Jasa Besar Sunan Giri, Jadi Hakim Kasus Syeikh Siti Jenar
Jum'at, 22 Januari 2021 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Sewaktu memerintah Giri Kedaton beliau bergelar Prabu Satmata . Pengaruh Sunan Giri sangat besar terhadap kerajaan-kerajaan Islam di Jawa maupun di luar Jawa. Sebagai bukti adalah adanya kebiasaan bahwa apabila seorang hendak dinobatkan menjadi raja haruslah memerlukan pengesahan dari Sunan Giri.
Giri Kedaton atau Kerajaan Giri berlangsung selama hampir 200 tahun. Sesudah Sunan Giri yang pertama meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu: Sunan Dalem, Sunan Sedomargi, Sunan Giri Prapen, Sunan Kawis Guwa, Panembahan Ageng Giri, Panembahan Mas Witana Sideng Rana, Pangeran Singonegoro (bukan keturunan Sunan Giri), Pangeran Singosari.
Baca juga: Ketika Nyai Ageng Pinatih Menyadari Siapa Sejatinya Raden Paku
Pangeran Singosari ini berjuang gigih mempertahankan diri dari serbuan Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC dan Kapten Jonker.
Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pernah menjungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri.
Pemberontakan Trunojoyo itu dilakukan karena tindakan sewenang-wenang dari Sunan Amangkurat I yang pernah menumpas dan membunuh 6000 ulama’ Ahlusunnah yang dituduh menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat terhadap raja. Padahal itu hanya fitnah dari orang-orang yang menjadi kaki tangan Sunan Amangkurat I, mereka adalah para pengikut paham Manunggaling Kawula Gusti, paham yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar yang ditentang Wali Sanga.
Sesudah Pangeran Singosari wafat pada tahun 1679, habislah kekuasaan Giri Kedaton. "Yang tinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri. Yang dirawat oleh juru kunci makam Sunan Giri," demikian H Lawrens. (Selasai)
Giri Kedaton atau Kerajaan Giri berlangsung selama hampir 200 tahun. Sesudah Sunan Giri yang pertama meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu: Sunan Dalem, Sunan Sedomargi, Sunan Giri Prapen, Sunan Kawis Guwa, Panembahan Ageng Giri, Panembahan Mas Witana Sideng Rana, Pangeran Singonegoro (bukan keturunan Sunan Giri), Pangeran Singosari.
Baca juga: Ketika Nyai Ageng Pinatih Menyadari Siapa Sejatinya Raden Paku
Pangeran Singosari ini berjuang gigih mempertahankan diri dari serbuan Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC dan Kapten Jonker.
Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pernah menjungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri.
Pemberontakan Trunojoyo itu dilakukan karena tindakan sewenang-wenang dari Sunan Amangkurat I yang pernah menumpas dan membunuh 6000 ulama’ Ahlusunnah yang dituduh menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat terhadap raja. Padahal itu hanya fitnah dari orang-orang yang menjadi kaki tangan Sunan Amangkurat I, mereka adalah para pengikut paham Manunggaling Kawula Gusti, paham yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar yang ditentang Wali Sanga.
Sesudah Pangeran Singosari wafat pada tahun 1679, habislah kekuasaan Giri Kedaton. "Yang tinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri. Yang dirawat oleh juru kunci makam Sunan Giri," demikian H Lawrens. (Selasai)
(mhy)
Lihat Juga :