Syarat Sempurnanya Iman dengan Mencintai Sesama Saudara Muslim

loading...
Syarat Sempurnanya Iman dengan Mencintai Sesama Saudara Muslim
Bangunlah persaudaraan kita di atas cinta kepada Allah Subhanahu wa Taala, bukan karena materi, bukan karena hal-hal yang bersifat duniawi, tetapi karena Allah Subhanahu wa Taala. Foto ilustrasi/ist
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Dan tidak sempurna iman-iman kalian sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan satu amal perbuatan yang jika kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kamu sekalian.” (HR. Muslim)

(Baca juga: 5 Amalan Doa untuk Mendatangkan dan Kemudahan Rezeki )



Hadis ini adalah hadis yang agung . Menurut Ustadz Mubarak Bamualim Lc, hadis tersebut menjelaskan kepada kita tentang betapa urgentnya iman. Karena iman merupakan seseorang mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah meridhai keimanan dan Allah murka kepada kekufuran.

Dinukil dari ceramahnya di kanal dakwah Islam, berikut uraiannya penjelasan Ustadz Mubarak Bamualim Lc tersebut :
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada kita tentang syarat seseorang masuk surga, yaitu beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan beriman kepada apa-apa yang menjadi kewajiban baginya untuk mengimaninya. Di antaranya adalah beriman kepada rukun-rukun iman . Sehingga dengan demikian seorang memenuhi syarat sebagai seorang mukmin.

(Baca juga: Leluasa di Dunia dan Bahagia di Akhirat )



Karena iman itu memiliki rukun yang dalam bahasa jawa dengan “sokoguru” atau tiang dari iman seseorang. Tiang itu ada 6 perkara, yaitu: Iman kepada Allah, iman kepada para malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada para Rasul Allah, iman kepada hari kebangkitan, yang mana manusia dibangkitkan di hari tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban dari apa yang mereka kerjakan di dunia, beriman kepada takdir (ketentuan) Allah Subhanahu wa Ta’ala yang baik maupun yang buruk, semua adalah dari ketetapan Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat yang Maha Kuasa, Dzat yang berbuat apa yang dikehendakiNya dengan tidak mendzalimi hamba-hambaNya.

Maka syarat seorang masuk surga adalah dia beriman kepada Allah, beriman kepada RasulNya, beriman kepada hal-hal yang wajib dia imani. Dan itu tidak cukup hanya sekedar beriman, tetapi iman tersebut harus dipertahankan sampai dari kehidupannya meninggalkan dunia ini. Makanya seorang yang murtad keluar dari iman dan Islam, maka dia tidak tergolong orang-orang yang beriman.

(Baca juga: Ini Kriteria Perempuan Saleha Seperti yang Disabdakan Rasulullah )

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman,” kemudian kata beliau: “Dan kalian tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling mencintai satu dengan yang lainnya.”

Sesama kaum muslimin harus saling mencintai, bukan saling menjatuhkan, bukan saling merongrong, tetapi menyeru kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyeru kepada iman dan Islam yang haq sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Ketika seseorang melihat saudaranya menyimpang atau berbuat dosa, atau dia berbuat hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka kewajiban orang yang berilmu adalah berdakwah, menyeru mereka untuk kembali kepada tuntunan Allah dan RasulNya dengan dilandari oleh rasa cinta. Cinta karena Allah.

(Baca juga: Data Terbaru, 2.773 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri )

Termasuk tali ikatan iman yang amat kokoh,

أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحَبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ

“Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani)

Maka seorang mukmin dia mencintai saudaranya. Tatkala saudaranya menyimpang, maka dia mengingatkan saudaranya, dia menyeru saudaranya kepada taubat, kepada kebenaran, itulah bukti kecintaan.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. 

(QS. Al-An’am:162)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video