Sakaratul Maut Bagi Kaum Mukmin, Malaikat Berwajah Putih Datang Menghampirinya

loading...
Sakaratul Maut Bagi Kaum Mukmin, Malaikat Berwajah Putih Datang Menghampirinya
Kaum mukmin yang sedang sakaratul maut diperintahkan untuk membaca kalimat tauhid La ialaha Illallah. Foto/Ist
Sakaratul maut adalah saat dimana manusia akan menghadapi kematian, yaitu berpisahnya roh dari jasad. Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin, Syekh Abu Laits As-Samarqandi (Ulama ahli fiqih, wafat 373 H) menceritakan sakaratul maut yang dialami kaum mukmin (orang beriman).

Sebelumnya kita telah ulas bagaimana dahsyatnya sakaratul maut bagi orang kafir. Mereka mendapat kesulitan yang amat menyakitkan. Ketika sakaratul maut orang kafir ini didatangi oleh Malaikat membawa kain bulu yang di dalamnya ada api. Kemudian dicabutlah rohnya dengan keras sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ke tempat yang rendah hina dan siksa-Nya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan di atas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke Sijjin."

Baca Juga: Amalan Agar Terhindar dari Siksa Kubur

Imam Abu Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, berkata Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratul maut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi misk (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut di dalam adunan sambil dipanggil: "Ya Ayyatuhannafsul muthma'innat irji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." Yang artinya: "Wahai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung diletakkan di atas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke illiyyin.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum di atas bumi. Lalu dibawa naik melalui rombongan Malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?"

Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai ke langit, dan di sana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun. Di bawa naik ke langit yang atas hingga sampai ke langit ke tujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia k ebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya."

Maka kembalilah roh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam". Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengah kamu?" Dijawab: "Beliau utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya."

Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari surga serta pakaian surga dan bukakan untuknya pintu yang menuju ke surga, supaya ia mendapat bau surga dan hawa surga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah kabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah ke padamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari Kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku.”

Dikisahkan, dari Albaraa’ bin Aazib berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad keluar mengantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai ke kubur dan belum dimasukkan dalam liang lahad, Nabi duduk dan kami duduk di sekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung di atas kepala kami, sedang Nabi Muhammad mengorek-ngorek dengan dahan yang ada di tangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur." Nabi Muhammad mengulangi sebanyak 3 kali."

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya Malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kain kafan dari surga, maka duduk di depannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang Malaikul maut dan duduk di dekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

Baca Juga: Merinding! Beginilah Sakaratul Maut yang Dialami Orang Kafir

Wallahu A'lam
(rhs)
preload video