Tidak Bersedih dengan Kematian Ulama Berarti Munafik?

Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:54 WIB
loading...
A A A
Lalu Bagaimana Menyikapinya?
Prinsip seorang muslim, kalau itu dari Nabi maka harus sam'an wa thoatan (dengar dan mentaati). Akan tetapi kalau itu bukan dari Nabi, maka boleh diambil dan boleh juga menolak kalau memang tidak ada kebaikannya. Akan tetapi kalau ada kebaikan dalam pernyataan tersebut kenapa tidak diambil manfaatnya?

Walaupun itu bukan hadis, tapi kalau dilihat lebih jauh lagi, pernyataan itu ada benarnya juga. Maksudnya memang sangat layak kita bersedih jika ada seorang ulama yang meninggal dunia.

Ulama itu para ahli waris Nabi, dan Nabi tidak mewarisi apa-apa kecuali ilmu. Berarti memang ulama itu jalan kita untuk menuju apa yang diajarkan oleh Nabi karena para ulama itu semua yang terwarisi ilmu Nabi صلى الله عليه وسلم.

Makin banyak ulama yang meninggal, makin banyak pula nantinya ilmu yang tidak tersampaikan kepada ummat. Akhirnya banyak yang tidak paham agama, tidak punya penuntun yang menuntunnya dalam masalah agama karena ahli warisnya terhenti.

Masa iya kita tidak bersedih dengan terputusnya ilmu? Dan kematian ulama itu adalah salah satu cara Allah mengangkat ilmuNya dari bumi. Sebagaimana hadits Nabi صلى الله عليه وسلم:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Allah tidak mengambil ilmu dengan menariknya dari bumi akan tetapi Allah mengambil ilmu-Nya dengan mewafatkan para ulamanya. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan orang-orang ‘alim di situ, para manusia menjadikan orang-orang bodoh (bukan ahli ilmu) sebagai tempat bertanya, maka ia berfatwa tanpa ilmu lalu sesatlah dan menyesatkan." (HR Al-Bukhari)

Jadi, memang harus kita bersedih kalau ada ulama yang wafat. Itu ancaman buat keilmuan Islam, buat umat yang bakal kehilangan penuntun. Ulama itu bagaikan penerang bagi umatnya, dan umat itu mendapat penerangan dari ilmu para sang ulama. Bayangkan bagaimana kalau tidak ada ulama? Bagaimana bisa umat beribadah tanpa ilmu?

"Kan ulama banyak! Nggak cuma dia doang", mungkin ada yang bilang begitu.

Tapi tidak seperti itu cara berfikirnya. Coba bayangkan ada jalan yang panjangnya kira-kira berkilo-kilo meter. Setiap sekian ratus meter didirikan pos sebagai tempat lampu penerang supaya orang dan rumah yang ada sekitar bisa mendapat cahaya.

Kalau di salah satu pos ada lampu yang mati, bagaimana keadaan orang sekitar pos itu? Pasti kesusahan. Dan dia harus berjjalan jauh guna mendapat cahaya yang masih menyala di pos lain. Ini jelas menyulitkan.

Begitu juga kiranya sang ulama. Ulama memang banyak tapi kesemuanya sudah punya pos dan bidang yang didalami masing-masing. Kalau ulama satu meninggal memang ada uda ulama lain yang masih ada, tapi belum tentu ulama yang tersisa itu menekuni sesuai apa yang ditekuni oleh ulama yang wafat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Perkuat Mutu Pendidikan...
Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren, Majelis Masyayikh Gelar Pelatihan Asesmen Dikdasmen
Syaikh Abu Al-Hasan...
Syaikh Abu Al-Hasan Ali An-Nadwi, Sosok Ulama dan Penulis Terbaik Sirah Nabawiyah
Siapkan Regenerasi Ulama,...
Siapkan Regenerasi Ulama, Kemenag-Majelis Masyayikh Uji Publik Standar Mutu Ma’had Aly
ICIEFE 2025, Menag Dorong...
ICIEFE 2025, Menag Dorong Tafsir Al-Qur'an yang Adaptif terhadap Budaya
Rekomendasi
5 Tanda Akan Terjadi...
5 Tanda Akan Terjadi Hujan Lebat yang Dapat Dilihat Mata
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Tanda-tanda Kiamat Paling...
Tanda-tanda Kiamat Paling Nyata Muncul di Samudera Arktik
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved