Waspadai 7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh Ini

loading...
Waspadai 7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh Ini
Berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial manusia. Baik buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruh oleh bagaimana kita bertutur kata. Foto ilustrasi/ist
Lidah bisa menjerumuskan kita ke jurang yang sangat mencelakakan kehidupan . Keselamatan kita di dunia dan akhirat tergantung bagaimana kita menjaga lidah ini, karenanya waspadailah penyakit lisan dari lidah yang tidak bertulang tersebut.

Muslimah, berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial manusia. Baik buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruh oleh bagaimana kita bertutur kata . Karenanya, agar apa yang kita ucapkan tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri, lebih-lebih membahayakan orang lain baik di dunia maupun di akhirat, kita mesti cermat dalam berbicara dan menjaga lisan dari penyakit-penyakitnya.

Baca juga: 3 Perkara yang Bisa Jadi Penyelamat dari Azab

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya.” (HR. at-Thabrani).

Imam Al-Ghazali dalam kitab 'Ihya 'Ulumuddin' mengingatkan kita beberapa bahaya penyakit lidah. Apa saja penyakit lidah ini? Berikut beberapa penyakit lidah yang jarang disadari, yang disampaikan Imam Al-Ghazali:



1. Pembicaraan yang tidak berguna

Pembicaraan yang mubah mungkin tidak berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi pembicaraan yang tidak berguna sama saja dengan melakukan sesuatu yang menyia-nyiakan waktu. Nantinya kita akan dihisab atas perbuatan yang berarti kita telah mengganti yang lebih baik menjadi lebih rendah.

Baca juga: Belajar Sopan Santun dari Cicit-cicit Rasulullah

Alangkah lebih baik bila bicara yang tidak ada manfaatnya tersebut kita gunakan untuk berpikir yang bisa bisa mendatangkan rahmat Allah pada saat tafakur. Yang demikian bisa jadi lebih bermanfaat.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

2. Berlebihan dalam berbicara

Berlebihan dalam bicara ini termasuk dalam pembicaraan yang tidak berguna hingga melebihi keperluannya. Walalupun tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain, bicara yang berlebihan juga termasuk dalam perbutaan tercela.

Baca juga: Tanda-tanda Setan Menggoda yang Bisa Kita Rasakan

Rasulullah bersabda, “Ucapkanlah perkataan kalian tetapi jangan sampai setan memperdaya kalian.” (HR. Abu Dawud).

Sabda Rasululullah di atas mangisyaratkan bahwa perkataan yang berlebihan termasuk pujian yang jujur dikhawatirkan akan disusupi setan dengan menambahkan sesuatu yang tidak perlu.

3. Perbantahan dan perdebatan

Saling membantah dan berdebat adalah hal yang lumrah di masa sekarang, terlebih di media sosial. Orang berlomba-lomba untuk saling mempertahakan pendapatnya dan menolak keras-keras pendapat orang lain. Padahal kedua hal tersebut sangat dilarang oleh Rasulullah. Bahkan mereka yang yang mampu meninggalkan perbantahan akan mendapat ganjaran sebuah rumah di surga kelak.

Baca juga: Begini Tanggapan PP Muhammadiyah Terkait Perpres Miras
halaman ke-1
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنۡ كُنۡـتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّنَ الۡبَـعۡثِ فَاِنَّـا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّـطۡفَةٍ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنۡ مُّضۡغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيۡرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمۡ‌ ؕ وَنُقِرُّ فِى الۡاَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۡۤا اَشُدَّكُمۡ ‌ۚ وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّتَوَفّٰى وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرۡذَلِ الۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۡۢ بَعۡدِ عِلۡمٍ شَيۡــًٔـا‌ ؕ وَتَرَى الۡاَرۡضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡهَا الۡمَآءَ اهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَاَنۡۢبَـتَتۡ مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍۢ بَهِيۡجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.

(QS. Al-Hajj:5)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!