Ringan Meminta Maaf, Kunci Menjaga Kepercayaan
Senin, 18 Januari 2021 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian latihlah diri kita agar mudah berterima kasih kepada orang lain yang sudah menjadi jalan kebaikan. Sekecil apa pun kebaikan itu, syukuri dan berterima kasihlah. Karena sesungguhnya kecil besar sebuah kebaikan itu hanyalah pada pandangan kita sebagai manusia. Makhluk yang segala penilaiannya semu. Sedangkan dalam penilaian Allah Ta’ala kebaikan sesederhana apa pun akan bernilai besar.
Jika Allah Ta’ala memiliki sifat as-Syakur yaitu Maha Mensyukuri kebaikan hamba-Nya, apalagi kita makhluk yang semestinya sangat patut untuk bersyukur dan berterima kasih. Ucapkan terima kasih pada orang lain yang selama ini sudah banyak membantu kita. Mengucapkan terima kasih tidak hanya kepada atasan yang sudah banyak membimbing kita. Namun juga kepada bawahan yang mana tanpa mereka tentulah kita akan sangat keteteran menyelesaikan berbagai macam urusan.
Baca juga: PSBB Ketat, Tawuran Antara Sekelompok Remaja Pecah di Manggarai
Rasa terima kasih juga akan lebih baik lagi jika tidak hanya diucapkan namun juga diungkapkan. Yaitu dengan cara membalas kebaikan mereka. Meskipun tentu saja mereka berbuat baik kepada kita tanpa berharap pamrih.
Membalas kebaikan dengan kebaikan akan menebarkan rasa kasih sayang di antara sesama manusia. Juga akan membiasakan diri kita untuk hanya fokus pada kebaikan orang lain terhadap kit, lalu mengesampingkan kekurangan-kekurangannya.
Tidak sedikit orang yang benar-benar terbawa dengan peribahasa ‘Karena nila setitik rusak susu sebelanga’, sekian banyak kebaikan orang lain terhijab oleh satu saja kekurangan. Padahal manusia memang tempatnya salah dan lupa.
Baca juga: Fenomena Utang dalam Pandemi
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertaubat kepada Allah Ta’ala.” (HR. Tirmidzi).
Wallahu A'lam
Jika Allah Ta’ala memiliki sifat as-Syakur yaitu Maha Mensyukuri kebaikan hamba-Nya, apalagi kita makhluk yang semestinya sangat patut untuk bersyukur dan berterima kasih. Ucapkan terima kasih pada orang lain yang selama ini sudah banyak membantu kita. Mengucapkan terima kasih tidak hanya kepada atasan yang sudah banyak membimbing kita. Namun juga kepada bawahan yang mana tanpa mereka tentulah kita akan sangat keteteran menyelesaikan berbagai macam urusan.
Baca juga: PSBB Ketat, Tawuran Antara Sekelompok Remaja Pecah di Manggarai
Rasa terima kasih juga akan lebih baik lagi jika tidak hanya diucapkan namun juga diungkapkan. Yaitu dengan cara membalas kebaikan mereka. Meskipun tentu saja mereka berbuat baik kepada kita tanpa berharap pamrih.
Membalas kebaikan dengan kebaikan akan menebarkan rasa kasih sayang di antara sesama manusia. Juga akan membiasakan diri kita untuk hanya fokus pada kebaikan orang lain terhadap kit, lalu mengesampingkan kekurangan-kekurangannya.
Tidak sedikit orang yang benar-benar terbawa dengan peribahasa ‘Karena nila setitik rusak susu sebelanga’, sekian banyak kebaikan orang lain terhijab oleh satu saja kekurangan. Padahal manusia memang tempatnya salah dan lupa.
Baca juga: Fenomena Utang dalam Pandemi
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertaubat kepada Allah Ta’ala.” (HR. Tirmidzi).
Wallahu A'lam
(wid)