Kisah Sunan Giri (10-Selesai)

Jasa Besar Sunan Giri, Jadi Hakim Kasus Syeikh Siti Jenar

loading...
Jasa Besar Sunan Giri, Jadi Hakim Kasus Syeikh Siti Jenar
Ilustrasi/Ist
JASA Sunan Giri dalam penyebaran Islam di Nusantara sungguh sangat besar. Beliau menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa bahkan ke Nusantara, baik dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun melalui murid-muridnya yang ditugaskan keluar pulau.

Baca juga: Kisah Pesantren Jadi Kerajaan, Sunan Giri Jadi Raja Bergelar Prabu Satmata

Buku " Kisah dan Ajaran Wali Sanga " karya H Lawrens Rasyidi menyebutkan Sunan Giri adalah hakim dalam perkara pengadilan Syekh Siti Jenar , seorang wali yang dianggap murtad karena menyebarkan paham pantheisme dan meremehkan syariat Islam yang disebarkan para wali lainnya.

Dengan demikian Sunan Giri ikut menghambat tersebarnya aliran yang bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal jama’ah.



Keteguhannya dalam menyiarkan agama Islam secara murni dan konsekwen berdampak positif bagi generasi Islam berikutnya. Islam yang disiarkannya adalah Islam sesuai ajaran Nabi, tanpa dicampuri kepercayaan atau adat istiadat lama.

Baca juga: Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Wayang Kulit, dan Peresmian Masjid Demak

Di bidang kesenian, beliau juga berjasa besar, karena beliaulah yang pertama kali menciptakan tembang dan tembang dolanan anak-anak yang bernapas Islam antara lain: Jamuran, Cublak-ublak Suweng, Jithungan dan Delikan.

Di antara permainan anak-anak yang diciptakannya ialah sebagai berikut: Di antara anak-anak yang bermain ada yang menjadi pemburu, dan yang lainnya menjadi obyek buruan. Mereka akan selamat dari kejaran pemburu bila telah berpegang pada tonggak atau batang pohon yang telah ditentukan lebih dulu.

Inilah permainan yang disebut Jelungan. Arti permainan tersebut adalah seseorang yang sudah berpegang teguh kepada agama Islam Tauhid maka ia akan selamat dari ajakan setan atau iblis yang dilambangkan sebagai pemburu.
halaman ke-1
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video