Selain Amirul Mukminin, Ini Penyebab Ali Bin Abu Thalib Bergelar Imam
Rabu, 17 Februari 2021 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Tak ada yang menghadapi adanya dua pasukan bersenjata yang saling berlawanan di dalam satu ummat. Dan tidak ada yang menjadi lambang imamah dalam menghadapi masalah-masalah rumit, yang penuh dengan berbagai problema yang menimbulkan syak dan keraguan di kalangan ummat.
Al Aqqad menambahkan, bahwa dalam keadaan tidak adanya problema-problema seperti itu, tiga orang Khalifah sebelum Ali bin Abu Thalib r.a., boleh saja disebut Imam. Tentu saja pengertian "Imam" itu sangat berlainan dengan gelar "Imam" yang ada pada Ali bin Abu Thalib r.a.
Ia adalah seorang Imam yang menghadapi berbagai kejadian dan peristiwa yang banyak menimbulkan keragu-raguan berpikir di kalangan umat. Oleh karena itulah gelar Imam diberikan kaum muslimin secara khusus kepada khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Begitu luasnya gelar itu dikenal orang sampai menjadi buah bibir. Hingga anak-anak pun mengenal Ali bin Abu Thalib lewat sanjungan-sanjungan yang dikumandangkan orang di jalan-jalan, tanpa perlu disebut nama orang yang menyandang gelar itu sendiri.
Seterusnya Al Aqqad menjelaskan, bahwa "kekhususan imamah yang ada pada Ali bin Abi Thalib r.a. ialah bahwa ia seorang Imam yang tidak ada persamaannya dengan Imam-Imam lainnya. Sebab Ali bin Abu Thalib mempunyai kaitan langsung dengan mazhab-mazhab yang ada di kalangan kaum muslimin, bahkan dimulai semenjak kelahiran mazhab-mazhab itu sendiri pada masa pertumbuhan Islam.
Jadi sebenarnya Ali bin Abu Thalib adalah pendiri mazhab-mazhab, atau dapat juga disebut sebagai poros di sekitar mana golongan mazhab itu berputar. Hampir tak ada satu golongan mazhab pun yang tidak berguru kepada Ali bin Abu Thalib.
Hampir tidak ada satu golongan mazhab pun yang tidak memandang Ali bin Abu Thalib sebagai pusat pembahasan ilmu agama."
Menurut kenyataannya, Ali bin Abu Thalib r.a. adalah Imam yang benar-benar memiliki semua syarat yang diperlukan. Satu keistimewaan yang paling menonjol dan tidak dipunyai oleh Khalifah-khalifah lainnya, ialah penguasaannya di bidang-bidang ilmu agama. Tentang hal ini akan kita bicarakan di bagian lain buku ini.
Baca juga: Pernyataan Pilu Ali bin Abu Thalib Setelah Pengikutnya Tinggal 50 Orang
Al Aqqad menambahkan, bahwa dalam keadaan tidak adanya problema-problema seperti itu, tiga orang Khalifah sebelum Ali bin Abu Thalib r.a., boleh saja disebut Imam. Tentu saja pengertian "Imam" itu sangat berlainan dengan gelar "Imam" yang ada pada Ali bin Abu Thalib r.a.
Ia adalah seorang Imam yang menghadapi berbagai kejadian dan peristiwa yang banyak menimbulkan keragu-raguan berpikir di kalangan umat. Oleh karena itulah gelar Imam diberikan kaum muslimin secara khusus kepada khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Begitu luasnya gelar itu dikenal orang sampai menjadi buah bibir. Hingga anak-anak pun mengenal Ali bin Abu Thalib lewat sanjungan-sanjungan yang dikumandangkan orang di jalan-jalan, tanpa perlu disebut nama orang yang menyandang gelar itu sendiri.
Seterusnya Al Aqqad menjelaskan, bahwa "kekhususan imamah yang ada pada Ali bin Abi Thalib r.a. ialah bahwa ia seorang Imam yang tidak ada persamaannya dengan Imam-Imam lainnya. Sebab Ali bin Abu Thalib mempunyai kaitan langsung dengan mazhab-mazhab yang ada di kalangan kaum muslimin, bahkan dimulai semenjak kelahiran mazhab-mazhab itu sendiri pada masa pertumbuhan Islam.
Jadi sebenarnya Ali bin Abu Thalib adalah pendiri mazhab-mazhab, atau dapat juga disebut sebagai poros di sekitar mana golongan mazhab itu berputar. Hampir tak ada satu golongan mazhab pun yang tidak berguru kepada Ali bin Abu Thalib.
Hampir tidak ada satu golongan mazhab pun yang tidak memandang Ali bin Abu Thalib sebagai pusat pembahasan ilmu agama."
Menurut kenyataannya, Ali bin Abu Thalib r.a. adalah Imam yang benar-benar memiliki semua syarat yang diperlukan. Satu keistimewaan yang paling menonjol dan tidak dipunyai oleh Khalifah-khalifah lainnya, ialah penguasaannya di bidang-bidang ilmu agama. Tentang hal ini akan kita bicarakan di bagian lain buku ini.
Baca juga: Pernyataan Pilu Ali bin Abu Thalib Setelah Pengikutnya Tinggal 50 Orang
(mhy)
Lihat Juga :