Cara Rasulullah Membaca Al-Qur'an Memukau Sahabat

Rabu, 03 Februari 2021 - 08:20 WIB
loading...
Cara Rasulullah Membaca...
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah seorang Nabi pembawa risalah sekaligus Qari terhebat yang memiliki suara terindah. Foto/Ist
A A A
Salah satu amalan yang kelak memberi syafa'at (pertolongan) pada hari Kiamat adalah membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya. Dalam hadis lain, Nabi bersabda bahwa setiap huruf yang dibaca dari kitabullah mendapat ganjaran 10 kebaikan dari Allah Ta'ala.

Sebenarnya ada 4 tingkatan membaca Al-Qur'an di antaranya Tahqiq (lambat/pelan); Tartil (perlahan); Tadwir (sedang/antara perlahan dan cepat); dan Hadr (cepat). Adapun ilmu seni (Naghom) membaca Al-Qur'an terbagi dalam 7 varian. Para Qari Indonesia biasanya melantunkan ayat Al-Qur'an dengan maqam Arabiah yaitu Bayati, Hijaz, Shobah, Rost, Jiharkah, Sikah, dan Nahawand. Masing-masing memiliki kelebihan dan keindahan irama.

Baca Juga: Jumlah Huruf Dalam Al-Qur'an Menurut Imam Syafi'i

Muncul pertanyaan, bagaimana cara Rasulullah صلى الله عليه وسلم membaca Al-Qur'an? Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Al-Hakim, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Hiasilah Al-Qur'an dengan suaramu, karena sesungguhnya suara yang bagus (indah) akan menjadikan bacaan Al-Qur'an bertambah bagus pula."

Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah seorang Nabi pembawa risalah sekaligus Qari' terhebat. Dalam satu riwayat disebutkan, beliau mampu mendengungkan suara yang indah tatkala membaca Al-Qur'an. Suatu ketika beliau pernah mendengungkan suaranya dengan irama yang sangat memukau.

"Telah menceritakan kepada kami Muḥammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Mis'ar dari 'Adi bin Ṡabit dia berkata, "Saya mendengar al-Bara' bin 'Azib berkata, "Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam Salat Isya membaca Surat at-Tin waz-Zaituun dan tidaklah saya mendengar suara yang lebih bagus daripadanya." (HR Muslim)

Hadis di atas menjelaskan bahwa suara bacaan Nabi terdengar begitu indah dan merdu. Kemerduan suara Rasulullah membuat kagum Al-Barra Ibn Azib hingga menyatakan bahwa tidak ada orang yang mampu menandingi keindahan suara dari bacaan beliau.

Begitu juga dengan unta yang ditunggangi Abdullah Ibn Mughaffal terperanjat karena mendengar keindahan suara Rasulullah ketika melantunkan Surah Al-Fath. Saat itu, Nabi membacanya dengan lembut dan dengan suara mendayu seperti terulang huruf-hurufnya (tarji'),yaitu melafalkan huruf Alif (ا) seperti terulang tiga kali." (HR Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga menyukai suara merdu bacaan Al-Qur'an para sahabatnya. Salah satu sahabat yang dikenal memiliki suara indah adalah Abu Musa Al-Asy'ari. Nabi menjuluki Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu dengan "Seruling Nabi Daud". Suara Abu Musa yang sangat merdu itu membuat Rasulullah kagum dan memujinya.

Perintah Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
Kita akan mengulas cara membaca Al-Qur'an dengan tartil sebagaimana pesan Allah dalam Al-Qur'an. Seseorang pernah bertanya kepada Ummul Mu'minin, Ummu Salamah "Bagaimanakah Rasulullah صلى الله عليه وسلم membaca Al-Qur'an?" Beliau menjawab, "Rasulullah menunaikan setiap harakatnya; Fathah, dhammah, dan kasrah dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan terang dan jelas."

Tartil menurut arti kata adalah perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai hukum tajwid. Membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadabburi maknanya.

Membaca dengan tartil itu mustahab, walaupun tidak dipahami artinya. Ibnu Abbas berkata, "Membaca Surat Al-Qari'ah dan Idzaa Zulzilat... dengan tartil lebih baik bagiku daripada membaca Al-Qur'an Al-Baqarah atau Ali Imran tanpa tartil."

Syekh Abdul Aziz menulis di dalam tafsirnya bahwa arti asal tartil adalah membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan artinya menurut syar'i adalah membaca Al-Qur'an dengan tertib seperti di bawah ini:

1. Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj yang benar, sehingga ط (tho’) tidak dibaca تَ (ta’) dan ضَ (dho') tidak dibaca ظ (zho).
2. Berhenti pada tempat yang benar, sehingga ketika memutuskan atau melanjutkan bacaan tidak dilakukan di tempat yang salah.
3. Membaca semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah dan dhammah dengan perbedaan yang jelas.
4. Mengeraskan suara sampai terdengar oleh telinga kita, sehingga Al-Qur'an dapat mempengaruhi hati.
5. Memperindah suara agar timbul rasa takut kepada Allah, sehingga mempercepat pengaruh ke dalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada Allah, hatinya akan lebih cepat tepengaruh serta menguatkan nurani dan menimbulkan kesan yang mendalam di hati kita.
6. Membaca dengan sempurna dan jelas setiap tasydid dan madnya. Jika membaca dengan lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah serta mempercepat masuknya kesan dalam hati kita.
7. Memenuhi hak ayat-ayat rahmat dan ayat-ayat yang mengandung azab.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS Al- Muzzammil Ayat 4)

Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Mushaf

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Fenomena Alam Suara...
Fenomena Alam Suara Terompet dari Langit Pernah Terjadi di 5 Negara ini
Iihhh... 13 Kaki Hewan...
Iihhh... 13 Kaki Hewan Ini Terlihat Sangat Aneh
Berhala yang Biasa Disembah...
Berhala yang Biasa Disembah Firaun Ditemukan di Dasar Laut
Artikel Terkini
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved