Syekh Siti Jenar Dibilang Jelmaan Cacing, Ini Faktanya

Rabu, 19 Januari 2022 - 18:09 WIB
loading...
Syekh Siti Jenar Dibilang...
Ilustrasi Syekh Siti Jenar, penyebar ajaran manunggaling kawula Gusti (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Kisah Syekh Siti Jenar cukup melegenda di tengah masyarakat Jawa. Penyebar ajaran manunggaling kawula Gusti ini menjadi tokoh antagonis. Ia dikisahkan dari mulut ke mulut dan menjadi cerita misteri di tengah masyarakat Jawa sebagai jelmaan cacing.

Terlepas siapa yang membuat kisah aneh ini, tak sedikit pengikut Syekh Siti Jenar. Buktinya nama Syekh Siti Jenar tetap melegenda sampai kini. Pada saat orang berkisah tentang Walisongo, maka nama Syekh Siti Jenar ikut disebut-sebut.

Baca juga: Sunan Kudus: Sang Eksekutor Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga

Sartono Hadisuwarno, dalam bukunya berjudul "Biografi Lengkap Syekh Siti Jenar" mencoba meluruskan cerita rakyat tentang syekh. Dia membantah bahwa Syekh Siti Jenar jelmaan cacing dengan mengutip sebuah literatur klasik.

Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing Dhusun Lemahban,” tuturnya. Maknanya, "Syekh Siti Jenar sebenarnya adalah seorang manusia (rakyat jelata) yang rumahnya di Dusun Lemahbang".

Lalu siapa sejatinya, Syekh Siti Jenar itu? Sartono Hadisuwarno memaparkan bahwa Syekh Siti Jenar dikenal dengan nama Syekh Abdul Jalil, Sitibrit, Lemah Abrit, dan Lemah Abang. Dia sebenarnya adalah putra dari seorang ulama di Malaka bernama Syekh Datuk Shaleh bin Syekh Isa Alawi bin Ahmad Syah Jamaludin Husain bin Syekh Abdullah Khannuddin bin Syekh Sayid Abdul Malikal-Gazam.

Syekh Siti Jenar dilahirkan di Cirebon pada sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M, dengan nama kecil Sayyid Hasan Ali al-Husain.

Menurut dia, nama kecil Syekh Siti Jenar --Sayyid Hasan Ali al-Husain-- mengandung banyak arti. "Kata Sayyid dalam nama tersebut menunjukkan bahwa Syekh Siti Jenar adalah keturunan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Husain. Kata Ali menegaskan bahwa Syekh Siti Jenar memiliki sifat taat. Kemudian, kata al-Husain” menandaskan nama kakek teratas Syekh Siti Jenar," urainya.

Menurut dia, pada umumnya, ketika orang-orang Persia memiliki anak, mereka memakai nama kakek mereka, baik kakek pertama, kakek kedua, kakek ketiga, kakek keempat, ataupun kakek teratas, untuk dipakai di nama akhir anak-anak mereka.

Hal ini adalah wajar dan memang sudah menjadi tradisi di kalangan orang-orang Persia. Maka dari itu, tak heran bila Syekh Siti Jenar memiliki nama kecil yang berakhiran kata al-Husain, yang merujuk pada nama kakek teratasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
Benarkah Pemimpin Iran...
Benarkah Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Keturunan Rasulullah SAW? Begini Profilnya
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya
Buldantour Tawarkan...
Buldantour Tawarkan Pendidikan Bersertifikat Resmi di Masjid Nabawi Setahun Penuh
Setelah Assad Digulingkan:...
Setelah Assad Digulingkan: Siapa yang Akan Memerintah Suriah?
Rekomendasi
7 Letusan Gunung Api...
7 Letusan Gunung Api Terbesar dalam Sejarah, 2 Di Antaranya Ada di Indonesia
Arkeolog Temukan Bukti...
Arkeolog Temukan Bukti Baru tentang Koloni Roanoke yang Hilang
Batu Seberat 137 Ton...
Batu Seberat 137 Ton yang Bisa Dipindahkan dengan 1 Orang Saja
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved