Jawaban Nabi Ketika Sang Istri Berkata, Sungguh Kami Membenci Maut

loading...
Jawaban Nabi Ketika Sang Istri Berkata, Sungguh Kami Membenci Maut
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat keranda jenazah korban kerusuhan. Ilustrasi/Foto/dok SINDOnews
Syaikh Umar Sulaiman al Asygar dalam bukunya berjudul Ensiklopedia Kiamat menjelaskan jika malaikat maut mendatangi seorang mukmin sambil membawa berita gembira dari Allah, maka mukmin itu akan tampak senang dan gembira, sedangkan orang kafir dan orang jahat akan tampak sedih dan berduka cita. Karena itu, pada saat sekarat si mukmin rindu bertemu Allah. Sedangkan si kafir benci bertemu Allah.

Baca juga: Begini Keinginan dan Kondisi Manusia Saat Sakaratul Maut Datang

Anas ibn Malik meriwayatkan dari Ubadah ibn Shamit bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa merasa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga senang berjumpa dengannya. Barangsiapa benci berjumpa dengan Allah, maka Allah benci berjumpa dengannya.”

Aisyah atau sebagian istri Rasul berujar, “Sungguh kami membenci maut.”

Beliau lalu menjawab, “Jangan bersikap sepert itu. Sebenarnya jika maut mendatangi seorang mukmin, ia mendapat berita gembira berupa ridha dan kemuliaan dari Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia cintai ketimbang yang ada di hadapannya. Maka ia senang berjumpa Allah dan Allah senang berjumpa dengannya.



Baca juga: Kisah Sakaratul Maut, Amr Ibn Al-Ash: Seakan Aku Bernafas dari Jarum Beracun

Jika orang kafir sekarat, maka ia mendapat berita gembira berupa azab dan hukuman Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia benci selain yang ada di hadapannya. Maka ia benci berjumpa Allah, dan Allah benci berjumpa dengannya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam bab "Riqaq”, subbab "Orang yang Senang Berjumpa Allah dan Allah Senang Berjumpa Dengannya”. (Lihat Fath alBari, XL, h. 357)

Karena itu, seorang hamba yang saleh mengharap orang-orang yang mengusung jenazahnya agar cepat-cepat menguburkannya karena rindu akan kenikmatan surga.

Sedangkan hamba yang jahat menyumpahi neraka wail yang menjadi tempat peristirahatannya.
halaman ke-1
cover top ayah
تَعۡرُجُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَ الرُّوۡحُ اِلَيۡهِ فِىۡ يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهٗ خَمۡسِيۡنَ اَلۡفَ سَنَةٍ‌ۚ‏
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

(QS. Al-Ma'arij:4)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video