Ayah Syekh Siti Jenar Ternyata Guru Ngaji Putra dan Putri Prabu Siliwangi

Jum'at, 21 Januari 2022 - 09:11 WIB
loading...
Ayah Syekh Siti Jenar...
Ilustrasi Syekh Siti Jenar, penyebar ajaran manunggaling kawula Gusti (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Kisah Syekh Siti Jenar yang simpang siur, penuh misteri, dan terkesan fiktif, seakan menjadi nyata tatkala dituturkan Sartono Hadisuwarno dalam bukunya berjudul "Biografi Lengkap Syekh Siti Jenar" (Diva Press, 2018). Buku ini menjelaskan secara lengkap nasab Syekh Siti Jenar dan aktivitas dakwah ayahnya.

Sartono menulis, ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh. Sang ayah pada awalnya tinggal di Malaka. Pada saat kisruh politik di daerah itu, mereka hijrah ke Cirebon. Kala itu, Syekh Siti Jenar masih dalam kandungan.

Di Cirebon sang ayah mengajar di pesantren, dan di antara santrinya adalah putra dan putri Raja Padjajaran, Prabu Siliwangi. Putra dan putri berdarah biru itu adalah Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah dan Dewi Rara Santang.

Baca juga: Syekh Siti Jenar Dibilang Jelmaan Cacing, Ini Faktanya

Dari Kamboja ke Malaka
Ayah Syekh Siti Jenar tinggal di Malaka (sekarang Malaysia) karena mengikuti aktivitas dakwah ayahnya, Syekh Isa Alawi. Pada mulanya kakek Syekh Siti Jenar tinggal di Kamboja.

Pada masa itu, Malaka merupakan daerah yang aman dan tidak banyak terjadi konflik. Sehingga, penyebaran agama Islam dapat berjalan tanpa hambatan.

Malaka, kata Sartono, merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Malaka, yakni sebuah kerajaan Melayu yang didirikan oleh Parameswara jauh sebelum Kesultanan Malaka mendapatkan legitimasi atau pengakuan wilayah kedaulatan dari Kaisar Tiongkok pada tahun 1405.

Dahulu, Malaka merupakan daerah yang aman dan tidak banyak terjadi konflik karena telah mendapatkan perlindungan Kaisar Tiongkok dari serangan Kerajaan Ayyutthaya dan Majapahit.

Semua rakyat dan para pendatang yang bertempat tinggal di sana dijamin keamanan mereka oleh pihak Kesultanan Malaka. Tak terkecuali, Syekh Datuk Shaleh beserta sang istri. Mereka justru mendapatkan perlindungan yang “lebih”, karena telah dikenal oleh pihak Kesultanan Malaka sebagai ulama penyebar agama Islam di Malaka.

Keamanan Malaka yang terjamin oleh Kesultanan Malaka ternyata tidak bertahan cukup lama. Hal ini terbukti ketika terjadi kemelut pemindahan kekuasaan di dalam Kesultanan Malaka pada akhir tahun 1424 M, atau pada masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Maka, saat itu pula, Syekh Datuk Shaleh beserta sang istri memutuskan untuk pindah ke Cirebon karena merasa sudah tidak aman lagi bertempat tinggal di Malaka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya
Buldantour Tawarkan...
Buldantour Tawarkan Pendidikan Bersertifikat Resmi di Masjid Nabawi Setahun Penuh
Setelah Assad Digulingkan:...
Setelah Assad Digulingkan: Siapa yang Akan Memerintah Suriah?
Mirza Ghulam Ahmad dan...
Mirza Ghulam Ahmad dan Paham Imam Mahdi Pengikutnya
Rekomendasi
Sebelum Columbus, Abu...
Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
6 Lubang Terdalam di...
6 Lubang Terdalam di Dunia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding
Ini Penyebab Cahaya...
Ini Penyebab Cahaya Aneh di Langit Malang Usai Gempa Magnitude 6,1
Artikel Terkini
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved