristen
Kisah Setiap Tempat...
Kisah Setiap Tempat yang Dipijak Nabi Khidir Berubah Hijau
Rekomendasi
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Ekosistem Menghilang,...
Ekosistem Menghilang, Hal Ini Lebih Menakutkan dari Rencana Trump Soal Greenland
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved