Qanaah Dalam Kehidupan
Minggu, 21 Februari 2021 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itulah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta kepada Allah agar diberi jenis kehidupan yang kedua, yaitu hidup sebagai seorang yang miskin ataupun berkecukupan, yang rezekinya kafaf (cukup) untuk kita gunakan sebagai penyambung hidup kita di dunia.
Baca juga: Konsep Green Port Bikin Biaya Pelabuhan Lebih Efisien
Qanaah dalam Kehidupan
Oleh karena itu apabila kita termasuk orang yang ditakdirkan hidup miskin, maka janganlah kita berkeluh-kesah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan di dalam hadits yang kita bacakan tadi: “Sungguh beruntung, sungguh bahagia/sukses, orang yang telah mendapatkan Islam dan diberi rezeki yang cukup, tidak kurang dan tidak juga lebih,” dan tinggal perkara ketiga yang harus dia miliki. Yaitu dia qana’ah meneriman apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya. Dia termasuk orang-orang yang bahagia di dunia dan di akhirat.
Maka tidak layak bagi seorang muslim yang telah mendapatkan hidayah Islam dan telah mendapatkan kecukupan hidup, tidaklah dia orang yang kekurangan, bukanlah dia orang yang melarat ataupun sengsara, dan telah diberi qana’ah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian masih mengeluhkan rezekinya kepada manusia.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Tegal Parang Setelah Sempat Tergenang Setinggi Perut Orang Dewasa
kita bisa menjadi orang yang paling kaya, orang yang memiliki sifat qana’ah di dalam kehidupan ini dan tidak tertipu dengan gemerlap dunia yang kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam justru itu yang akan membinasakan umat ini dan itu yang paling dikhawatirkan oleh Nabi atas umat ini, yaitu dibentangkannya dunia kepada kita.
Kita tahu bahwa faktor dunia ini yang membuat dua orang yang dekat terpisah, orang yang bersahabat bertengkar. Segala sesuatu ketika dibentangkan dunia, kita lihat disana ada keributan/perselisihan/pertengkaran, yang mana sebelum dunia itu datang mereka akur-akur saja.
Dua orang yang mungkin berbisnis/bekerja sama dalam satu usaha, sebelum dunia dilimpahkan kepada mereka, mereka akur-akur saja, menjadi dua sahabat yang dekat. Akan tetapi ketika dibentangkan dunia kepada mereka, maka terjadilah pertengkaran/perselisihan/permusuhan.
Baca juga: Canggih, Ini Profil Pesawat Temput F-15EX yang Diminati Indonesia
Begitulah fitnah dunia yang kadangkala kita tidak mengetahui akibat buruk dari dunia tersebut ataupun pengaruh buruk dari dunia itu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan kepada kita bahwa itu yang paling dikhawatirkan oleh Nabi atas umat ini.
Dan mudah-mudahan kita semua bisa menjadi orang yang memiliki sifat qana’ah dan tidak terpedaya dengan gemerlap dunia yang sedikit dan sebentar ini.
Wallahu A'lam
Baca juga: Konsep Green Port Bikin Biaya Pelabuhan Lebih Efisien
Qanaah dalam Kehidupan
Oleh karena itu apabila kita termasuk orang yang ditakdirkan hidup miskin, maka janganlah kita berkeluh-kesah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan di dalam hadits yang kita bacakan tadi: “Sungguh beruntung, sungguh bahagia/sukses, orang yang telah mendapatkan Islam dan diberi rezeki yang cukup, tidak kurang dan tidak juga lebih,” dan tinggal perkara ketiga yang harus dia miliki. Yaitu dia qana’ah meneriman apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya. Dia termasuk orang-orang yang bahagia di dunia dan di akhirat.
Maka tidak layak bagi seorang muslim yang telah mendapatkan hidayah Islam dan telah mendapatkan kecukupan hidup, tidaklah dia orang yang kekurangan, bukanlah dia orang yang melarat ataupun sengsara, dan telah diberi qana’ah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian masih mengeluhkan rezekinya kepada manusia.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Tegal Parang Setelah Sempat Tergenang Setinggi Perut Orang Dewasa
kita bisa menjadi orang yang paling kaya, orang yang memiliki sifat qana’ah di dalam kehidupan ini dan tidak tertipu dengan gemerlap dunia yang kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam justru itu yang akan membinasakan umat ini dan itu yang paling dikhawatirkan oleh Nabi atas umat ini, yaitu dibentangkannya dunia kepada kita.
Kita tahu bahwa faktor dunia ini yang membuat dua orang yang dekat terpisah, orang yang bersahabat bertengkar. Segala sesuatu ketika dibentangkan dunia, kita lihat disana ada keributan/perselisihan/pertengkaran, yang mana sebelum dunia itu datang mereka akur-akur saja.
Dua orang yang mungkin berbisnis/bekerja sama dalam satu usaha, sebelum dunia dilimpahkan kepada mereka, mereka akur-akur saja, menjadi dua sahabat yang dekat. Akan tetapi ketika dibentangkan dunia kepada mereka, maka terjadilah pertengkaran/perselisihan/permusuhan.
Baca juga: Canggih, Ini Profil Pesawat Temput F-15EX yang Diminati Indonesia
Begitulah fitnah dunia yang kadangkala kita tidak mengetahui akibat buruk dari dunia tersebut ataupun pengaruh buruk dari dunia itu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan kepada kita bahwa itu yang paling dikhawatirkan oleh Nabi atas umat ini.
Dan mudah-mudahan kita semua bisa menjadi orang yang memiliki sifat qana’ah dan tidak terpedaya dengan gemerlap dunia yang sedikit dan sebentar ini.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :