Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Tentang Introspeksi Diri
Senin, 18 Januari 2021 - 17:43 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
MASALAH pertama yang patut diperhatikan oleh orang yang berakal ialah keadaan dan suasana dirinya sendiri, setelah itu barulah ia melihat atau memperhatikan seluruh makhluk dan ciptaan.
Baca juga: 10 Sifat Salik dan Peraih Tujuan Rohani, Menurut Syaikh Abdul Qadir
Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya Futuh Al-Ghaib , dari semua itu, dapatlah dipahami dari mana sumber semua itu dan siapa yang menciptakan semua itu. "Sebab, makhluk itu tanda Al-khaliq (yang mencipta), tanda yang menunjukkan kekuasaan Yang Maha Gagah dan menunjukkan bahwa yang menciptakan itu tentu Maha Bijaksana," tuturnya.
Adanya makhluk menunjukkan adanya Al-Khalik, karena keberadaan semua makhluk itu lantaran ada yang menciptakannya.
Inilah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. dalam ulasannya tentang firman Allah: “Dan Dia jadikan untukmu segala yang di langit dan yang di bumi”.
Baca juga: Bolehkah Wali Mengumpat Seseorang? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Diriwayatkan bahwa ulasan ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Dalam setiap sesuatu itu tersirat satu sifat di antara sifat-sifat Allah dan dalam setiap nama itu tersirat satu tanda untuk salah satu diantara nama-namaNya. Dengan demikian, pasti kamu ada dalam salah satu diantara nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. BatinNya tampak melalui kuasa-Nya dan zahir-Nya tampak melalui kebijaksanan-Nya.
Dia tampak di dalam sifat-sifat-Nya dan sifat-sifat-Nya terpelihara di dalam perbuatan-perbuatan-Nya.
Dia menampakkan ilmu-Nya melalui iradat-Nya dan Dia menyatakan iradat-Nya di dalam gerak-Nya. Dia menyembunyikan kemahiran dan kebijaksanaan-Nya, dan menyatakan kemahiran dan kebijaksanaan-Nya melalui iradat-Nya.
Baca juga: Di Mana Posisi Kita? Begini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Maka, Dia tersembunyi di dalam ghaib-Nya dan tampak di dalam kebijaksanaan dan kekuasaanNya.
Firman Allah: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS, 42:11)
Sesungguhnya banyak rahasia-rahasia ilmu kerohanian di dalam kenyataan ini yang tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki sinar kerohanian di dalam hatinya.
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Ibnu Abbas mendapatkan ilmu itu dikarenakan doa Nabi Muhammad SAW , untuknya. Nabi mendoakannya, ”Ya Allah, berilah ia pengetahuan tentang agama dan ajarlah ia pengertian tentang Al-Quran”.
Semoga kita mendapatkan limpahan karuniaNya dan dimasukkan ke dalam orang-orang yang mendapatkan rahmatNya di hari kebangkitan kelak.
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Baca juga: 10 Sifat Salik dan Peraih Tujuan Rohani, Menurut Syaikh Abdul Qadir
Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya Futuh Al-Ghaib , dari semua itu, dapatlah dipahami dari mana sumber semua itu dan siapa yang menciptakan semua itu. "Sebab, makhluk itu tanda Al-khaliq (yang mencipta), tanda yang menunjukkan kekuasaan Yang Maha Gagah dan menunjukkan bahwa yang menciptakan itu tentu Maha Bijaksana," tuturnya.
Adanya makhluk menunjukkan adanya Al-Khalik, karena keberadaan semua makhluk itu lantaran ada yang menciptakannya.
Inilah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. dalam ulasannya tentang firman Allah: “Dan Dia jadikan untukmu segala yang di langit dan yang di bumi”.
Baca juga: Bolehkah Wali Mengumpat Seseorang? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Diriwayatkan bahwa ulasan ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Dalam setiap sesuatu itu tersirat satu sifat di antara sifat-sifat Allah dan dalam setiap nama itu tersirat satu tanda untuk salah satu diantara nama-namaNya. Dengan demikian, pasti kamu ada dalam salah satu diantara nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. BatinNya tampak melalui kuasa-Nya dan zahir-Nya tampak melalui kebijaksanan-Nya.
Dia tampak di dalam sifat-sifat-Nya dan sifat-sifat-Nya terpelihara di dalam perbuatan-perbuatan-Nya.
Dia menampakkan ilmu-Nya melalui iradat-Nya dan Dia menyatakan iradat-Nya di dalam gerak-Nya. Dia menyembunyikan kemahiran dan kebijaksanaan-Nya, dan menyatakan kemahiran dan kebijaksanaan-Nya melalui iradat-Nya.
Baca juga: Di Mana Posisi Kita? Begini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Maka, Dia tersembunyi di dalam ghaib-Nya dan tampak di dalam kebijaksanaan dan kekuasaanNya.
Firman Allah: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS, 42:11)
Sesungguhnya banyak rahasia-rahasia ilmu kerohanian di dalam kenyataan ini yang tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki sinar kerohanian di dalam hatinya.
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Ibnu Abbas mendapatkan ilmu itu dikarenakan doa Nabi Muhammad SAW , untuknya. Nabi mendoakannya, ”Ya Allah, berilah ia pengetahuan tentang agama dan ajarlah ia pengertian tentang Al-Quran”.
Semoga kita mendapatkan limpahan karuniaNya dan dimasukkan ke dalam orang-orang yang mendapatkan rahmatNya di hari kebangkitan kelak.
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
(mhy)
Lihat Juga :